Sabtu, 18 April 2026
Indospektrum
Advertisement
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Gagasan
  • Indeks
  • Galeri
    • Foto
    • Video
No Result
View All Result
Indospektrum
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Gagasan
  • Indeks
  • Galeri
    • Foto
    • Video
No Result
View All Result
Indospektrum
No Result
View All Result
Home Indeks

UMS Insight Episode 8: Mengupas Mispersepsi dan Masa Depan Kecerdasan Buatan

Indospektrum by Indospektrum
21 Februari 2026
in Indeks, Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter
Pakar AI UMS, Endang Wahyu Pamungkas, S.Kom., M.Kom, Ph.D. Foto: Ist.

SOLO – Program UMS Insight Episode 8 hadir dengan mengangkat tema mispersepsi tentang kecerdasan buatan. Narasumber yang dihadirkan adalah dosen bidang Artificial Intelligence (AI) dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Endang Wahyu Pamungkas, S.Kom., M.Kom, Ph.D.

Endang Wahyu Pamungkas menjelaskan fenomena perkembangan teknologi ini dari sudut pandang akademik dan praktis. Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa AI merupakan kecerdasan yang memang sengaja dibuat manusia agar mesin mampu melakukan kemampuan yang sebelumnya hanya bisa dilakukan manusia.

“AI ini merupakan teknologi yang memang dibuat supaya mesin ini dalam hal ini komputer bisa melakukan kemampuan-kemampuan yang sebelumnya itu hanya bisa dilakukan oleh manusia,” ujar Endang yang akrab disapa Dadang, Sabtu (21/2/2026).

Ia mencontohkan, kemampuan dasar seperti pengenalan gambar hingga teknologi kompleks seperti Large Language Model (LLM) yang kini sudah mampu merespons berbagai pertanyaan.

Menurutnya, perkembangan AI bukan hal baru. Sebab masyarakat sebenarnya telah lama bersinggungan dengannya melalui sistem rekomendasi di platform digital seperti YouTube, Netflix, maupun navigasi pintar di Google Maps. Teknologi tersebut adalah bentuk awal implementasi AI yang kini semakin dekat dengan kehidupan manusia.

Endang menjelaskan, percepatan perkembangan AI terasa signifikan sejak kemunculan deep learning dan peningkatan kemampuan komputasi berbasis Graphics Processing Unit (GPU).

“Memang terasa cepat sekali perkembangannya, ketika muncul inovasi-inovasi dari penyedia GPU, yang menyebabkan teknologi AI yang sebelumnya itu ada keterbatasan menjadi lebih besar lagi,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa fondasi AI terletak pada algoritma dan sumber daya komputasi, dimulai dari machine learning tradisional, berkembang ke neural network, lalu deep learning, hingga transformer dan Large Language Model (LLM) yang mampu menampung pengetahuan lebih besar.

Ia juga menekankan bahwa akses terhadap AI kini jauh lebih terbuka dibanding masa lalu. Jika sebelumnya hanya pengembang yang mampu membuat sistem AI karena harus membangun model dan melatih data sendiri, kini masyarakat umum dapat memanfaatkan teknologi generatif melalui Application Programming Interface (API) tanpa latar belakang informatika. Hal ini membuat siapa pun berpotensi menjadi kreator solusi berbasis AI.

Menanggapi perbedaan persepsi masyarakat terhadap AI, ia menilai hal itu dipengaruhi oleh tingkat literasi dan pengalaman pengguna.

“Yang menganggap AI positif ya orang yang merasa diuntungkan dan yang negatif mungkin ada kekhawatiran dari segi sosial ekonomi akan tergantikan,” katanya.

Ketakutan tersebut menurutnya bukan fenomena baru karena sejak dahulu, setiap kemunculan teknologi baru selalu memunculkan pro dan kontra. Ia mencontohkan kalkulator yang dulu dianggap membuat manusia malas berhitung, tetapi akhirnya justru membantu menyelesaikan persoalan lebih kompleks.

Dalam pandangannya, AI tidak menggantikan manusia sepenuhnya melainkan mengubah struktur pekerjaan.

“Yang digantikan bukan manusia digantikan oleh AI, tetapi mungkin manusia yang tidak mau belajar menggunakan AI dan yang mungkin akan tergantikan oleh manusia lain yang mau berkembang,” kata Dadang.

Ia menambahkan bahwa pekerjaan repetitif berpotensi terdampak. Namun pada saat yang sama muncul profesi baru seperti AI engineer dan prompt engineer.

Ia juga menyinggung pemanfaatan AI di berbagai sektor, mulai dari kendaraan otonom seperti produksi Tesla, analisis medis berbasis citra, hingga sistem pembelajaran digital.

Menurutnya, manfaat terbesar AI adalah membantu pekerjaan berulang dan mempercepat proses belajar karena pengguna dapat memperoleh ringkasan pengetahuan dengan cepat.

Meski demikian, Dadang mengingatkan bahwa risiko terbesar bukan pada keberadaan AI, melainkan penyalahgunaannya. Ia menilai teknologi ini ibarat pisau yang bisa bermanfaat atau berbahaya tergantung niat penggunanya.

Ia mencontohkan penyalahgunaan AI di media sosial seperti kasus penggunaan Grok dari platform X milik Elon Musk untuk tindakan pelecehan digital serta fenomena deepfake dan produksi hoaks otomatis.

Ia menjelaskan bahwa upaya penanggulangan sebenarnya sudah mulai dikembangkan, termasuk teknologi pendeteksi tulisan AI, sistem deteksi deepfake, dan AI yang dirancang untuk mengenali berita palsu. Ia menilai regulasi tetap diperlukan karena aturan khusus AI di Indonesia belum ada, meski beberapa regulasi seperti perlindungan data pribadi dan undang-undang informasi elektronik dapat bersinggungan dengan penggunaannya.

