Categories: Uncategorized

Berdayakan Desa Lewat Pendidikan, Mahasiswa UMS Raih Juara I Pemuda Pelopor Karanganyar 2026

Mahasiswa Geografi UMS, Hian Risnandar. Foto: Ist.

SOLO – Kepedulian terhadap pemerataan pendidikan mendorong Hian Risnandar, mahasiswa Program Studi Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id, menginisiasi Gerakan Mengajar Desa di Kabupaten Karanganyar. Melalui program pengabdian yang melibatkan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, Hian berupaya menghadirkan pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi anak-anak di wilayah perdesaan.

Inisiatif tersebut mengantarkannya meraih Juara I Pemuda Pelopor Kabupaten Karanganyar 2026 bidang Pendidikan dan Sosial Masyarakat. Prestasi itu menjadi pengakuan atas kiprahnya dalam mengembangkan kegiatan pendidikan berbasis pengabdian masyarakat sejak 2024.

Hian menjelaskan, ketertarikannya pada dunia pendidikan berangkat dari keyakinan bahwa pendidikan merupakan salah satu jalan penting untuk membangun masa depan. Menurutnya, pendidikan sejak sekolah dasar memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai positif kepada anak-anak.

“Saya merasa bisa sampai di titik ini juga berkat pendidikan. Karena itu, ilmu yang saya dapatkan ingin saya tularkan kepada orang lain melalui pendidikan,” ungkapnya, Senin (19/10/2026).

Melalui Gerakan Mengajar Desa, Hian telah menginisiasi kegiatan pengabdian di tiga desa dan menjangkau empat sekolah dasar di Kabupaten Karanganyar. Selama hampir tiga tahun, program tersebut melibatkan sekitar 48 relawan dari berbagai daerah di Indonesia.

Kegiatan pengabdian dilaksanakan selama tujuh hari pada masa libur semester. Para relawan tidak hanya mengajar di sekolah dasar pada pagi hari, tetapi juga berinteraksi dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan pada siang hingga malam hari.

Relawan berasal dari beragam perguruan tinggi dan latar belakang keilmuan. Salah satu sasaran yang ingin dijangkau Hian adalah mahasiswa bidang pendidikan yang membutuhkan pengalaman mengajar secara langsung. Namun, program ini terbuka bagi mahasiswa yang ingin berkontribusi dalam pengembangan pendidikan masyarakat.

Sebelum kegiatan dilaksanakan, Hian melakukan observasi terhadap sekolah, berkomunikasi dengan pihak desa, memetakan kebutuhan pendidikan, serta menyusun rancangan materi pembelajaran. Kurikulum kemudian dikembangkan bersama para relawan, mencakup berbagai materi seperti kesehatan dan lingkungan.

“Kalau pagi kami ke sekolah dasar, sedangkan siang sampai sore atau malam, jika ada kegiatan masyarakat, kami ikut terlibat. Jadi, pengabdiannya bukan hanya mengajar di sekolah, tetapi juga membangun kedekatan dengan masyarakat,” jelasnya.

Dalam menjalankan program tersebut, Hian menghadapi sejumlah tantangan, terutama dalam membangun kepercayaan pemerintah desa. Karena relawan berasal dari berbagai perguruan tinggi dan tidak membawa satu identitas kampus tertentu, ia perlu menjelaskan tujuan, mekanisme, serta manfaat kegiatan kepada masyarakat setempat.

Meski demikian, tantangan tersebut tidak menyurutkan semangatnya. Baginya, keberhasilan pengabdian tidak semata-mata diukur dari terlaksananya kegiatan, tetapi juga dari perubahan yang dirasakan masyarakat.

Salah satu pengalaman yang berkesan adalah ketika ia menemukan sekolah dasar dengan kondisi pembangunan yang masih tertinggal. Setelah melakukan observasi dan melaporkan kondisi tersebut, sekolah itu kemudian mengalami perbaikan sehingga kondisinya menjadi lebih baik.

Pengalaman tersebut semakin menguatkan keyakinannya bahwa pengabdian masyarakat perlu diawali dengan pemahaman terhadap kebutuhan nyata di lapangan.

“Ketika saya merasa bisa bermanfaat dan memberikan dampak kepada masyarakat, terutama anak-anak di desa, ada kebahagiaan tersendiri. Dari situ saya merasa bahwa inilah arti menjadi orang yang bermanfaat,” tuturnya.

Gerakan Mengajar Desa di Karanganyar merupakan bagian dari Yayasan Sahabat Peduli Pendidikan yang berpusat di Jawa Barat. Sebagai inisiator di Kabupaten Karanganyar, Hian bertanggung jawab mengurus perizinan, menyusun proposal kegiatan, menentukan lokasi pengabdian, serta mengoordinasikan pelaksanaan program di lapangan.

Ke depan, ia ingin memperluas cakupan gerakan tersebut. Tidak hanya berfokus pada siswa sekolah dasar, Hian berharap dapat mengembangkan komunitas yang berorientasi pada peningkatan kapasitas pemuda, termasuk anggota karang taruna, melalui berbagai kegiatan pelatihan dan pemberdayaan masyarakat.

Kiprah Hian dalam pengabdian masyarakat turut didukung pengalaman akademik, organisasi, dan kompetisi yang dijalaninya selama menjadi mahasiswa UMS. Saat ini, ia menempuh semester tujuh Program Studi Geografi UMS dengan IPK 3,90 serta menjalani studi S1 Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota di Universitas Terbuka.

