Rabu, 10 Juni 2026
Indospektrum
Advertisement
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Gagasan
  • Indeks
  • Galeri
    • Foto
    • Video
No Result
View All Result
Indospektrum
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Gagasan
  • Indeks
  • Galeri
    • Foto
    • Video
No Result
View All Result
Indospektrum
No Result
View All Result
Home Indeks

FT UMS Gelar Seminar Nasional, Bahas Strategi Infrastruktur Tahan Bencana dan Perubahan Iklim

Indospektrum by Indospektrum
19 Mei 2026
in Indeks, Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter
Ketua Panitia Agus Susanto, S.T., M.T. menyampaikan laporan. Foto: Ist.

SOLO – Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id menggelar Seminar Nasional XV di Ruang Seminar Lantai 7 Gedung Induk Siti Walidah.

Seminar tahunan tersebut menjadi forum ilmiah yang mempertemukan akademisi, peneliti, pemerintah, hingga praktisi untuk membahas tantangan pembangunan infrastruktur di tengah ancaman bencana dan perubahan iklim.

Ketua panitia, Agus Susanto, S.T., M.T., menyampaikan melalui tema “Tantangan dan Strategi Geoteknik dalam Pembangunan Infrastruktur Tahan Bencana dan Perubahan Iklim”, seminar menghadirkan berbagai materi terkait mitigasi bencana, kondisi geologi Jawa Tengah, hingga inovasi penelitian geoteknik.

“Dari total 67 makalah yang masuk, sebanyak 62 makalah lolos seleksi dan dipresentasikan dalam kegiatan,” ujar Agus, Selasa (19/5/2026).

Dalam sambutannya, Rektor UMS Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., menekankan pentingnya kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan sektor industri dalam menghadapi tantangan pembangunan infrastruktur masa depan.

“Sekarang suhu berubah sangat cepat. Konon perubahan suhu di kota-kota besar sudah naik sekitar dua derajat dibandingkan 10 tahun sebelumnya. Tentu saja ini akan berpengaruh terhadap raw material bangunan seperti bata, beton, maupun besi,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur tidak lagi hanya mempertimbangkan kekuatan bangunan, tetapi juga kemampuan beradaptasi terhadap perubahan iklim dan risiko kebencanaan.

“Ini menjadi aspek penting, terutama di wilayah yang rawan bencana. Infrastruktur harus mampu bertahan terhadap kondisi lingkungan yang terus berubah,” tambahnya.

Pada sesi materi kebencanaan, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Jawa Tengah, Drs. Wahyudi Fajar, M.Si., memaparkan kondisi geografis Jawa Tengah yang menyebabkan sejumlah wilayah rawan banjir dan longsor. Menurutnya, wilayah tengah Jawa didominasi batuan tua yang mengalami pelapukan sehingga rentan longsor, sedangkan kawasan Pantura memiliki karakteristik dataran endapan.

Ia menjelaskan bahwa kawasan bekas Selat Muria yang kini berubah menjadi daratan memiliki potensi banjir tinggi karena secara alami menjadi jalur aliran air.

“Kalau hujan, air pasti mencari tempat paling rendah. Dahulu Selat Muria merupakan jalur air laut dan aliran dari pegunungan. Sekarang wilayah itu menjadi dataran seperti Grobogan, Pati, Demak, Kudus, dan Jepara, sehingga menjadi tempat penampungan air,” jelasnya.

Wahyudi menambahkan bahwa banjir menjadi bencana dengan tingkat risiko tertinggi di Jawa Tengah. Karena itu, peran akademisi dan lulusan teknik sipil sangat dibutuhkan dalam perencanaan drainase, pembangunan jembatan, talud, hingga sistem pengendalian air.

Materi lain disampaikan dosen Teknik Sipil UMS, Gayuh Aji Prasetyaningtiyas, S.T., M.Eng., Ph.D., yang memaparkan penelitian mengenai interaksi akar tanaman dengan tanah menggunakan metode centrifuge. Penelitian tersebut dilakukan untuk mengetahui pengaruh akar terhadap kestabilan lereng pada kondisi tanah jenuh sebagian.

Gayuh menjelaskan bahwa dalam sebuah penelitiannya dilakukan menggunakan akar tanaman asli dan simulasi gravitasi hingga 15 kali gravitasi bumi untuk memodelkan kondisi lereng berskala besar dengan menggunakan centrifuge.

Akan tetapi sebelum memodelkan centrifuge, perlu mengetahui dan mempersiapkan karakteristik tanah. Pertama direct shear, lalu soil water characteristic curve.

“Soil water characteristic adalah karakteristik tanah ketika berhadapan dengan air. Ketika menguap itu gimana kekuatannya, ketika basah itu gimana kekuatannya,” ujarnya.

Tahapan selanjutnya dilakukan dengan mempersiapkan tanamannya itu sendiri dengan mempelajari morfologi akarnya. Selanjutnya dilakukan uji centrifuge dan mencari tahu pergerakan tanah setelah dilakukan pengujian.

Selain itu, seminar ini juga menghadirkan narasumber dari PT. Tetrasa Geosinindo Pria Ardhana, S.T., M.T. Ia menceritakan pengalaman penanganan longsor di wilayah Ungaran, Semarang, pada tahun 2021 yang menyebabkan akses jalan terputus akibat hujan dengan intensitas tinggi.