Dalam konteks pendidikan, ia menilai dan menegaskan penggunaan AI di kalangan mahasiswa dapat berdampak positif maupun negatif.

“AI itu bisa menurunkan kreativitas, ketika kita menggunakannya tetapi tidak secara beretika dan bertanggung jawab,” tuturnya.

Karena itu, ia selalu mengingatkan mahasiswa agar menjadikan AI sebagai lawan dan teman belajar, bukan sumber jawaban instan. Ia menambahkan bahwa pengguna harus memiliki pengetahuan dasar, memverifikasi hasil AI, dan tidak mempercayainya sepenuhnya karena kemungkinan kesalahan tetap ada.

Menutup diskusi, ia mengajak generasi muda untuk tidak takut terhadap perkembangan teknologi, melainkan mempersiapkan diri dengan terus belajar dan beradaptasi. Ia menegaskan bahwa masa depan akan dipenuhi sistem yang terintegrasi AI sehingga kemampuan memahami teknologi menjadi kunci daya saing. Ia menyimpulkan bahwa AI memiliki sisi positif dan negatif, tetapi manfaatnya akan lebih besar jika digunakan secara bertanggung jawab dan kritis.

Tags: UMSUniversitas Muhammadiyah Surakarta
Previous Post

Luthfi-Yasin: Satu Tahun Kolaborasi, Membawa Jawa Tengah Melampaui Batas Nasional

Next Post

Masa Tunggu Haji 26 Tahun, Antrean Capai 5,5 Juta Orang

Indospektrum

Indospektrum

Related Posts

Satgas Penegakan Hukum  Penyelundupan Bareskrim Polri menggeledah gudang penyimpanan barang diduga impor ilegal di Jakarta. Foto: Ist.
Indeks

Bareskrim Polri Sita Ribuan Ponsel Ilegal di 5 Gudang Jakarta

by Indospektrum
18 April 2026
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam kegiatan Retret KPPD Ketua DPRD Seluruh Indonesia di Akmil, Magelang, Sabtu 18 April 2026. Foto: Ist.
Indeks

Ahmad Luthfi Dampingi Prabowo Hadiri Retreat Ketua DPRD di Magelang

by Indospektrum
18 April 2026
Kampus Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Bali (ITBM-BIM Bali). Foto: Ist.
Indeks

Gandeng UMS, Rektor ITBM-BIM Bali Hadirkan Tiga Guru Besar Perkuat Modernisasi Kampus

by Indospektrum
18 April 2026
Afifah Faikar Husna usai menyelesaikan seleksi PMB UMS. Foto: Ist.
Indeks

Sempat Gap Year, Afifah Mantap Pilih Farmasi UMS Karena Akreditasi Unggul dan Prospek Kerja

by Indospektrum
18 April 2026
Gelandang Kendal Tornado FC, Ibnu Hajar. Foto: Ist.
Indeks

Pantang Kalah Tiga Kali, Gelandang Tornado FC Termotivasi Bungkam Deltras FC

by Indospektrum
18 April 2026
Next Post
Sekretaris BPKH, Ahmad Zaky melakukan presentasi saat acara BPKH Connect di Kota Solo, Sabtu (21/2/2026). Foto: Indospektrum

Masa Tunggu Haji 26 Tahun, Antrean Capai 5,5 Juta Orang

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Currently Playing

Kategori

  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Indeks
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Uncategorized
  • Video

Rekomendasi

Barang bukti yang diamankan dalam aksi pencurian material prasarana Kereta Api di wilayah Gatak, Kabupaten Sukoharjo, Sabtu (18/4/2026) pagi. Foto: Ist.
Uncategorized

Pencuri Material prasarana Kereta Api Ditangkap di Gatak Sukoharjo

18 April 2026
Satgas Penegakan Hukum  Penyelundupan Bareskrim Polri menggeledah gudang penyimpanan barang diduga impor ilegal di Jakarta. Foto: Ist.
Indeks

Bareskrim Polri Sita Ribuan Ponsel Ilegal di 5 Gudang Jakarta

18 April 2026
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam kegiatan Retret KPPD Ketua DPRD Seluruh Indonesia di Akmil, Magelang, Sabtu 18 April 2026. Foto: Ist.
Indeks

Ahmad Luthfi Dampingi Prabowo Hadiri Retreat Ketua DPRD di Magelang

18 April 2026
Kampus Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Bali (ITBM-BIM Bali). Foto: Ist.
Indeks

Gandeng UMS, Rektor ITBM-BIM Bali Hadirkan Tiga Guru Besar Perkuat Modernisasi Kampus

18 April 2026
Afifah Faikar Husna usai menyelesaikan seleksi PMB UMS. Foto: Ist.
Indeks

Sempat Gap Year, Afifah Mantap Pilih Farmasi UMS Karena Akreditasi Unggul dan Prospek Kerja

18 April 2026
Gelandang Kendal Tornado FC, Ibnu Hajar. Foto: Ist.
Indeks

Pantang Kalah Tiga Kali, Gelandang Tornado FC Termotivasi Bungkam Deltras FC

18 April 2026
Facebook Instagram Twitter Youtube
Indospektrum

Indospektrum adalah portal berita yang mengonfirmasi data dan fakta dengan sumber informasi.

Kategori

  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Indeks
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Uncategorized
  • Video
  • Tentang Kami
  •  
  • Tim Redaksi
  •  
  • Kontak Kami

© 2026 - Indospektrum

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Gagasan
  • Indeks
  • Galeri
    • Foto
    • Video

© 2026 - Indospektrum