Selasa, 22 September 2026
Indospektrum
Advertisement
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Gagasan
  • Indeks
  • Galeri
    • Foto
    • Video
No Result
View All Result
Indospektrum
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Gagasan
  • Indeks
  • Galeri
    • Foto
    • Video
No Result
View All Result
Indospektrum
No Result
View All Result
Home Indeks

Luthfi-Yasin: Satu Tahun Kolaborasi, Membawa Jawa Tengah Melampaui Batas Nasional

Indospektrum by Indospektrum
21 Februari 2026
in Indeks, News
0
Share on FacebookShare on Twitter
Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng periode 2025-2030, Ahmad Luthfi dan Taj Yasin. Foto: Ist.

SEMARANG – Pada 20 Februari 2026, tepat satu tahun pasangan Ahmad Luthfi dan Taj Yasin Maemoen memimpin Jawa Tengah sebagai gubernur dan wakil gubernur periode 2025-2030. Selama setahun kinerjanya, banyak dinamika yang terjadi maupun torehan prestasi yang diraihnya.

Dinamika yang cukup menyita perhatian adalah senarai bencana hidrometeorologi yang melanda banyak daerah di Jawa Tengah. Mulai dari longsor, tanah gerak, rob, hingga banjir. Beberapa bencana hidrometeorologi skala besar di antaranya banjir bandang dan tanggul jebol di Demak, rob di Sayung Demak, longsor di Lereng Gunung Slamet (Banjarnegara dan Cilacap), tanah gerak di Kabupaten Tegal, dan lainnya.

Walakin, dengan segala upaya dan kesigapannya, Pemprov Jateng melakukan langkah-langkah kompehensif menangani beragam bencana tersebut, baik ?penanganan darurat hingga pemulihan pascabencana dipastikan berjalan simultan.

Terlepas adanya bencana alam sana-sini, program yang digulirkan oleh kepemimpinan Ahmad-Luthfi- Taj Yasin tetap terlaksana dengan baik. Tak ayal, program-program itu berdampak prestasi dan kemajuan di wilayahnya. Mulai dari pembangunan infrastruktur, investasi, pendidikan, kesehatan, dan hingga menekan angka kemiskinan.

Tidak hanya itu, Luthfi juga melakukan terobosan dengan program yang berpihak kepada rakyat, seperti pemeriksaan kesehatan gratis melalui program dokter spesialis keliling (Speling), pendidikan gratis melalui sekolah kemitraan, beasiswa santri, perbaikan RumahTidak Layak Huni (RTLH) rumah rakyat, dan lainnya.

Upaya-upaya yang dilakukan Luthfi-Yasin itu tak lain dan tak bukan demi pembangunan dan kesejahteraan warga Jawa Tengah. Ia paham betul mengenai persoalan yang ada wilayahnya. Untuk memahami apa yang terjadi di darah, ia bersedia menerima masukan dari berbagai elemen melalui berbagai kanal yang disediakan. Bahkan, ia tak ragu menyambangi warganya untuk berdialog supaya mendapatkan masukan dan solusi dari setiap persoalan yang dikeluhkan masyarakat.

Kepemimpinan Luthfi-Yasin selama setahun ini juga getol menggendeng berbagai stake holder: mulai dari bupati/walikota, puluhan perguruan tinggi, pengusaha, investor, provinsi tetengga, negeri-negara sahabat, organisasi masyarakat, tokoh masyarakat, dan lainnya. Langkah ini disebut Luthfi sebagai collaborative government (pemerintahan kolaboratif).

“Kita gandeng beberapa kampus dan seluruh potensi masyarakat. Collaborative government ini cara bersama-sama untuk membangun Jawa Tengah,” ucap Luthfi beberapa waktu lalu.

Menurut dia, prinsip pemerintahan kolaboratif memang perlu dijalankan. Sebab, pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota tidak bisa berjalan sendiri-sendiri, tentunya butuh keterlibatan aktif dari semua elemen dalam memajukan dan mengembangkan wilayah. Nilai-nilai gotong royong, kebersamaan, kolaborasi, dan kerja sama tim menjadi nafas yang dimiliki oleh Jawa Tengah. Hal itu diimplementasikan dalam setiap sektor.

Tak ayal, ikhtiyar-ikhtiyar itu telah membuahkan hasil. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Jateng pada triwulan IV tahun 2025 mencapai 5,37% (y-on-y). Capaian itu memosisikan provinsi ini di atas rata-rata pertumbuhan nasional yang berada di angka 5,11%. Capaian ini menempatkan Jawa Tengah sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua di Pulau Jawa.

