Kamis, 25 Juni 2026
Indospektrum
Advertisement
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Gagasan
  • Indeks
  • Galeri
    • Foto
    • Video
No Result
View All Result
Indospektrum
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Gagasan
  • Indeks
  • Galeri
    • Foto
    • Video
No Result
View All Result
Indospektrum
No Result
View All Result
Home Indeks

Wujudkan Pesantren Ramah Anak, Pemprov Jateng Dorong Pembentukan Satgas Anti-Bullying

Indospektrum by Indospektrum
10 Mei 2026
in Indeks, Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen menghadiri Halaqah Interaktif Pengasuh Pesantren Putri Jawa Tengah di Pendopo Kabupaten Banjarnegara, Minggu, 10 Mei 2026. Foto: Ist.

BANJARNEGARA – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperkuat langkah perlindungan bagi ribuan santri di wilayahnya. Salah satu upayanya adalah mendorong pembentukan satuan tugas (Satgas) anti-bullying dan anti-kekerasan terhadap perempuan serta anak di lingkungan pondok pesantren

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen dalam acara Halaqah Interaktif Pengasuh Pesantren Putri Jawa Tengah bertema “Dari Pesantren untuk Pesantren: Membangun Sistem Perlindungan Santri Berbasis Nilai Pesantren di Jawa Tengah” di Pendopo Kabupaten Banjarnegara, Minggu, 10 Mei 2026.

Menurut Taj Yasin, penguatan perlindungan santri dilakukan melalui sinergi antara Pemprov Jateng dengan Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) Jawa Tengah.

“Intinya adalah edukasi ke pesantren-pesantren tentang pentingnya perlindungan santri, kemudian pembentukan satgas anti-bullying dan anti-kekerasan terhadap perempuan dan anak,” katanya.

Tokoh yang akrab disapa Gus Yasin ini menegaskan, perlindungan santri tidak cukup hanya dengan penanganan kasus, tetapi harus dibangun melalui sistem yang terintegrasi dengan penguatan kesehatan, pendidikan, dan pendampingan psikologis.

Pemprov Jateng juga mengintegrasikan program Dokter Spesialis Keliling (Spelling) dengan program anjangsana pesantren yang dijalankan RMI NU Jateng.

Melalui skema tersebut, layanan kesehatan akan masuk langsung ke lingkungan pondok pesantren. Layanan itu tidak hanya sebatas pemeriksaan kesehatan fisik, tetapi juga akan diperkuat dengan pendampingan psikolog dan psikiater.

“Kasus kekerasan sering kali tidak terungkap karena korban takut bicara. Karena itu, kami sedang merumuskan kanal aduan khusus yang bisa diakses secara profesional, termasuk lewat layanan telemedis,” ujarnya.

Langkah tersebut, kata dia, menjadi respons atas meningkatnya perhatian pemerintah terhadap persoalan kesehatan mental dan kekerasan di kalangan anak dan remaja.

Taj Yasin menandaskan, pesantren harus menjadi ruang aman yang bukan hanya mendidik secara keilmuan, tetapi juga memberi perlindungan emosional dan psikologis bagi santri.

“Kalau korban tidak berani bicara langsung, setidaknya mereka punya ruang aman untuk menyampaikan. Ini yang sedang kami siapkan,” katanya.

Selain aspek perlindungan, Pemprov Jateng juga memperkuat pemberdayaan pesantren melalui beasiswa pendidikan. Saat ini tercatat lebih dari 600 pendaftar dari kalangan kiai, ustaz, ustazah, hingga santri untuk program beasiswa dalam dan luar negeri. Beasiswa tersebut akan difasilitasi melalui kerja sama dengan 41 perguruan tinggi dalam negeri, serta akses studi ke sejumlah negara seperti Mesir dan Yaman.

“Harapannya setelah selesai studi, mereka kembali khidmah ke pesantren. Ini investasi sumber daya manusia untuk masa depan pesantren Jawa Tengah,” kata Taj Yasin.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifatul Choiri Fauzi, menegaskan pentingnya perlindungan anak sebagai agenda strategis nasional.

Ia menyebut pesantren memiliki posisi strategis dalam membangun ekosistem pendidikan yang aman, karena menjadi ruang pengasuhan anak selama 24 jam. Karena itu, Kementerian PPPA siap berkolaborasi dengan Pemprov Jateng dan pesantren untuk mewujudkan pesantren ramah anak dan ramah perempuan.

Sementara itu, Ketua RMI NU Jawa Tengah, Ahmad Fadlullah Turmudzi, mengatakan pihaknya selama dua tahun terakhir aktif melakukan konsolidasi dan pendampingan ke pesantren-pesantren di seluruh Jawa Tengah.

Dari proses tersebut, RMI menangkap kebutuhan mendesak akan penguatan pola pengasuhan, peningkatan kapasitas pembimbing, serta sistem perlindungan santri yang lebih terstruktur.

“Pesantren membutuhkan penguatan sumber daya manusia, terutama para pendamping santri. Karena itu tahun ini kami fokus pada pelatihan musyrif-musyrifah (pembimbing) di seluruh kabupaten/kota,” katanya.

Ia menyebut Jawa Tengah memiliki 5.451 pondok pesantren dengan jumlah santri sekitar 555 ribu orang. Besarnya ekosistem pesantren itu, menurut dia, membutuhkan perhatian serius dari seluruh pemangku kepentingan.

