Categories: IndeksNews

Banjir Rendam Sejumlah Wilayah di Solo, Ratusan Warga Sempat Mengungsi

Wali Kota Solo Respati Ardi saat meninjau banjir yang terjadi di Kecamatan Laweyan Solo. Foto: Ist.

SOLO – Sejumlah titik di Kota Solo kebanjiran menyusul hujan semalaman dengan intensitas tinggi. Hujan deras mengakibatkan Sungai Jenes meluap yang mengakibatkan ratysan kepala keluarga (KK) terdampak banjir.

Data yang dihimpun dari PMI Solo, sejumlah wilayah di beberapa kecamatan terendam banjir dan memaksa ratusan warga sempat mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Berdasarkan laporan Posko Penanggulangan Bencana PMI Kota Solo pada Rabu (15/4/2026) pukul 14.24 WIB, titik banjir tersebar di beberapa kelurahan, di antaranya Pajang, Bumi, Sondakan, Tipes, Joyontakan, Joyosuran, Sangkrah, hingga Panularan.

Tercatat sebanyak 592 KK terdampak oleh kejadian ini. Kelurahan Bumi dan Panularan menjadi wilayah dengan jumlah terdampak yang cukup signifikan, dengan rincian sebagai berikut:

– Kelurahan Bumi: 150 KK di RW 02, 04, 05, 06, dan 07.
– Kelurahan Panularan: 187 KK tersebar di beberapa RT di wilayah RW 02.
– Kelurahan Pajang: Sekitar 110 KK terdampak di beberapa titik RW.
– Kelurahan Joyosuran: 117 KK terdampak di RT 01 RW 08.

Meskipun merendam permukiman, sejauh ini tidak ada kerusakan berat pada bangunan rumah maupun fasilitas umum seperti sekolah dan perkantoran.

Hingga Rabu siang, ribuan jiwa terdata sempat menempati posko pengungsian. Beberapa titik pengungsian utama meliputi:

– Masjid Al-Furqon, Panularan: 688 Jiwa.
– Rumah Warga Pajang RW 14: 220 Jiwa.
– Pos Ronda Jl. Songgorunggi: 100 Jiwa.
– Gedung Serbaguna Baron Kunden: 60 Jiwa.
– Masjid Nurhasanah Bumi: 60 Jiwa.

Saat ini, air di sebagian besar wilayah mulai surut. Masyarakat dilaporkan telah kembali ke rumah masing-masing untuk memulai proses pembersihan sisa-sisa lumpur dan sampah pasca-banjir. Kebutuhan mendesak yang saat ini diperlukan oleh warga adalah bantuan logistik makanan.

Sementara itu, peristiwa banjir mendapat perhatian yang serius dari Wali Kota Solo, Respati Ardi. Respati turun langsung untuk meninjau banjir di beberapa lokasi. Salah satu lokasi yang ditinjau berada di sejumlah titik di Kecamatan Laweyan.

Respati datang untuk memastikan warga yang terdampak dalam kondisi yang aman pada Rabu (15/4/2026) dini hari sekitar pukul 00.30 WIB. Setelah meninjau beberapa titik banjir, dia kemudian mendatangi tempat pengungsian sementara yang berada di RT 3 RW 5 Kelurahan Bumi.

Bersama warga yang mengungsi terdampak banjir, Respati juga memberikan atensi dengan mengkoordinasi bantuan-bantuan yang dibutuhkan warga seperti makanan, obat-obatan dan selimut hingga tikar untuk istirahat.

“Dini hari ini berada di Laweyan di daerah terdampak banjir. Yang pertama saya memastikan kebutuhan warga yang terdampak terpenuhi dulu dan ini saya sudah meminta kepada BPBD dan Dinas Sosial untuk memenuhi kebutuhan warga,” kata Respati.

Respati juga meminta kepada masyarakat manakala terdampak banjir bisa melaporkan. Dia memastikan akan menindaklanjuti aduan dari warga yang terdampak banjir.

“Silahkan bagi warga yang terdampak untuk melaporkan, dan kami dengan BPBD dan Kecamatan akan menindaklanjuti. Saya juga sudh meminta agar ada petugas-petugas untuk mengevakuasi warga ke tempat pengungsian,” katanya.

“Kami akan menyediakan bantuan berupa makanan untuk yang sedang kita evakuasi. Dan bantuan obat-obatan karena tadi ada masyarakat berkebutuhan khusus (lansia dan disabilitas) juga yang nanti akan kita prioritaskan,” tambahnya.

Respati juga mengajak kepada Komunitas Sosial untuk saling membantu bagi warga yang terdampak.

“Hujan hari ini luar biasa lebat, Disaat seperti ini solidaritas kita sebagai sesama warga sangat dibutuhkan. Silahkan juga rekan-rekan di Yayasan yang bergerak di bidang sosial jika ingin memberikan bantuan bisa menghubungi kecamatan setempat,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Respati mengakui ada sejumlah titik banjir selain di Kecamatan Laweyan. Dirinya memastikan penanganan banjir di daerah lainnya akan dilakukan secara cepat dan komprehensif.

Indospektrum

Recent Posts

KAI Daop 6 Gelar Safety Rangers Goes to School di SDN Kabangan Solo

SOLO - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta menggelar kegiatan Safety…

8 jam ago

Keikutsertaan Indonesia Gabung BoP Digugat ke MK, Persetujuan DPR Jadi Sorotan

SOLO - Langkah Presiden RI, Prabowo Subianto yang membawa Indonesia bergabung ke Board of Peace…

8 jam ago

Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Kadin “Keroyok” Kemiskinan Ekstrem di Jawa Tengah

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi mengajak Kamar Dagang dan Industri (Kadin) berkolaborasi dalam…

9 jam ago

FHIP UMS Gelar ICRTLAW ke-5: Soroti Tantangan Keamanan Siber dan Perlindungan HAM di Era Digital

SOLO - Fakultas Hukum dan Ilmu Politik (FHIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) http://ums.ac.id menyelenggarakan International…

9 jam ago

Brebes Bakal Jadi Lokasi Mega Farm Terbesar di Indonesia, Kapasitas 30 Ribu Ekor Sapi

SEMARANG – Peternakan sapi perah terpadu (mega farm) berskala besar dengan kapasitas mencapai 30 ribu…

10 jam ago

Pemprov Jateng Dorong Percepatan Raperda Garis Sempadan demi Ketertiban Ruang

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendorong percepatan pembahasan Rencana Peraturan Daerah (Raperda) tentang Garis…

12 jam ago

This website uses cookies.