Bukan hanya itu, nilai realisasi investasi Jawa Tengah pada tahun 2025 mencapai Rp88,50 triliun, terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp50,86 triliun, serta Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp37,64 triliun. Diketahui, angka ini menjadi capaian tertinggi dalam 10 tahun terakhir. Dari nilai investasi itu, Terdapat sebanyak 105.078 proyek yang terealisasi, dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 418.138 orang.

Tidak hanya sekadar angka makro, pertumbuhan ini terbukti berimplikasi positif terhadap kesejahteraan masyarakat dengan turunnya angka kemiskinan secara signifikan. Masih berdasarkan data BPS, angka kemiskinan di Jawa Tengah berhasil ditekan dari 9,48% pada Maret 2025 menjadi 9,39% pada September 2025.

Jumlah penduduk miskin Jawa Tengah pada September 2025 sebanyak 3,34 juta orang, turun 21,87 ribu orang dibanding Maret 2025, dan turun 51,52 ribu orang dibanding September 2024 yang sebanyak 3,40 juta orang.

Bukan hanya itu, gini ratio pada 2025 juga berada angka 0,350. Hal ini mengindikasikan ketimpangan pendapatan antar penduduk semakin menyempit.

Peningkatan ekonomi juga tercermin dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita masyarakat Jateng yang kini mencapai Rp50,82 juta, naik 5,9% dibandingkan tahun sebelumnya. Di sisi lain, tingkat pengangguran terbuka berhasil dijaga pada angka 4,32% per November 2025.

Meski demikian, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyadari masih ada pekerjaan rumah pada sektor Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang saat ini berada di angka 74,77.

“Angka kemiskinan kita bisa turunkan, kita semakin baik, maka ini harus perlu kita tingkatkan,” kata Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin beberapa waktu lalu.

Tokoh yang akrab disapa Gus Yasin ini menyatakan, momentum pertumbuhan yang berada di atas nasional ini harus terus dijaga dan diarahkan untuk program-program yang menyentuh masyarakat bawah.

“Penurunan angka kemiskinan harus kita masifkan lagi. Anggaran harus mengarah kepada penurunan kemiskinan secara bersama-sama, termasuk memberikan akses pendidikan yang lebih baik bagi kelompok disabilitas, agar kualitas hidup mereka meningkat,” tegasnya.

Angka-angka itu bukanlah tanpa makna. Tapi benar-benar terasa bagi warga. Pada Agustus 2025 lalu, sebanyak 2.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Brebes resmi keluar dari data kemiskinan. Mereka tidak lagi menjadi penerima bantuan sosial (bansos) dan siap hidup mandiri.

Salah satu peserta graduasi kemiskinan di Brebes, Setia Puji, mengaku bahwa ia menerima bansos dari tahun 2020-2025. Ia sempat tidak memiliki penghasilan usai kembali dari ibu kota. Kemudian, Setia bertekad untuk mengembangkan usaha bakso keliling. Kini usahanya semakin berkembang, dan ia mampu mencukupi kebutuhan keluarganya sendiri.

“Bantuan yang diberikan kemarin sangat meringankan beban kami. Akan tetapi, motivasi saya (harus) bisa mandiri. Kini ekonomi kami lebih mampu,” katanya.

Berbagai upaya kolaboratif yang dilakukan oleh Luthfi-Yasin dalam menggenjot investasi dan menumbuhkan ekonomi di wilayahnya menuai banyak apresiasi. Salah satunya dari Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan. Ia mengapresiasi upaya kolaborasi dan kerja sama yang dilakukan oleh Gubernur Jateng dalam membangun daerahnya, khususnya dalam upaya menumbuhkan perekonomian dan meningkatkan investasi.

Menurutnya, berkat upaya-upaya itu, Jawa Tengah menjadi magnet bagi para investor, bahkan banyak investor yang senang untuk berinvestasi di provinsi ini.

Bukan hanya itu, Pemprov Jateng meraih setidaknya 40 penghargaan dari berbagai lembaga selama 2025.

Meski begitu, Gubernur Ahmad Luthfi, menyampaikan sederet penghargaan tersebut bukanlah tujuan akhirnya.

“Tapi pengingat agar kebijakan yang kami jalankan benar-benar berdampak, melayani masyarakat, menjaga integritas, menstabilkan ekonomi, dan membuka ruang investasi seluas-luasnya,” ucapnya.

Dikatakan dia, membangun Jateng ini adalah proses ngopeni (merawat). Ia menyadari, masih ada lubang-lubang yang harus ditambal bersama. “Inilah alasan mengapa kolaborasi tidak boleh berhenti, karena tugas melayani rakyat adalah amanah yang tidak ada ujungnya,” ujar dia.

