Categories: IndeksPendidikan

Bedah Epistemologi dan Metodologi Tafsir At-Tanwir di Pondok Shabran UMS

Pondok Hajjah Nuriyah Shabran UMS menggelar kuliah umum pada Minggu (17/5/2026) di Ruang Seminar Gedung Pascasarjana Lantai 5 UMS. Foto: Ist.

SOLO – Pondok Hajjah Nuriyah Shabran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar kuliah umum bertajuk “Tafsir At-Tanwir: Epistemologi, Metodologi, dan Relevansinya di Era Kontemporer” pada Minggu, (17/5/2026) di Ruang Seminar Gedung Pascasarjana Lantai 5 UMS. Kegiatan tersebut menghadirkan Prof. Dr. Ustadi Hamsah, S.Ag., M.Ag. sebagai pemateri utama.

Acara dihadiri seluruh mahasantri dan para pembina Pondok Shabran UMS. Sejak awal kegiatan, suasana berlangsung khidmat dan tertib. Para mahasantri tampak fokus mengikuti materi yang disampaikan selama kuliah umum berlangsung.

Ibnu Masngud,S. Ag., selaku koordinator acara, serta pembina Pondok Shabran, menjelaskan tentang pentingnya kuliah umum ini, karena akan mendukung profil lulusan Pondok Shabran UMS sebagai ulama’ tarjih.

“Kuliah umum bertema Tafsir At-Tanwir penting bagi mahasantri Shabran karena sejalan dengan profil lulusan sebagai kader ulama tarjih. Kegiatan ini bertujuan mengenalkan epistemologi, metodologi, dan relevansi Tafsir At-Tanwir di era sekarang, sekaligus memotivasi mahasantri untuk mendalami ilmu tafsir,” tuturnya melalui keterangan tertulis yang dikutip, Minggu (24/5/2026).

Harapannya, tambah dia, mahasantri tertarik mempelajari Tafsir At-Tanwir sebagai wujud gerakan tajdid Muhammadiyah, bahkan kelak lahir mufassir dari Pondok Shabran yang membawa semangat pembaruan Al-Qur’an bagi kehidupan umat.

Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Ustadi Hamsah, S.Ag., M.Ag. memperkenalkan Tafsir At-Tanwir sebagai produk resmi Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah yang saat ini masih dalam proses penyelesaian.

“Ada dua jilid tafsir telah dicetak, sementara proses penyusunan telah mencapai sekitar 30 juz. Namun, tahapan editing dan layouting masih berada di kisaran 20 juz. Kitab tafsir tersebut direncanakan diluncurkan secara resmi pada Muktamar Muhammadiyah tahun 2027 di Medan,” jelasnya.

Menurutnya, istilah At-Tanwir bermakna “menyinari” atau “memberi pencerahan”. Karena itu, tafsir ini dimaksudkan untuk mencerahkan pemikiran umat Islam agar mampu memahami dan menjalankan ajaran agama sesuai tuntunan Al-Qur’an tanpa tertinggal perkembangan zaman.

“Al-Qur’an merupakan teks yang terus berdialog dengan kondisi sosial budaya manusia dari masa ke masa. Oleh sebab itu, penafsiran Al-Qur’an perlu terus dibaca ulang agar tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat kontemporer,” katanya.

Ia memaparkan bahwa metode Tafsir At-Tanwir dilakukan melalui tahapan membaca teks ayat, memahami konteks turunnya ayat, menemukan pesan esensial, lalu menghubungkannya dengan kondisi kekinian untuk menghasilkan tindakan nyata atau tathbiq.

Pendekatan tersebut, menurutnya, sejalan dengan spirit dakwah KH. Ahmad Dahlan yang menempatkan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup yang aplikatif dan membumi. Sebagai contoh, tafsir Surah Al-Isra terkait Isra Mi’raj yang dimaknai sebagai dorongan agar manusia berani bangkit dan keluar dari zona nyaman untuk mencapai tujuan yang lebih tinggi,” ungkapnya.

Sesi tanya jawab berlangsung interaktif dan mendapat antusias tinggi dari para mahasantri. Kegiatan kuliah umum kemudian ditutup dengan sesi dokumentasi bersama antara pemateri, pembina pondok, dan seluruh peserta.

Indospektrum

Recent Posts

Pemprov Jateng Bergerak Cepat Revitalisasi SD Roboh di Grobogan dan Semarang

SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bergerak cepat menyikapi robohnya dua bangunan sekolah dasar (SD)…

15 jam ago

Anak Muda Jateng Gunakan Smart Farming dan Drone Sulap Lahan Tidur Jadi Produktif

SEMARANG - Sektor pertanian di Jawa Tengah kian modern. Lewat program Revolusi Lahan (Revola) Jawa…

18 jam ago

Rakornas Fosma 2026 di UMS, Wamendiktisaintek Dorong Pengembangan Ekosistem Riset di PTMA

SOLO - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., menegaskan ekosistem…

20 jam ago

Tanggapi OTT Bupati Pemalang, Ahmad Luthfi: Saya Sangat Prihatin dan Menyesal

SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ahmad Luthfi menanggapi kabar soal Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro…

20 jam ago

Rakornas Fosma PTMA 2026 di UMS, Dorong Akselerasi Prestasi dan Inovasi Mahasiswa

SOLO - Komitmen untuk menjadi perguruan tinggi unggul terus dilakukan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah…

21 jam ago

Siswa SD asal Boyolali Temukan Celah Keamanan Sistem NASA, Gubernur Ahmad Luthfi Beri Apresiasi Laptop

SEMARANG - Siswa SD Negeri 3 Genengsari, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali, Ibrahim Al Abrar mendapat…

22 jam ago

This website uses cookies.