Pada 2024, Hian menerima Beasiswa Unggulan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam kategori Masyarakat Berprestasi. Beasiswa tersebut menjadi salah satu dukungan yang membantunya mengembangkan potensi akademik sekaligus memperluas kontribusi di masyarakat.

Dalam bidang akademik dan kompetisi, Hian meraih Juara I Mahasiswa Berprestasi Fakultas Geografi UMS 2026. Ia juga memperoleh Gold Medal dalam International Invention & Innovation Competition tingkat internasional yang diselenggarakan Universitas Negeri Jakarta pada 2026, serta Silver Medal dalam Innovation World Cup yang diselenggarakan Malaysia Innovation Invention Creativity Association pada tahun yang sama.

Selain itu, ia meraih Juara III Lomba Esai Edutalk Fair Competition tingkat nasional Universitas Brawijaya pada 2025 dan Bronze Medal dalam World Innovation for Sustainability Essay Competition (WISEC) pada 2026.

Pengalaman kepemimpinan Hian juga terbangun melalui organisasi kemahasiswaan. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum Unit Kegiatan Mahasiswa ATLAS UMS periode 2025-2026. Selama masa kepemimpinannya, ia menginisiasi lebih dari lima program kerja baru serta memperkuat kolaborasi dengan sejumlah pihak eksternal, termasuk instansi pemerintah di Kabupaten Karanganyar.

Saat ini, Hian juga menjadi pengurus pusat Chapter Division Desamind Indonesia Foundation dan Wakil Ketua Umum Organisasi Mahasiswa Universitas Terbuka Surakarta. Berbagai pengalaman tersebut memperkuat keterampilannya dalam kepemimpinan, komunikasi publik, pengelolaan tim, serta membangun kemitraan lintas lembaga.

Menurut Hian, kesempatan mengikuti berbagai kegiatan akademik dan organisasi di UMS turut membantunya mengembangkan keberanian untuk berkomunikasi, menyampaikan gagasan, dan terjun langsung ke masyarakat.

Ia menilai pengalaman tersebut menjadi bekal penting untuk mengelola program pengabdian yang melibatkan banyak pihak dengan latar belakang berbeda.

“UMS memberikan banyak manfaat bagi saya, bukan hanya secara materiil, tetapi juga melalui kesempatan mengikuti lomba nasional dan internasional serta pengalaman berorganisasi. Hal-hal itu membantu saya lebih siap ketika harus terjun ke masyarakat,” ujarnya.

Setelah meraih Juara I Pemuda Pelopor Kabupaten Karanganyar 2026, Hian bersiap mewakili daerahnya pada seleksi tingkat Provinsi Jawa Tengah yang dijadwalkan berlangsung pada 17-18 November 2026 di Surakarta.

Ia mengaku tidak menjadikan gelar juara sebagai tujuan utama dalam menjalankan gerakan tersebut. Baginya, penghargaan merupakan kesempatan untuk memperluas jejaring, memperoleh dukungan, dan membangun kolaborasi agar program pengabdian dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.

Hian berharap partisipasinya pada tingkat provinsi dapat mempertemukannya dengan lebih banyak pemangku kepentingan yang memiliki perhatian terhadap pemerataan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.

“Saya tidak pernah mengejar juara. Yang saya kejar adalah bagaimana kegiatan ini bisa berdampak dan membuat saya bermanfaat bagi banyak orang. Harapannya, melalui Pemuda Pelopor, gerakan ini bisa lebih dikenal, didukung, dan difasilitasi sehingga dampaknya bagi masyarakat Karanganyar semakin luas,” pungkasnya.

Indospektrum

Recent Posts

Tinjau Normalisasi Saluran Avur di Demak, Ahmad Luthfi Berharap Petani Bisa Panen Lebih Sering

DEMAK — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau pekerjaan normalisasi saluran avur yang melintasi tiga…

2 jam ago

Dukung Kedaulatan Digital, TelkomGroup Dorong Indonesia Jadi Indo-Pacific Digital Hub di Bali Tech Week 2026

DENPASAR - Pengembangan infrastruktur digital menjadi salah satu langkah strategis PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk…

7 jam ago

Lazismu UMS Galang Infak Kemanusiaan di Tabligh Akbar Milad ke-68 untuk Bencana NTT dan Kalimantan

SOLO - Di tengah ribuan jamaah yang menghadiri Tabligh Akbar Hari Jadi ke-68 Universitas Muhammadiyah…

8 jam ago

Atasi Abrasi dan Banjir Rob di Demak, Pemerintah Uji Coba Pembangunan Tanggul Laut Hingga Inovasi HexBricks

DEMAK – Jutaan mangrove telah ditanam di pesisir Jawa Tengah, tetapi ancaman abrasi dan banjir…

8 jam ago

Dorong Pelajar Bijak Kelola Uang, Permata Bank Hadirkan Permata CERITA 2026 di Solo dan 23 Kota Lainnya

SOLO – Memutuskan untuk membeli sesuatu atau menyimpan uang jajan mungkin terlihat sederhana. Namun, bagi…

1 hari ago

Peringati Hari Jadi Ke-68 UMS, Ustadz Das’ad Latif Ajak Umat Perkuat Akidah Generasi Muda

SOLO - Penguatan akidah, pendidikan agama dalam keluarga, dan pengamalan nilai-nilai Islam menjadi pesan utama…

1 hari ago

This website uses cookies.