Menurutnya, longsor dipicu kombinasi pelapukan lereng dan rembesan air drainase yang masuk ke bidang gelincir tanah. Kondisi tersebut diperparah oleh curah hujan tinggi sehingga memicu longsoran besar.

“Kami menemukan adanya aliran drainase yang bocor dan airnya masuk ke bidang gelincir. Lama-kelamaan terbentuk retakan di dalam tanah hingga akhirnya terjadi longsor,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa proses penanganan longsor dilakukan melalui analisis kondisi tanah, pemodelan lereng, hingga pembangunan struktur perkuatan menggunakan kombinasi dinding penahan beton dan geosintetik. Proses konstruksi menjadi lebih menantang karena jalur tersebut tetap harus digunakan untuk aktivitas lalu lintas dan logistik masyarakat.

Tags: UMSUniversitas Muhammadiyah Surakarta
Previous Post

Pemprov Jateng Berdayakan TP PKK Dukung Program Dampingi Ibu Hamil

Next Post

Perkuat Kompetensi Mahasiswa, Ilmu Komunikasi UMS Gelar Workshop Modul Praktikum Berbasis OBE

Indospektrum

Indospektrum

Related Posts

Dosen FEB UMS, Dr. Akbar Pratama Kartika, S.E., M.S.E. Foto: Ist.
Ekonomi

Ekspor Satu Pintu BUMN: Solusi Amankan Devisa atau Potensi Beban Pengusaha? Ini Kata Pakar UMS

by Indospektrum
10 Juni 2026
Solo Times sebagai salah satu media lokal di Solo Raya. Foto: Ist.
Bisnis

Mengenal Solo Times, Media Multiplatform yang Selalu Dinanti Warga Solo Raya

by Indospektrum
10 Juni 2026
Suasana peluncuran program EMPOWER yang dilaksanakan DSDMO UMS. Foto: Ist.
Gaya Hidup

DSDMO UMS Luncurkan Program EMPOWER untuk Jaga Kesehatan Mental Dosen dan Tendik

by Indospektrum
10 Juni 2026
Ilustrasi - Perawatan Continuously Variable Transmission (CVT) di motor matik. Foto: Ist.
Gaya Hidup

Mengenal Fungsi CVT, ‘Otot’ Vital Motor Matik yang Sering Terlupakan

by Ary Wahyu Wibowo
10 Juni 2026
Kegiatan pengabdian masyarakat tim UMS melalui budi daya hidroponik di Desa Ngadirejo, Kartasura. Foto: Ist.
Indeks

Solusi Lahan Sempit, Tim UMS Latih Warga Kartasura Tanam Hidroponik

by Indospektrum
10 Juni 2026
Next Post
Program Studi Ilmu Komunikasi FKI UMS menggelar workshop, Selasa (19/5/2026). Foto: Ist.

Perkuat Kompetensi Mahasiswa, Ilmu Komunikasi UMS Gelar Workshop Modul Praktikum Berbasis OBE

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Currently Playing

Kategori

  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Indeks
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Uncategorized
  • Video

Rekomendasi

Dosen FEB UMS, Dr. Akbar Pratama Kartika, S.E., M.S.E. Foto: Ist.
Ekonomi

Ekspor Satu Pintu BUMN: Solusi Amankan Devisa atau Potensi Beban Pengusaha? Ini Kata Pakar UMS

10 Juni 2026
Solo Times sebagai salah satu media lokal di Solo Raya. Foto: Ist.
Bisnis

Mengenal Solo Times, Media Multiplatform yang Selalu Dinanti Warga Solo Raya

10 Juni 2026
Suasana peluncuran program EMPOWER yang dilaksanakan DSDMO UMS. Foto: Ist.
Gaya Hidup

DSDMO UMS Luncurkan Program EMPOWER untuk Jaga Kesehatan Mental Dosen dan Tendik

10 Juni 2026
Ilustrasi - Perawatan Continuously Variable Transmission (CVT) di motor matik. Foto: Ist.
Gaya Hidup

Mengenal Fungsi CVT, ‘Otot’ Vital Motor Matik yang Sering Terlupakan

10 Juni 2026
Kegiatan pengabdian masyarakat tim UMS melalui budi daya hidroponik di Desa Ngadirejo, Kartasura. Foto: Ist.
Indeks

Solusi Lahan Sempit, Tim UMS Latih Warga Kartasura Tanam Hidroponik

10 Juni 2026
Kepala Dinas PUPR Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro saat meninjau ruas Singget-Djoplang-Cepu, Selasa, 9 Juni 2026. Foto: Ist.
Indeks

Kucurkan Rp34 Miliar, Pemprov Jateng Targetkan Jalan Randublatung-Cepu Rampung Dibeton Akhir 2026

10 Juni 2026
Facebook Instagram Twitter Youtube
Indospektrum

Indospektrum adalah portal berita yang mengonfirmasi data dan fakta dengan sumber informasi.

Kategori

  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Indeks
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Uncategorized
  • Video
  • Tentang Kami
  •  
  • Tim Redaksi
  •  
  • Kontak Kami

© 2026 - Indospektrum

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Gagasan
  • Indeks
  • Galeri
    • Foto
    • Video

© 2026 - Indospektrum