Jumat, 17 April 2026
Indospektrum
Advertisement
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Gagasan
  • Indeks
  • Galeri
    • Foto
    • Video
No Result
View All Result
Indospektrum
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Gagasan
  • Indeks
  • Galeri
    • Foto
    • Video
No Result
View All Result
Indospektrum
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup

Apa Itu Superflu? Simak Karakteristik, Gejala, dan Cara Pencegahannya Menurut Pakar

Indospektrum by Indospektrum
16 Januari 2026
in Gaya Hidup, Indeks
0
Share on FacebookShare on Twitter
Dokter Spesialis Paru RS UNS, dr. Brigitta Devi Anindita Hapsari, Sp.P. (K). Foto: Ist.

SOLO – Akhir-akhir ini, istilah superflu sedang marak diperbincangkan karena gelombang meningkatnya kasus influenza musiman yang disebabkan oleh varian virus influenza A(H3N2) subclade K di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Meski namanya terdengar menakutkan, istilah ini bukan nama penyakit baru atau virus baru secara resmi. Melainkan istilah populer yang merujuk pada peningkatan penularan influenza yang cepat akhir-akhir ini.

Dokter Spesialis Paru Rumah Sakit (RS) UNS, dr. Brigitta Devi Anindita Hapsari, Sp.P. (K), menyampaikan bahwa Superflu dapat dicegah melalui penerapan perilaku hidup sehat secara konsisten. Namun sebelum membahas lebih lanjut mengenai langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan masyarakat, penting untuk memahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan Superflu, termasuk karakteristik, gejala, serta faktor risikonya, agar upaya pencegahan dapat dilakukan secara tepat dan efektif.

Varian yang disebut Superflu ini termasuk dalam keluarga virus influenza A H3N2 yang sudah dikenal dan dipantau oleh sistem surveilans global seperti WHO. Menurut Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia, temuan Superflu pertama kali terdeteksi di Indonesia pada Agustus 2025 melalui sistem surveilans ILI-SARI dan Whole Genome Sequencing (WGS). Hingga akhir Desember 2025, tercatat 62 kasus influenza A(H3N2) subclade K yang tersebar di delapan provinsi.

Provinsi dengan jumlah kasus tertinggi adalah Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat. Laporan lain mencatat bahwa mayoritas kasus ditemukan pada anak-anak dan perempuan, namun Kemenkes menegaskan situasi masih terkendali dan tidak menunjukkan peningkatan keparahan yang signifikan dibandingkan influenza biasa.

dr. Brigitta menyampaikan bahwa istilah Superflu menjadi populer karena munculnya sejumlah karakteristik yang menarik perhatian publik. Di antaranya adalah penularan yang berlangsung sangat cepat, terutama pada musim tertentu, serta dominasi varian influenza H3N2 subclade K yang menyebabkan tren kasus influenza musiman terasa lebih intens di beberapa wilayah.

Selain itu, peningkatan jumlah kasus juga terjadi secara bersamaan di banyak negara, sehingga memunculkan kekhawatiran global. Namun demikian, berdasarkan penilaian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan data epidemiologi yang tersedia, varian ini tidak terbukti memiliki tingkat keparahan yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan influenza musiman yang telah beredar sebelumnya.

Superflu atau influenza A(H3N2) subclade K umumnya menimbulkan gejala yang mirip dengan flu musiman biasa. Gejala tersebut meliputi demam tinggi, batuk dan pilek, sakit tenggorokan, sakit kepala disertai nyeri otot, serta tubuh terasa lemas.

Keluhan ini biasanya muncul secara bertahap dalam beberapa hari setelah seseorang terpapar virus. Secara klinis, dokter tidak dapat membedakan varian Superflu hanya berdasarkan gejala fisik, karena manifestasinya sangat menyerupai influenza musiman pada umumnya.

“Virus influenza menyebar utamanya melalui percikan udara (droplet) ketika orang yang terinfeksi batuk, bersin, atau berbicara. Penularan juga bisa terjadi melalui kontak langsung dengan permukaan yang terkontaminasi lalu menyentuh wajah, hidung, atau mulut,” terang dr. Brigitta melalui keterangan tertulis Humas UNS yang dikutip, Jumat (16/1/2026).

Kemudian untuk kelompok yang paling berisiko terinfeksi maupun mengalami komplikasi serius akibat superflu meliputi anak-anak, khususnya balita, lanjut usia (lansia), serta orang dengan kondisi medis kronis seperti penyakit jantung, paru, diabetes, atau gangguan ginjal.

Selain itu, penderita dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah atau gangguan imun juga memiliki risiko lebih tinggi karena tubuh tidak mampu melawan infeksi secara optimal. Oleh karena itu, kelompok rentan ini perlu mendapatkan perhatian khusus melalui upaya pencegahan, pemantauan kesehatan, serta penanganan medis yang lebih dini.

Meskipun situasi saat ini masih tergolong terkendali, Kemenkes bersama otoritas kesehatan tetap mengimbau masyarakat untuk menerapkan sejumlah langkah pencegahan penting. Imunisasi influenza tahunan tetap direkomendasikan, terutama bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, lansia, dan penderita penyakit penyerta, karena vaksin dapat menurunkan risiko sakit berat dan kebutuhan rawat inap.

