Categories: GagasanIndeks

Dosen FAI UMS Jelaskan Pandangan Majelis Tarjih Muhammadiyah Terkait Doa saat Sujud

Ilustrasi – Orang sedang bersujud. Sumber: istockphoto.com

SOLO – Di kalangan masyarakat muslim terdapat banyak perbedaan dalam pelaksanaan salat, terkhusus dalam hal doa. Ada beberapa pendapat yang menyatakan diperbolehkannya membaca doa selain doa salat pada saat sujud, begitu juga sebaliknya.

Dalam merespons permasalahan tersebut, Dosen Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Dr. Imron Rosyadi, M.Ag., memberikan pandangan melalui perspektif Majelis Tarjih Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah.

Dalam konteks ibadah, Imron menjelaskan ada 2 prinsip fundamental pada pelaksanaanya. Pertama, Dalam Ushul Fiqih terdapat kaidah yang berbunyi “Hukum asal dalam ibadah adalah batal (tidak sah) sampai ada dalil yang memerintahkannya”. Kedua, Segala bentuk harus sesuai dengan tuntunan Rasulullah.

Menurut pendapat Imam Hanafi, tidak diperbolehkannya berdoa dalam salat, kecuali dengan doa yang terdapat dalam Al-Qur’an atau yang diajarkan oleh Rasulullah. Menurut Imron, pendapat Imam Hanafi merupakan bentuk menjaga kemurnian ibadah salat yang sesuai dengan nabi.

“Untuk menjaga kemurnian dan ketertiban bacaan dalam salat sesuai dengan tuntunan nabi Muhammad SAW”, jelasnya, Minggu (22/3/2026).

Lain halnya dengan pendapat Imam Syafi’i. Menurut Imam Syafi’i diperbolehkannya berdoa dengan doa yang disukainya ketika sujud dalam salat.

Imron mengatakan bahwa majelis tarjih dalam adanya dua perbedaan pendapat ulama, Majelis Tarjih mengambil pendapat Imam Hanafi yang dianggap sebagai jawaban yang paling tepat.

“Majelis tarjih menyatakan jawabannya yang sesuai dengan pendapat mazhab imam hanafi,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Imron menjelaskan dalam buku Himpunan Putusan Tarjih (HPT) PP Muhammadiyah terdapat tiga variasi doa sujud yang harus dijadikan pedoman dan tidak boleh diselewengkan.

“Kita sebagai warga Muhammadiyah harus memasifkan doa sujud yang sudah ada pada buku HPT jilid 3,” tutur Imron.

Bacaan tersebut berupa

‏سُبْحَانَكَ اللهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ اللهُمَّ اغْفِرْلِيْ

“Maha suci Engkau, Ya Allah, dan dengan memuji kepada Engkau, Ya Allah, aku memohon ampun”

Ataupun dengan salah satu doa Nabi Muhammad saw:

‏سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى

“Maha suci Tuhanku yang Maha Tinggi”

Atau berdoa:

‏سُبُّوْحٌ قُدُّوْسٌ رَبٌّ الْمَلَا ئِكَةِ وَالرُّوْحِ

“Maha Suci, Maha Kudus, Tuhannya sekalian Malaikat dan Ruh (Jibril)”

Meskipun terdapat banyak perbedaan dalam hal ibadah, kata Imron, Muhammadiyah tidak menolak perbedaan-perbedaan yang ada, justru Muhammadiyah menghargai dan menghormati segala bentuk perbedaan.

“Muhammadiyah selalu menghormati perbedaan pendapat yang ada di tengah-tengah masyarakat,” ujarnya.

Akan tetapi Imron menegaskan bahwa anggota Muhammadiyah dalam hal pelaksanaan ibadah harus merujuk dan mengutamakan pendapat resmi Fatwa Tarjih PP Muhammadiyah.

Indospektrum

Recent Posts

Aksi Nyata Mahasiswa KKN UMS: Dari Penyuluhan Gizi hingga Cek Kesehatan Gratis

SOLO - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS)…

10 menit ago

Prodi Akuntansi FEB UMS Gelar Workshop OBE untuk Pengajaran Berkualitas

SOLO - Program Studi (Prodi) Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS)…

37 menit ago

Pemprov Jateng Usulkan 1.000 Formasi CPNS 2026, Tenaga Kesehatan Jadi Prioritas

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengusulkan sekitar 1.000 formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS)…

15 jam ago

Sekda Jateng Lantik Komisi Irigasi Periode 2026-2029, Tekankan Pengelolaan Air Berkelanjutan

SEMARANG – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, meminta kepada Komisi Irigasi di wilayahnya agar…

15 jam ago

Sespimti Polri Dikreg ke-35: Menggembleng Pemimpin Digital Masa Depan yang Adaptif dan Humanis

LEMBANG - Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri Dikreg ke-35 Tahun Anggaran 2026 fokus…

16 jam ago

Investor India J.K. Enterprises Lirik Potensi Sektor Pertanian dan Energi Terbarukan di Jateng

SEMARANG — Investor asal India, J.K. Enterprises, menjajaki perluasan investasi di Jawa Tengah dengan membidik…

19 jam ago

This website uses cookies.