Sabtu, 24 Oktober 2026
Indospektrum
Advertisement
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Gagasan
  • Indeks
  • Galeri
    • Foto
    • Video
No Result
View All Result
Indospektrum
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Gagasan
  • Indeks
  • Galeri
    • Foto
    • Video
No Result
View All Result
Indospektrum
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup

Apa Itu Superflu? Simak Karakteristik, Gejala, dan Cara Pencegahannya Menurut Pakar

Indospektrum by Indospektrum
16 Januari 2026
in Gaya Hidup, Indeks
0
Share on FacebookShare on Twitter
Dokter Spesialis Paru RS UNS, dr. Brigitta Devi Anindita Hapsari, Sp.P. (K). Foto: Ist.

SOLO – Akhir-akhir ini, istilah superflu sedang marak diperbincangkan karena gelombang meningkatnya kasus influenza musiman yang disebabkan oleh varian virus influenza A(H3N2) subclade K di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Meski namanya terdengar menakutkan, istilah ini bukan nama penyakit baru atau virus baru secara resmi. Melainkan istilah populer yang merujuk pada peningkatan penularan influenza yang cepat akhir-akhir ini.

Dokter Spesialis Paru Rumah Sakit (RS) UNS, dr. Brigitta Devi Anindita Hapsari, Sp.P. (K), menyampaikan bahwa Superflu dapat dicegah melalui penerapan perilaku hidup sehat secara konsisten. Namun sebelum membahas lebih lanjut mengenai langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan masyarakat, penting untuk memahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan Superflu, termasuk karakteristik, gejala, serta faktor risikonya, agar upaya pencegahan dapat dilakukan secara tepat dan efektif.

Varian yang disebut Superflu ini termasuk dalam keluarga virus influenza A H3N2 yang sudah dikenal dan dipantau oleh sistem surveilans global seperti WHO. Menurut Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia, temuan Superflu pertama kali terdeteksi di Indonesia pada Agustus 2025 melalui sistem surveilans ILI-SARI dan Whole Genome Sequencing (WGS). Hingga akhir Desember 2025, tercatat 62 kasus influenza A(H3N2) subclade K yang tersebar di delapan provinsi.

Provinsi dengan jumlah kasus tertinggi adalah Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat. Laporan lain mencatat bahwa mayoritas kasus ditemukan pada anak-anak dan perempuan, namun Kemenkes menegaskan situasi masih terkendali dan tidak menunjukkan peningkatan keparahan yang signifikan dibandingkan influenza biasa.

dr. Brigitta menyampaikan bahwa istilah Superflu menjadi populer karena munculnya sejumlah karakteristik yang menarik perhatian publik. Di antaranya adalah penularan yang berlangsung sangat cepat, terutama pada musim tertentu, serta dominasi varian influenza H3N2 subclade K yang menyebabkan tren kasus influenza musiman terasa lebih intens di beberapa wilayah.

Selain itu, peningkatan jumlah kasus juga terjadi secara bersamaan di banyak negara, sehingga memunculkan kekhawatiran global. Namun demikian, berdasarkan penilaian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan data epidemiologi yang tersedia, varian ini tidak terbukti memiliki tingkat keparahan yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan influenza musiman yang telah beredar sebelumnya.

Superflu atau influenza A(H3N2) subclade K umumnya menimbulkan gejala yang mirip dengan flu musiman biasa. Gejala tersebut meliputi demam tinggi, batuk dan pilek, sakit tenggorokan, sakit kepala disertai nyeri otot, serta tubuh terasa lemas.

Keluhan ini biasanya muncul secara bertahap dalam beberapa hari setelah seseorang terpapar virus. Secara klinis, dokter tidak dapat membedakan varian Superflu hanya berdasarkan gejala fisik, karena manifestasinya sangat menyerupai influenza musiman pada umumnya.

“Virus influenza menyebar utamanya melalui percikan udara (droplet) ketika orang yang terinfeksi batuk, bersin, atau berbicara. Penularan juga bisa terjadi melalui kontak langsung dengan permukaan yang terkontaminasi lalu menyentuh wajah, hidung, atau mulut,” terang dr. Brigitta melalui keterangan tertulis Humas UNS yang dikutip, Jumat (16/1/2026).

Kemudian untuk kelompok yang paling berisiko terinfeksi maupun mengalami komplikasi serius akibat superflu meliputi anak-anak, khususnya balita, lanjut usia (lansia), serta orang dengan kondisi medis kronis seperti penyakit jantung, paru, diabetes, atau gangguan ginjal.

Selain itu, penderita dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah atau gangguan imun juga memiliki risiko lebih tinggi karena tubuh tidak mampu melawan infeksi secara optimal. Oleh karena itu, kelompok rentan ini perlu mendapatkan perhatian khusus melalui upaya pencegahan, pemantauan kesehatan, serta penanganan medis yang lebih dini.

Meskipun situasi saat ini masih tergolong terkendali, Kemenkes bersama otoritas kesehatan tetap mengimbau masyarakat untuk menerapkan sejumlah langkah pencegahan penting. Imunisasi influenza tahunan tetap direkomendasikan, terutama bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, lansia, dan penderita penyakit penyerta, karena vaksin dapat menurunkan risiko sakit berat dan kebutuhan rawat inap.