Selain itu, masyarakat dianjurkan untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), antara lain dengan mencuci tangan menggunakan sabun secara rutin, menjaga etika batuk dan bersin, menggunakan masker saat muncul gejala flu, serta menghindari menyentuh wajah dengan tangan yang kotor.

Upaya pencegahan juga perlu didukung dengan istirahat yang cukup dan konsumsi gizi seimbang guna menjaga daya tahan tubuh. Apabila mengalami demam atau batuk, masyarakat disarankan tetap berada di rumah dan menghindari kerumunan hingga kondisi membaik, sebagai langkah sederhana namun efektif untuk menekan risiko penularan.

“Segera hubungi fasilitas kesehatan jika gejala makin berat, seperti sesak napas atau gejala pneumonia,” ujar dr. Brigitta.

Tags: superfluUNS
Previous Post

KAI Daop 6 Pastikan Seluruh Perjalanan KA Jarak Jauh Berjalan Sesuai Jadwal

Next Post

Libur Isra Miraj 2026: Penumpang di Stasiun Solo Balapan Meningkat 14 Persen

Indospektrum

Indospektrum

Related Posts

KAI Daop 6 Yogyakarta menggelar kegiatan Safety Rangers Goes to School di SDN Kabangan, Solo, Kamis (16/4/2026). Foto: Ist.
Indeks

KAI Daop 6 Gelar Safety Rangers Goes to School di SDN Kabangan Solo

by Indospektrum
16 April 2026
MAKI, LP3HI dan dua warga akan menggugat ke MK terkait keikutsertaan Indonesia ke BoP atau Dewan Perdamaian Dunia. Foto: Ist.
Indeks

Keikutsertaan Indonesia Gabung BoP Digugat ke MK, Persetujuan DPR Jadi Sorotan

by Indospektrum
16 April 2026
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menghadiri acara halalbihalal dan silaturahmi Kadin Jawa Tengah di Hotel Patra Semarang, Kamis, 16 April 2026. Foto: Ist.
Ekonomi

Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Kadin “Keroyok” Kemiskinan Ekstrem di Jawa Tengah

by Indospektrum
16 April 2026
FHIP UMS menggelar ICRTLAW ke-5 secara daring, Selasa (8/4/2026). Foto: Ist.
Indeks

FHIP UMS Gelar ICRTLAW ke-5: Soroti Tantangan Keamanan Siber dan Perlindungan HAM di Era Digital

by Indospektrum
16 April 2026
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menerima kunjungan  Direktur Jenderal PKH Kementerian Pertanian, Agung Suganda dan Perwakilan PT GDB, Kamis, 16 April 2026. Foto: Ist.
Ekonomi

Brebes Bakal Jadi Lokasi Mega Farm Terbesar di Indonesia, Kapasitas 30 Ribu Ekor Sapi

by Indospektrum
16 April 2026
Next Post
Ilustrasi - Stasiun Solo Balapan di Kota Solo. Foto: Ist.

Libur Isra Miraj 2026: Penumpang di Stasiun Solo Balapan Meningkat 14 Persen

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Currently Playing

Kategori

  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Indeks
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Uncategorized
  • Video

Rekomendasi

KAI Daop 6 Yogyakarta menggelar kegiatan Safety Rangers Goes to School di SDN Kabangan, Solo, Kamis (16/4/2026). Foto: Ist.
Indeks

KAI Daop 6 Gelar Safety Rangers Goes to School di SDN Kabangan Solo

16 April 2026
MAKI, LP3HI dan dua warga akan menggugat ke MK terkait keikutsertaan Indonesia ke BoP atau Dewan Perdamaian Dunia. Foto: Ist.
Indeks

Keikutsertaan Indonesia Gabung BoP Digugat ke MK, Persetujuan DPR Jadi Sorotan

16 April 2026
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menghadiri acara halalbihalal dan silaturahmi Kadin Jawa Tengah di Hotel Patra Semarang, Kamis, 16 April 2026. Foto: Ist.
Ekonomi

Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Kadin “Keroyok” Kemiskinan Ekstrem di Jawa Tengah

16 April 2026
FHIP UMS menggelar ICRTLAW ke-5 secara daring, Selasa (8/4/2026). Foto: Ist.
Indeks

FHIP UMS Gelar ICRTLAW ke-5: Soroti Tantangan Keamanan Siber dan Perlindungan HAM di Era Digital

16 April 2026
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menerima kunjungan  Direktur Jenderal PKH Kementerian Pertanian, Agung Suganda dan Perwakilan PT GDB, Kamis, 16 April 2026. Foto: Ist.
Ekonomi

Brebes Bakal Jadi Lokasi Mega Farm Terbesar di Indonesia, Kapasitas 30 Ribu Ekor Sapi

16 April 2026
Sekda Provinsi Jawa Tengah Sumarno menghadiri Rapat Paripurna DPRD Jateng, Kamis, 16 April 2026. Foto: Ist.
Indeks

Pemprov Jateng Dorong Percepatan Raperda Garis Sempadan demi Ketertiban Ruang

16 April 2026
Facebook Instagram Twitter Youtube
Indospektrum

Indospektrum adalah portal berita yang mengonfirmasi data dan fakta dengan sumber informasi.

Kategori

  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Indeks
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Uncategorized
  • Video
  • Tentang Kami
  •  
  • Tim Redaksi
  •  
  • Kontak Kami

© 2026 - Indospektrum

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Gagasan
  • Indeks
  • Galeri
    • Foto
    • Video

© 2026 - Indospektrum