Jumat, 18 September 2026
Indospektrum
Advertisement
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Gagasan
  • Indeks
  • Galeri
    • Foto
    • Video
No Result
View All Result
Indospektrum
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Gagasan
  • Indeks
  • Galeri
    • Foto
    • Video
No Result
View All Result
Indospektrum
No Result
View All Result
Home Gagasan

Dosen FAI UMS Jelaskan Batasan Budaya dalam Tradisi Malam Satu Suro

Indospektrum by Indospektrum
15 Juni 2026
in Gagasan, Indeks
0
Share on FacebookShare on Twitter
Dosen FAI UMS, Dr. Isman, S.H.I., S.H., M.H. Foto: Ist.

SOLO – Muhammadiyah memandang tradisi Malam Satu Suro sebagai bagian dari fenomena kebudayaan masyarakat Jawa yang lahir dari proses sosial dan sejarah. Tradisi tersebut merupakan bentuk ekspresi budaya yang berkembang di tengah masyarakat, namun tetap perlu dikaji berdasarkan nilai-nilai Islam agar tidak bertentangan dengan prinsip tauhid.

Dosen Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id, Dr. Isman, S.H.I., S.H., M.H., menjelaskan bahwa dalam Tuntunan Seni Budaya Muhammadiyah sesuai Putusan Munas Tarjih ke-27 Tahun 2010 di Malang, kebudayaan dipahami sebagai hasil cipta, karsa, dan rasa manusia. Menurutnya, seni budaya yang berkembang dalam masyarakat menjadi bagian dari kekayaan dan identitas sosial sebuah komunitas.

“Setelah Malam Satu Suro dipahami secara utuh struktur dan objeknya, Muhammadiyah menilai tradisi tersebut dengan menjadikan agama sebagai sumber nilai kebudayaan,” ujar Isman, Senin (15/6/2026).

Ia menjelaskan, kebudayaan dan kesenian termasuk wilayah muamalah dunyawiyah yang pada dasarnya diperbolehkan selama tidak terdapat unsur yang bertentangan dengan syariat. Namun, tradisi budaya tidak dapat diterima begitu saja tanpa proses objektifikasi dan pengujian berdasarkan nilai agama.

Menurut Isman, hubungan antara Malam Satu Suro dalam kalender Jawa dengan bulan Muharram dalam Islam dapat dipahami sebagai bentuk transformasi budaya. Muharram memiliki nilai keutamaan dalam ajaran Islam, sementara Satu Suro merupakan ekspresi budaya Jawa yang berkembang setelah berinteraksi dengan tradisi Islam.

“Pekerjaan rumah berikutnya adalah bagaimana transformasi budaya itu melahirkan demistifikasi, yaitu upaya menghilangkan elemen mitos, takhayul, bid’ah, dan khurafat,” jelasnya.

Isman menegaskan, persoalan muncul ketika Malam Satu Suro diyakini memiliki kesakralan tertentu atau kekuatan mistis. Keyakinan tersebut berpotensi mencampuradukkan antara nilai agama dan budaya serta dapat mengarah pada praktik takhayul, bid’ah, dan khurafat yang menjadi perhatian dalam dakwah Muhammadiyah.

Ia menambahkan, masyarakat tetap dapat melestarikan tradisi budaya selama berfungsi sebagai ekspresi budaya, sarana silaturahmi, pendidikan, maupun penguatan identitas sosial. Namun, batasannya adalah ketika tradisi tersebut berubah menjadi ritual untuk memperoleh kekuatan gaib, keselamatan, atau keberkahan dari selain Allah.

Dalam membedakan budaya yang dapat diterima dengan praktik yang bertentangan dengan ajaran Islam, Isman menyebut perlunya tiga pengujian, yaitu tujuan tradisi, nilai atau keyakinan yang terkandung, serta praktik yang dilakukan. Tradisi yang hanya bertujuan sebagai ekspresi budaya diperbolehkan, sedangkan keyakinan terhadap kekuatan gaib selain Allah harus ditinggalkan.

Terkait berbagai ritual seperti tirakatan, kirab pusaka, atau aktivitas mencari berkah pada Malam Satu Suro, Muhammadiyah mengambil pendekatan akomodasi-transformatif. Unsur budaya yang bersifat sosial dan edukatif dapat dipertahankan, tetapi makna dan orientasinya perlu diarahkan agar tetap sesuai dengan nilai Islam.

Memasuki bulan Muharram, Isman mengingatkan masyarakat agar lebih memahami keutamaan bulan tersebut sebagai salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam. Umat Islam dianjurkan memperbanyak amalan saleh, termasuk puasa Asyura pada 10 Muharam dan meningkatkan ketakwaan, bukan menjadikan Satu Suro sebagai malam yang memiliki kekuatan mistis tersendiri.

Ia berpesan agar masyarakat dapat memaknai Malam Satu Suro sebagai momentum muhasabah dan penguatan hubungan kepada Allah.

“Budaya dapat dipelihara sebagai warisan sosial, tetapi agama tetap menjadi sumber nilai dan pedoman dalam menilai setiap tradisi,” pungkasnya.