Tags: Ahmad LuthfiGubernur Jawa Tengah
Previous Post

Sambut Ramadan 2026, Blibli Ajak Pelanggan Donasi Pakaian Lewat Program One Step Further

Next Post

UMS Insight Episode 8: Mengupas Mispersepsi dan Masa Depan Kecerdasan Buatan

Indospektrum

Indospektrum

Related Posts

Gubernur Ahmad Luthfi saat Rapat Koordinasi Teknis dan Advokasi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Regional Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara di Kota Semarang, Selasa, 22 September 2026. Foto: Ist.
Indeks

Pemprov Jateng Jadikan Demak dan Semarang Percontohan Penanganan Stunting

by Indospektrum
22 September 2026
UMS melakukan MoU dengan  PCIM Britania Raya dan Irlandia. Foto: Ist.
Indeks

Perkuat Jejaring Internasional, UMS Penandatanganan MoU dengan PCIM Britania Raya dan Irlandia

by Indospektrum
22 September 2026
Anak-anak mempraktikkan penggunaan AR-Magic Book. Foto: Ist.
Indeks

FKI UMS Kenalkan Teknologi AR-Magic Book untuk Anak-Anak di Kuala Lumpur

by Indospektrum
22 September 2026
Tim Sang Surya UMS membawa pulang tiga penghargaan di ajang Nusantara Creative Competition 4 di Bali. Foto : Ist.
Indeks

Tim Sang Surya UMS Raih Tiga Penghargaan di Nusantara Creative Competition 4 di Bali

by Indospektrum
22 September 2026
Penyematan tanda peserta oleh Dr Mutohharun Jinan M.Ag dalam agenda pembukaan MAPSI SMA Kabupaten Sukoharjo 2026. Foto : Ist.
Indeks

MAPSI SMA Se-Kabupaten Sukoharjo 2026 Jadikan UMS Sebagai Tuan Rumah

by Indospektrum
22 September 2026
Next Post
Pakar AI UMS, Endang Wahyu Pamungkas, S.Kom., M.Kom, Ph.D. Foto: Ist.

UMS Insight Episode 8: Mengupas Mispersepsi dan Masa Depan Kecerdasan Buatan

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Currently Playing

Kategori

  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Indeks
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Uncategorized
  • Video

Rekomendasi

Gubernur Ahmad Luthfi saat Rapat Koordinasi Teknis dan Advokasi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Regional Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara di Kota Semarang, Selasa, 22 September 2026. Foto: Ist.
Indeks

Pemprov Jateng Jadikan Demak dan Semarang Percontohan Penanganan Stunting

22 September 2026
UMS melakukan MoU dengan  PCIM Britania Raya dan Irlandia. Foto: Ist.
Indeks

Perkuat Jejaring Internasional, UMS Penandatanganan MoU dengan PCIM Britania Raya dan Irlandia

22 September 2026
Anak-anak mempraktikkan penggunaan AR-Magic Book. Foto: Ist.
Indeks

FKI UMS Kenalkan Teknologi AR-Magic Book untuk Anak-Anak di Kuala Lumpur

22 September 2026
Tim Sang Surya UMS membawa pulang tiga penghargaan di ajang Nusantara Creative Competition 4 di Bali. Foto : Ist.
Indeks

Tim Sang Surya UMS Raih Tiga Penghargaan di Nusantara Creative Competition 4 di Bali

22 September 2026
Penyematan tanda peserta oleh Dr Mutohharun Jinan M.Ag dalam agenda pembukaan MAPSI SMA Kabupaten Sukoharjo 2026. Foto : Ist.
Indeks

MAPSI SMA Se-Kabupaten Sukoharjo 2026 Jadikan UMS Sebagai Tuan Rumah

22 September 2026
Tim basket putri FKIP Juara 1 kegiatan olahraga dalam rangka Hari Jadi UMS. Foto : Ist.
Indeks

FKIP Gelar Turnamen Basket Meriahkan Hari Jadi ke-68 UMS

22 September 2026
Facebook Instagram Twitter Youtube
Indospektrum

Indospektrum adalah portal berita yang mengonfirmasi data dan fakta dengan sumber informasi.

Kategori

  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Indeks
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Uncategorized
  • Video
  • Tentang Kami
  •  
  • Tim Redaksi
  •  
  • Kontak Kami

© 2026 - Indospektrum

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Gagasan
  • Indeks
  • Galeri
    • Foto
    • Video

© 2026 - Indospektrum