KLATEN – PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah memberikan apresiasi tinggi kepada Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri atas keberhasilan mengungkap kasus dugaan penyalahgunaan LPG bersubsidi di wilayah Klaten.
Dalam pengungkapan tersebut, petugas menemukan praktik ilegal berupa pemindahan isi gas dari tabung LPG 3 kg bersubsidi ke dalam tabung non-subsidi ukuran 12 kg dan 50 kg. Praktik ini dinilai merugikan negara serta mengancam ketersediaan stok bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Fanda Chrismianto, menegaskan bahwa penindakan tegas dari aparat sangat diperlukan untuk menjaga integritas distribusi energi.
“Kami mengapresiasi langkah tegas Bareskrim Polri. Praktik penyalahgunaan LPG subsidi adalah pelanggaran serius. Penindakan ini sangat penting agar distribusi energi tetap tepat sasaran kepada masyarakat yang berhak,” ujar Fanda dalam keterangannya, Minggu (3/5/2026).
Senada dengan hal tersebut, Wakabareskrim Polri, Nunung Syaifuddin, menyatakan bahwa pihaknya tidak akan kompromi terhadap kejahatan yang merugikan rakyat kecil.
“Penyalahgunaan LPG subsidi bukan hanya merugikan negara, tetapi juga mengkhianati masyarakat kecil. Penindakan akan terus dilakukan secara tegas,” tegas Nunung.
Sebagai langkah antisipasi jangka panjang, Pertamina saat ini gencar menjalankan program Subsidi Tepat LPG. Pendataan dilakukan berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) atau by name by address untuk memastikan distribusi lebih transparan.
Pjs. Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Risky Diba Avrita, mengimbau agar konsumen hanya membeli LPG di pangkalan resmi.
“Masyarakat jangan tergiur harga murah dari pihak yang tidak resmi. Jika menemukan indikasi penyalahgunaan di lapangan, segera laporkan agar bisa ditindaklanjuti,” kata Risky.
Untuk menjamin keaslian produk, Pertamina mengingatkan bahwa tabung LPG non-subsidi (Bright Gas) kini telah dilengkapi dengan barcode/QR Code yang dapat dipindai oleh konsumen. Informasi mengenai lokasi pembelian resmi dapat diakses melalui Pertamina Call Center 135.
SOLO - Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id melaksanakan kegiatan…
SOLO - Koperasi Mahasiswa (KOPMA) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id bersama Koperasi Mahasiswa (KOPMA) Universitas…
SEMARANG - Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen mengajak masyarakat di wilayahnya untuk…
JAKARTA — Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bertemu dengan Direktur Utama Bank…
SOLO - Mahasiswa Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id sukses membawa pulang prestasi…
JAKARTA - PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) terus mengoptimalkan pengalaman nasabah dengan melakukan…
This website uses cookies.