Tags: Malam Satu SuroMuhammadiyahUMSUniversitas Muhammadiyah Surakarta
Previous Post

UNS dan PT Sang Hyang Seri Jalin Kerja Sama Strategis Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Next Post

Investasi Rp15 Triliun Masuk ke Kendal, Industri Kendaraan Listrik Siap Serap 10 Ribu Tenaga Kerja

Indospektrum

Indospektrum

Related Posts

EXIT 2026: Architecture of Exhibition jadi ajang pamer tugas akhir mahasiswa Program Studi Arsitektur Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Foto : Ist.
Indeks

EXIT 2026 Arsitektur UMS Hadirkan Karya Desain untuk Merespons Persoalan Masyarakat

by Indospektrum
17 September 2026
Penandatanganan nota kesepakatan antara pemerintah pusat, Pemprov Jawa Tengah, dan Pemprov DIY di Auditorium HM Rasjidi, Kementerian Agama RI, Jakarta, Kamis (17/9/2026) terkait pemanfaatan candi sebagai ruang ibadah. Foto : Ist.
Ekonomi

Resmi jadi Ruang Ibadah, Taj Yasin Bidik Potensi Wisata Religi Candi Prambanan hingga Borobudur

by Indospektrum
17 September 2026
Gubernur Ahmad Luthfi menerima audiensi Direktur Utama PT JTAB, Totok Agus Siswanto di Kota Semarang pada Kamis, 17 September 2026. Foto: Ist.
Ekonomi

JTAB Petani Gajian: Terobosan Pemprov Jateng Beri Kepastian Modal, Gaji UMK, dan Pasar bagi Petani

by Indospektrum
17 September 2026
Komisaris Nusantara Petroleum and Petrochemical, Talal Ourfali bersama Gubernur Jateng Ahmad Luthfi saat penandatanganan kerja sama di Ruang Rapat lantai 2 Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kamis (17/9/2026). Foto : Ist.
Ekonomi

Investor Asal Dubai Puas Langkah Cepat Jateng Realisasikan Investasi Mini Refinery

by Indospektrum
17 September 2026
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi meminta pembenahan kawasan PRPP menjadi prioritas. Foto: Ist.
Indeks

Ahmad Luthfi Minta Penataan Kawasan PRPP Jawa Tengah Jadi Prioritas Utama

by Indospektrum
17 September 2026
Next Post
Investor asal Tiongkok menyuntikkan dana investasi sekitar Rp15 triliun untuk pengembangan industri kendaraan listrik di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Foto: Ist.

Investasi Rp15 Triliun Masuk ke Kendal, Industri Kendaraan Listrik Siap Serap 10 Ribu Tenaga Kerja

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Currently Playing

Kategori

  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Indeks
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Uncategorized
  • Video

Rekomendasi

EXIT 2026: Architecture of Exhibition jadi ajang pamer tugas akhir mahasiswa Program Studi Arsitektur Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Foto : Ist.
Indeks

EXIT 2026 Arsitektur UMS Hadirkan Karya Desain untuk Merespons Persoalan Masyarakat

17 September 2026
Penandatanganan nota kesepakatan antara pemerintah pusat, Pemprov Jawa Tengah, dan Pemprov DIY di Auditorium HM Rasjidi, Kementerian Agama RI, Jakarta, Kamis (17/9/2026) terkait pemanfaatan candi sebagai ruang ibadah. Foto : Ist.
Ekonomi

Resmi jadi Ruang Ibadah, Taj Yasin Bidik Potensi Wisata Religi Candi Prambanan hingga Borobudur

17 September 2026
Gubernur Ahmad Luthfi menerima audiensi Direktur Utama PT JTAB, Totok Agus Siswanto di Kota Semarang pada Kamis, 17 September 2026. Foto: Ist.
Ekonomi

JTAB Petani Gajian: Terobosan Pemprov Jateng Beri Kepastian Modal, Gaji UMK, dan Pasar bagi Petani

17 September 2026
Komisaris Nusantara Petroleum and Petrochemical, Talal Ourfali bersama Gubernur Jateng Ahmad Luthfi saat penandatanganan kerja sama di Ruang Rapat lantai 2 Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kamis (17/9/2026). Foto : Ist.
Ekonomi

Investor Asal Dubai Puas Langkah Cepat Jateng Realisasikan Investasi Mini Refinery

17 September 2026
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi meminta pembenahan kawasan PRPP menjadi prioritas. Foto: Ist.
Indeks

Ahmad Luthfi Minta Penataan Kawasan PRPP Jawa Tengah Jadi Prioritas Utama

17 September 2026
Antusiasme masyarakat Jawa Tengah menyaksikan MTQ Nasional XXXI di Lapangan Simpang Lima Kota Semarang, Rabu malam, 16 September 2026. Foto: Ist.
Indeks

Ribuan Warga Padati Simpang Lima, Meriahkan Malam MTQ Nasional XXXI di Semarang

17 September 2026
Facebook Instagram Twitter Youtube
Indospektrum

Indospektrum adalah portal berita yang mengonfirmasi data dan fakta dengan sumber informasi.

Kategori

  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Indeks
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Uncategorized
  • Video
  • Tentang Kami
  •  
  • Tim Redaksi
  •  
  • Kontak Kami

© 2026 - Indospektrum

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Gagasan
  • Indeks
  • Galeri
    • Foto
    • Video

© 2026 - Indospektrum