Categories: Gaya HidupIndeks

Cinta di Atas Roda: Menjaga Keselamatan Demi Orang Tersayang di Rumah

Ilustrasi – Mengutamakan keselamatan berkendara (safety riding) dengan menggunakan perlengkapan berkendara (riding gear) yang lengkap. Foto: Ist.

SEMARANG – Memasuki bulan Februari 2026, atmosfer kasih sayang mulai terasa di berbagai sudut kota di Jawa Tengah. Rak-rak minimarket di Simpang Lima hingga pertokoan di jalanan mulai dipenuhi cokelat, bunga, dan pernak-pernik merah jambu.

Namun, bagi para pengguna sepeda motor, ada satu bentuk kasih sayang yang jauh lebih esensial daripada sekadar bingkisan manis yaitu keselamatan di atas roda. Data menunjukkan bahwa kecelakaan lalu lintas masih didominasi oleh kendaraan roda dua.

Di Jawa Tengah, karakteristik jalan yang padat dengan mobilitas tinggi di musim hujan seperti sekarang menambah risiko bagi siapa saja yang abai. Seringkali, kita terlalu sibuk memikirkan hadiah untuk orang lain, namun lupa menjaga keselamatan diri sendiri yang sangat dinantikan kepulangannya di rumah.

Oke Desiyanto Senior Instruktur Safety Riding Astra Motor Jateng mengatakan bahwa perlengkapan berkendara bisa kita sebut juga “Bahasa Kasih” untuk diri sendiri. Dalam perspektif keselamatan berkendara (safety riding), menggunakan perlengkapan berkendara (riding gear) yang lengkap bukan sekadar menggugurkan kewajiban dari tilang polisi, ini adalah bentuk apresiasi terhadap hidup.

Menggunakan Helm berstandart SNI dan memakai helm dengan benar (hingga bunyi klik) adalah janji kita pada pasangan atau orang tua bahwa Anda akan pulang dalam kondisi sehat. Jaket dan Sarung Tangan dipakai sebagai pelindung dari kejamnya musim hujan di Jawa Tengah seringkali membawa angin kencang dan suhu dingin. Jaket yang mumpuni tidak hanya melindungi paru-paru dari terpaan angin, tapi juga meminimalisir cedera gesek jika risiko jatuh terjadi.

Sepatu yang seringkai disepelekan sehingga menggunakan sandal saat berkendara. Padahal kaki adalah tumpuan utama saat motor berhenti atau dalam kondisi darurat. Mengubah Pola Pikir: Dari “Cuma Dekat” Menjadi “Selalu Taat”. Penyakit umum pemotor di wilayah kita adalah meremehkan jarak.

“Hanya ke pasar depan kok,” atau “Cuma mau jemput pacar di ujung jalan.” Perlu diingat, aspal tidak pernah memilih korban berdasarkan jarak tempuhnya. Kecelakaan fatal justru sering terjadi di radius kurang dari 5 kilometer dari rumah karena pengendara cenderung menurunkan tingkat kewaspadaan dan mengabaikan perlengkapan keselamatan.

Menyayangi seseorang berarti memastikan bahwa kita tetap ada untuk mereka di masa depan. Memaksakan diri berkendara secara ugal-ugalan atau tanpa pelindung di tengah cuaca ekstrem Februari ini bukanlah bentuk kejantanan, melainkan bentuk pengabaian terhadap kasih sayang keluarga.

“Cinta sejati juga diukur dari seberapa besar usaha kita untuk pulang ke rumah dengan selamat. Di jalan raya, ego adalah musuh terbesar dan kepatuhan adalah sahabat terbaik. Jangan biarkan orang tersayang menunggu kepulangan yang tak kunjung tiba. Ingat, ada hati yang perlu dijaga, maka mulailah dengan menjaga keselamatan diri di atas aspal.” ujar Oke.

Indospektrum

Recent Posts

Perkuat Sinergi Pendidikan Kesehatan, UNS dan Unimus Jalin Kerja Sama Pengembangan PPDS

SOLO - Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo dan Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) memperkuat sinergi antarperguruan…

16 jam ago

Pemprov Jateng Salurkan 6,8 Juta Liter Air Bersih ke Daerah Terdampak Kekeringan

SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama sejumlah stakeholder terus mendistribusikan air bersih ke sejumlah…

17 jam ago

Hilirisasi Dorong Investasi Semester I 2026 Tembus Rp1.010 Triliun, Pengamat UMS: Indonesia Masih Dilirik Investor

  SOLO – Realisasi investasi Indonesia pada semester I 2026 yang menembus Rp1.010,6 triliun menjadi…

23 jam ago

PMB UMS 2026: Pendaftar Meningkat, Calon Mahasiswa Diimbau Segera Amankan Kuota

SOLO - Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id Tahun Akademik 2026/2027 menunjukkan…

23 jam ago

Terima Kunjungan Penasihat Khusus Presiden, Ahmad Luthfi Paparkan Jurus Pemprov Jateng Sejahterakan Buruh

SEMARANG – Beragam program dan kebijakan digulirkan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi dalam memperkuat…

24 jam ago

Buka Munas XIX BEM SI, Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Mahasiswa Jadi Mitra Strategis Pembangunan

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengajak mahasiswa mengambil peran lebih besar dalam pembangunan…

24 jam ago

This website uses cookies.