Rabu, 29 April 2026
Indospektrum
Advertisement
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Gagasan
  • Indeks
  • Galeri
    • Foto
    • Video
No Result
View All Result
Indospektrum
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Gagasan
  • Indeks
  • Galeri
    • Foto
    • Video
No Result
View All Result
Indospektrum
No Result
View All Result
Home Gagasan

Bisnis Keluarga Jadi Akar Stagnasi UMKM? Ini Penjelasan Guru Besar UMS

Indospektrum by Indospektrum
27 April 2026
in Gagasan, Indeks
0
Share on FacebookShare on Twitter
Prof. Kussudyarsana, Ph.D., guru besar ke-71 UMS. Foto: Ist.

SOLO – Permasalahan stagnasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia kembali menjadi sorotan. Dominasi usaha mikro yang mencapai sekitar 97 persen dari total UMKM dinilai menunjukkan rendahnya mobilitas vertikal pelaku usaha, sehingga berdampak pada produktivitas, daya saing, hingga kontribusi ekspor nasional yang masih terbatas.

Fenomena ini menjadi perhatian serius Prof. Kussudyarsana, Ph.D., guru besar ke-71 Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id yang menilai bahwa sebagian besar UMKM di Indonesia cenderung bertahan di level mikro tanpa mengalami peningkatan skala usaha.

“Kalau dianalogikan seperti pendidikan, ini seperti terus berada di jenjang SD tanpa pernah naik ke tingkat berikutnya. Akibatnya, produktivitas rendah dan kontribusi ekonomi juga terbatas,” ungkapnya saat jumpa pers jelang pengukuhan guru besar, Senin (27/4/2026)

Selain itu, minimnya pencatatan usaha melalui Nomor Induk Berusaha (NIB) turut memperparah kondisi. Saat ini, hanya sebagian kecil UMKM yang terdata secara resmi, sehingga menyulitkan pemerintah dalam melakukan pemetaan, pengawasan, hingga pemberian intervensi yang tepat.

Dengan kontribusi UMKM yang besar pada perekonomian Indonesia, menurut Kussudyarsana, masih banyak hal yang harus diperbaiki. Dari sisi manajerial dan kelembagaan, UMKM Indonesia terlihat masih lemah. Mengacu pada data Kementerian UMKM tahun 2025, jumlah UMKM yang telah memiliki NIB baru 1,22% dan sisanya sebanyak 98, 78% belum mempunyai NIB. Adapun dari kepemilikan laporan keuangan, sebanyak 96, 49% belum mempunyai laporan keuangan, dan hanya 3,51% yang telah mempunyai.

Kemudian jika di lihat pada tingkat partisipasinya dalam kancah internasional, khususnya Global Value Chain, kontribusi UMS selama 20 tahun baru menghasilkan kenaikan 4%. Angka ini jauh tertinggal dibandingkan dengan Vietnam yang telah mengalami peningkatan sebesar 15-20% tingkat partisipasinya pada Global Value Chain (Kementerian UMKM 2025).

Dalam pemaparannya, Kussudyarsana menjelaskan bahwa akar persoalan UMKM tidak bisa dilepaskan dari karakteristik perusahaan keluarga yang mendominasi struktur bisnis di Indonesia. Ia menuturkan bahwa kajian mengenai perusahaan keluarga masih relatif terbatas, padahal memiliki perbedaan signifikan dibandingkan perusahaan pada umumnya.

“Perusahaan keluarga memiliki dimensi khusus seperti social emotional wealth, adanya tumpang tindih antara kepentingan bisnis dan keluarga, hingga asymmetric altruism. Ini membuat pendekatannya tidak bisa disamakan dengan perusahaan biasa,” jelasnya.

Penelitian terkait UMKM telah dimulai sejak lebih dari 15 tahun lalu, berangkat dari disertasi saat studi di Australia, kemudian difokuskan pada UMKM berbasis keluarga. Dari hasil kajian tersebut, ia menemukan bahwa sebagian besar UMKM masih berada pada tahap awal tata kelola, yakni relational governance, yang mengandalkan hubungan keluarga atau pertemanan dalam akses modal dan pengelolaan usaha.

Menurutnya, kondisi ini menjadi salah satu penyebab sulitnya UMKM berkembang ke tahap yang lebih formal dan profesional. Oleh karena itu, diperlukan intervensi yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menyentuh aspek ekosistem dan pembinaan berkelanjutan.

“Selama ini kita cenderung membiarkan bisnis berjalan seperti seleksi alam. Padahal, perlu ada pemetaan, rekam jejak usaha, dan treatment yang tepat agar mereka bisa naik kelas,” tegasnya.

Ia pun mendorong adanya pendekatan sistematis dari pemerintah, seperti pembangunan ekosistem pendampingan yang terstruktur, layaknya intervensi kesehatan masyarakat pada masa lalu. Dengan demikian, UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu berkembang dan berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional.