Pada akhir halaqah, para pengasuh pesantren se-Jawa Tengah menyampaikan sejumlah rekomendasi. Salah satu poin utama adalah pembentukan Satgas Perlindungan Santri (SPS) di seluruh pesantren.

Rekomendasi tersebut diharapkan menjadi fondasi penguatan sistem perlindungan santri di Jawa Tengah, sekaligus memastikan pesantren tetap menjadi ruang pendidikan yang aman, nyaman, dan menjunjung tinggi nilai kasih sayang.

Tags: Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul UlamaRMI NUsantriTaj YasinWakil Gubernur Jawa Tengah
Previous Post

Perkuat Budaya Mutu Riset, Rektor UMS dan UM Banjarmasin Sambangi UMKO

Next Post

PMB UMS 2026: Pendaftar Luar Jawa Meningkat Signifikan, Kalimantan dan Sulawesi Jadi Sorotan

Indospektrum

Indospektrum

Related Posts

Sekda Provinsi Jawa Tengah, Sumarno saat menghadiri Semarang Business Matching 2026, Rabu, 24 Juni 2026. Foto: Ist.
Bisnis

Pemprov Jateng Apresiasi Semarang Business Matching 2026, Pariwisata Jadi Kunci Dongkrak Ekonomi

by Indospektrum
24 Juni 2026
Wakapolresta Solo, AKBP Sigit menunjukkan barang bukti kasus dugaan pelecehan seksual yang menimpa seorang SPG, Rabu sore (24/6/2026). Foto: Indospektrum.com
Indeks

Polisi Tetapkan Oknum ASN sebagai Tersangka Pelecehan Seksual Terhadap SPG di Solo

by Indospektrum
24 Juni 2026
UNS Solo meraih capaian membanggakan pada THE Sustainability Impact Ratings 2026. Foto: Ist.
Indeks

UNS Raih Peringkat 101–200 Dunia dalam THE Sustainability Impact Ratings 2026

by Indospektrum
24 Juni 2026
UMS mencatatkan prestasi global dengan menduduki peringkat 401-600 dunia dalam THE Sustainability Impact Ratings 2026. Foto: Ist.
Indeks

UMS Raih Peringkat 401-600 Dunia dalam THE Sustainability Impact Ratings 2026

by Indospektrum
24 Juni 2026
Ilustrasi - Memboncengkan anak  sesuai standar keamanan berkendara. Foto: Ist.
Gaya Hidup

Instruktur Safety Riding Ingatkan Bahaya Memboncengkan Anak di Depan

by Ary Wahyu Wibowo
24 Juni 2026
Next Post
Ilustrasi - Mahasiswa internasional UMS. Foto: Ist.

PMB UMS 2026: Pendaftar Luar Jawa Meningkat Signifikan, Kalimantan dan Sulawesi Jadi Sorotan

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Currently Playing

Kategori

  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Indeks
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Uncategorized
  • Video

Rekomendasi

Sekda Provinsi Jawa Tengah, Sumarno saat menghadiri Semarang Business Matching 2026, Rabu, 24 Juni 2026. Foto: Ist.
Bisnis

Pemprov Jateng Apresiasi Semarang Business Matching 2026, Pariwisata Jadi Kunci Dongkrak Ekonomi

24 Juni 2026
Wakapolresta Solo, AKBP Sigit menunjukkan barang bukti kasus dugaan pelecehan seksual yang menimpa seorang SPG, Rabu sore (24/6/2026). Foto: Indospektrum.com
Indeks

Polisi Tetapkan Oknum ASN sebagai Tersangka Pelecehan Seksual Terhadap SPG di Solo

24 Juni 2026
UNS Solo meraih capaian membanggakan pada THE Sustainability Impact Ratings 2026. Foto: Ist.
Indeks

UNS Raih Peringkat 101–200 Dunia dalam THE Sustainability Impact Ratings 2026

24 Juni 2026
UMS mencatatkan prestasi global dengan menduduki peringkat 401-600 dunia dalam THE Sustainability Impact Ratings 2026. Foto: Ist.
Indeks

UMS Raih Peringkat 401-600 Dunia dalam THE Sustainability Impact Ratings 2026

24 Juni 2026
Ilustrasi - Memboncengkan anak  sesuai standar keamanan berkendara. Foto: Ist.
Gaya Hidup

Instruktur Safety Riding Ingatkan Bahaya Memboncengkan Anak di Depan

24 Juni 2026
Penyerahan surat keputusan yang diterima oleh Wakil Dekan III FAI UMS. Foto: Ist.
Indeks

FAI UMS Resmi Buka Program Studi PPG Keagamaan, Siap Cetak Guru Agama Profesional

24 Juni 2026
Facebook Instagram Twitter Youtube
Indospektrum

Indospektrum adalah portal berita yang mengonfirmasi data dan fakta dengan sumber informasi.

Kategori

  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Indeks
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Uncategorized
  • Video
  • Tentang Kami
  •  
  • Tim Redaksi
  •  
  • Kontak Kami

© 2026 - Indospektrum

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Gagasan
  • Indeks
  • Galeri
    • Foto
    • Video

© 2026 - Indospektrum