Categories: IndeksPendidikan

Diskusi HMP PAI UMS: Fenomena ‘Login’ Muhammadiyah Capai 89,4 Persen di Kalangan Gen-Z

Diskusi Akademik yang digelar HMP PAI UMS Foto: Ist.

SOLO – Kemandirian dan sikap adaptif Muhammadiyah berhasil menarik minat 89 persen generasi muda untuk bergabung atau login ke Muhammadiyah.

Fenomena diulas dalam Diskusi Akademik yang digelar Himpunan Mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Islam (HMP PAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) https://www.ums.ac.id/ di Hall Auditorium Mohammad Djazman.

Diskusi tersebut dipantik oleh dua mahasiswa aktif PAI UMS, yaitu Muhammad Faozan Syifaur selaku kader bidang Pengembangan Intelektual dan Keislaman (PIK) dan Khoirul Ibadi Pinem sebagai Ketua Bidang Kaderisasi HMP PAI UMS.

Diskusi diawali dengan pembahasan mengenai arti login Muhammadiyah. Muhammad Faozan menjelaskan bahwa login Muhammadiyah adalah fenomena ketika seseorang masuk ke dalam mode berislam ala Muhammadiyah.

“Login muhammadiyah dapat diibaratkan seakan-akan anda masuk ke dimensi Ke-Muhammadiyahan,” jelasnya, Rabu (15/4/2026).

Dalam hal ini, Muhammadiyah dianggap sebagai organisasi yang cocok dengan interpretasi anak-anak muda sekarang yang cenderung lebih memilih sistem organisasi yang simpel, akurat, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Faozan juga mengungkapkan bahwa login Muhammadiyah terbagi dalam dua kategori, yakni login kultural dan login struktural. ​”Login kultural simpelnya seperti identitas digital dan kesamaan pola pikir dalam beberapa konsep bermuamalah di Muhammadiyah,” jelas Faozan dalam diskusi tersebut.

Akan tetapi dukungan nyata kepada Muhammadiyah terlihat melalui login struktural dengan pendaftaran resmi Nomor Baku Muhammadiyah (NBM) melalui aplikasi MASA. Inilah yang disebut sebagai login struktural.

Menurut Faozan, minat anak muda ini bukan tanpa alasan kuat. Berdasarkan data Pusat Studi Kebijakan Publik (PSKP) UAD, sebanyak 89,4 persen anak muda menilai Muhammadiyah sebagai organisasi yang mandiri, adaptif, serta rasional.

Secara khusus, trend ini semakin menguat sejak momen penetapan Idul Fitri 1447 H yang sempat diwarnai propaganda larangan merayakan hari raya di luar keputusan pemerintah.

“Muncul sejak momen penetapan hari raya, ketika ramai perdebatan rukyat dan hilal serta adanya propaganda yang menyebut pengumuman selain pemerintah itu haram,” tambahnya.

Sementara itu, Khoirul Ibadi Pinem meninjau fenomena ini dari sisi penguatan institusi. Menurutnya, daya tarik Muhammadiyah di mata Gen-Z juga didorong oleh tiga fungsi utama lembaga pendidikannya.

Muhammadiyah dilihat dari fungsi pendidikan merupakan pusat integrasi ilmu modern dan Al-Qur’an yang solutif serta berkontribusi nyata bagi masyarakat. Sementara dalam fungsi dakwah disebut sebagai lembaga pendidikan berperan sebagai basis dakwah dan setiap aktivitas akademik wajib selaras dengan spirit dan cita-cita Muhammadiyah.

Selain itu, Muhammadiyah memiliki fungsi perkaderan yang ditujukan untuk menyiapkan generasi muda sebagai pewaris estafet kepemimpinan bangsa dan persyarikatan agar semangat perjuangan tetap berkelanjutan.

​”Lembaga pendidikan adalah kunci. Di sanalah nilai-nilai Muhammadiyah ditanamkan sehingga generasi muda merasa relevan untuk ‘login’ secara ideologis maupun struktural,” pungkas Khoirul

​Menurut Khoriul, diskusi di Hall Auditorium Mohammad Djazman ini menegaskan bahwa fenomena “Login Muhammadiyah” adalah buah dari konsistensi organisasi dalam menjaga kemandirian dan rasionalitas di tengah perubahan zaman.

Indospektrum

Recent Posts

Usung Collaborative Government, Gubernur Ahmad Luthfi Ajak UGM Ikut Bangun Jawa Tengah

SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengajak kepada sivitas akademika Universitas Gajah Mada (UGM)…

2 jam ago

Jadikan Solo Raya Percontohan Ekonomi Aglomerasi, Ahmad Luthfi Sabet Penghargaan Regional Leadership

KARANGANYAR — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menerima penghargaan Agglomeration Leadership Award untuk kategori Regional…

6 jam ago

Gubernur Ahmad Luthfi Dorong Sinergi Lintas Sektor untuk Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan Jawa Tengah

MAGELANG – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menyatakan, pengembangan sektor pariwisata di wilayahnya membutuhkan sinergi…

17 jam ago

Antisipasi Penimbunan Jelang Nataru, Ahmad Luthfi Minta Satgas Pengendalian Harga Diperkuat

MAGELANG – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menginstruksikan agar dilakukan penguatan Satuan Tugas (Satgas) Pengendalian…

17 jam ago

Pemprov Jateng Gulirkan 19 Program Intervensi di Sragen, Genjot Pengentasan Kemiskinan dan Stunting

SRAGEN – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggulirkan 19 bentuk intervensi di Desa Gemantar, Kecamatan Mondokan,…

21 jam ago

BEI Resmi Gelar CMSE 2026, Dorong Literasi dan Inklusi Pasar Modal Indonesia

JAKARTA – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Self-Regulatory Organization (SRO) lainnya, yaitu PT Kliring…

22 jam ago

This website uses cookies.