Tags: UMSUniversitas Muhammadiyah Surakarta
Previous Post

UMS Sabet Juara Umum II di Law Undip Taekwondo Championship 2026, Borong 22 Medali

Next Post

UPT Perpustakaan UNS Gelar International Short Course, Perkuat Publikasi Ilmiah Berbasis SDGs

Indospektrum

Indospektrum

Related Posts

Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) tampak dari depan. Foto: Ist.
Ekonomi

KITB Serap 18.390 Tenaga Kerja, Wagub Jateng: Jadi Penopang Ekonomi Warga

by Indospektrum
29 April 2026
Dosen UMS, Dwi Rosella Komala Sari M.Fis S.Fis Ph.D terima penghargaan International Physiotherapy Research Symposium (IPTRS) di Chulalongkorn University Bangkok, Thailand. Foto : Ist.
Gagasan

Teliti Pasien Jatuh, Dosen UMS Raih Prestasi Internasional di Thailand

by Indospektrum
29 April 2026
Koordiantor SDGs Center UMS Rama Rizana S.T M.Sc berdiskusi dengan perwakilan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Pekalongan di Ruang Sidang BPH, Gedung Induk Siti Walidah, Selasa (28/4/2026). Foto : Ist.
Indeks

Bapperida Pekalongan Berkonsultasi Dengan UMS Susun RAD

by Indospektrum
29 April 2026
Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Dr Eddy Soeparno S.H M.H memberikan paparan didepan mahasiswa UMS dalam program MPR goes to campus. Foto : Ist.
Indeks

Wakil Ketua MPR RI Soroti Paradoks Energi dan Krisis Iklim saat MPR Goes to Campus di UMS

by Indospektrum
29 April 2026
Rektor UMS Prof Dr Harun Joko Prayitno M.Hum (kanan) dan General Manager PLN Puslitbang Mochamad Soleh sepakat menandatangani nota kesepahaman (MoU) buka peluan riset. Foto : Ist.
Indeks

UMS – PLN Puslitbang Teken Kerja Sama Buka Akses Riset bagi Akademisi

by Indospektrum
28 April 2026
Next Post
UPT Perpustakaan UNS Solo menggelar International Short Course on SDGs: Effective Scientific Writing and Publication Strategies toward SDG 4 and SDG 17. Foto: ist.

UPT Perpustakaan UNS Gelar International Short Course, Perkuat Publikasi Ilmiah Berbasis SDGs

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Currently Playing

Kategori

  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Indeks
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Uncategorized
  • Video

Rekomendasi

Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) tampak dari depan. Foto: Ist.
Ekonomi

KITB Serap 18.390 Tenaga Kerja, Wagub Jateng: Jadi Penopang Ekonomi Warga

29 April 2026
Dosen UMS, Dwi Rosella Komala Sari M.Fis S.Fis Ph.D terima penghargaan International Physiotherapy Research Symposium (IPTRS) di Chulalongkorn University Bangkok, Thailand. Foto : Ist.
Gagasan

Teliti Pasien Jatuh, Dosen UMS Raih Prestasi Internasional di Thailand

29 April 2026
Koordiantor SDGs Center UMS Rama Rizana S.T M.Sc berdiskusi dengan perwakilan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Pekalongan di Ruang Sidang BPH, Gedung Induk Siti Walidah, Selasa (28/4/2026). Foto : Ist.
Indeks

Bapperida Pekalongan Berkonsultasi Dengan UMS Susun RAD

29 April 2026
Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Dr Eddy Soeparno S.H M.H memberikan paparan didepan mahasiswa UMS dalam program MPR goes to campus. Foto : Ist.
Indeks

Wakil Ketua MPR RI Soroti Paradoks Energi dan Krisis Iklim saat MPR Goes to Campus di UMS

29 April 2026
Rektor UMS Prof Dr Harun Joko Prayitno M.Hum (kanan) dan General Manager PLN Puslitbang Mochamad Soleh sepakat menandatangani nota kesepahaman (MoU) buka peluan riset. Foto : Ist.
Indeks

UMS – PLN Puslitbang Teken Kerja Sama Buka Akses Riset bagi Akademisi

28 April 2026
Direktur DRPPS UMS Prof Ir Sarjito M.T Ph.D memaparkan mekanisme pelaksanaan program yang akan diawali UMS. Pertemuan antara Bapperida Kabupaten Sragen dengan UMS ini digelar di ruang pertemuan DRPPS UMS lantai 5 Gedung Induk Siti Walidah.  Foto : Ist.
Ekonomi

Bapperida Sragen Kunjungi UMS Diskusi Soal Penanganan Kemiskinan Hingga Desa Wisata

28 April 2026
Facebook Instagram Twitter Youtube
Indospektrum

Indospektrum adalah portal berita yang mengonfirmasi data dan fakta dengan sumber informasi.

Kategori

  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Indeks
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Uncategorized
  • Video
  • Tentang Kami
  •  
  • Tim Redaksi
  •  
  • Kontak Kami

© 2026 - Indospektrum

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Gagasan
  • Indeks
  • Galeri
    • Foto
    • Video

© 2026 - Indospektrum