Selain itu, masyarakat dianjurkan untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), antara lain dengan mencuci tangan menggunakan sabun secara rutin, menjaga etika batuk dan bersin, menggunakan masker saat muncul gejala flu, serta menghindari menyentuh wajah dengan tangan yang kotor.

Upaya pencegahan juga perlu didukung dengan istirahat yang cukup dan konsumsi gizi seimbang guna menjaga daya tahan tubuh. Apabila mengalami demam atau batuk, masyarakat disarankan tetap berada di rumah dan menghindari kerumunan hingga kondisi membaik, sebagai langkah sederhana namun efektif untuk menekan risiko penularan.

“Segera hubungi fasilitas kesehatan jika gejala makin berat, seperti sesak napas atau gejala pneumonia,” ujar dr. Brigitta.

Tags: superfluUNS
Previous Post

KAI Daop 6 Pastikan Seluruh Perjalanan KA Jarak Jauh Berjalan Sesuai Jadwal

Next Post

Libur Isra Miraj 2026: Penumpang di Stasiun Solo Balapan Meningkat 14 Persen

Indospektrum

Indospektrum

Related Posts

Rektor UMS Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum. Foto: Ist.
Indeks

Wujud Nyata Kepedulian Almamater, IKA UMS Gelar Kick-off Beasiswa Batch VIII

by Indospektrum
24 Oktober 2026
FIK UMS mematangkan pendirian program profesi dan doktor kesehatan masyarakat. Foto: Ist.
Indeks

FIK UMS Matangkan Persiapan Pendirian Prodi Profesi Kesehatan Masyarakat dan S3 Kesehatan Masyarakat

by Indospektrum
24 Oktober 2026
Gubernur Ahmad Luthfi meraih penghargaan kategori Investasi dan Penguatan Program Strategis Nasional. Foto: Ist.
Indeks

Genjot Pertumbuhan Ekonomi Jateng, Gubernur Ahmad Luthfi Raih Penghargaan Investasi 2026

by Indospektrum
24 Oktober 2026
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat acara Forum Investasi Jawa Tengah dan Detik Jateng-Jogja Award 2026 di KEK Industropolis Batang, Jumat, 23 Oktober 2026. Foto: Ist.
Indeks

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Optimistis Capaian Investasi Tembus Rp110 Triliun hingga Akhir 2026

by Indospektrum
23 Oktober 2026
RS UMS A.R. Fachrudin menjalani kredensialing BPJS Kesehatan. Foto: Ist.
Indeks

RS UMS A.R. Fachrudin Jalani Kredensialing BPJS Kesehatan untuk Perluas Akses Layanan Masyarakat

by Indospektrum
23 Oktober 2026
Next Post
Ilustrasi - Stasiun Solo Balapan di Kota Solo. Foto: Ist.

Libur Isra Miraj 2026: Penumpang di Stasiun Solo Balapan Meningkat 14 Persen

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Currently Playing

Kategori

  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Indeks
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Uncategorized
  • Video

Rekomendasi

Rektor UMS Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum. Foto: Ist.
Indeks

Wujud Nyata Kepedulian Almamater, IKA UMS Gelar Kick-off Beasiswa Batch VIII

24 Oktober 2026
FIK UMS mematangkan pendirian program profesi dan doktor kesehatan masyarakat. Foto: Ist.
Indeks

FIK UMS Matangkan Persiapan Pendirian Prodi Profesi Kesehatan Masyarakat dan S3 Kesehatan Masyarakat

24 Oktober 2026
Gubernur Ahmad Luthfi meraih penghargaan kategori Investasi dan Penguatan Program Strategis Nasional. Foto: Ist.
Indeks

Genjot Pertumbuhan Ekonomi Jateng, Gubernur Ahmad Luthfi Raih Penghargaan Investasi 2026

24 Oktober 2026
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat acara Forum Investasi Jawa Tengah dan Detik Jateng-Jogja Award 2026 di KEK Industropolis Batang, Jumat, 23 Oktober 2026. Foto: Ist.
Indeks

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Optimistis Capaian Investasi Tembus Rp110 Triliun hingga Akhir 2026

23 Oktober 2026
RS UMS A.R. Fachrudin menjalani kredensialing BPJS Kesehatan. Foto: Ist.
Indeks

RS UMS A.R. Fachrudin Jalani Kredensialing BPJS Kesehatan untuk Perluas Akses Layanan Masyarakat

23 Oktober 2026
Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana  (BPBD) Provinsi Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan saat menghadiri kegiatan co-working Space Rumah Rakyat, Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kamis (22/10/2026). Foto : Ist.
Indeks

Pemprov Jateng Minta Seluruh Jalur Pendakian Gunung Ditutup Sementara untuk Antisipasi Karhutla

23 Oktober 2026
Facebook Instagram Twitter Youtube
Indospektrum

Indospektrum adalah portal berita yang mengonfirmasi data dan fakta dengan sumber informasi.

Kategori

  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Indeks
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Uncategorized
  • Video
  • Tentang Kami
  •  
  • Tim Redaksi
  •  
  • Kontak Kami

© 2026 - Indospektrum

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Gagasan
  • Indeks
  • Galeri
    • Foto
    • Video

© 2026 - Indospektrum