Categories: Gaya HidupIndeks

Dosen UMS Gelar Edukasi Parenting Islami Bagi Diaspora Indonesia di Masjid Indonesia Tokyo

Suasana pengabdian masyarakat di Masjid Indonesia Tokyo, Jepang. Foto: Ist.

SOLO – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Kemitraan Internasional (PkM-KI). Kegiatan bertajuk “Parenting Islami di Negeri Sakura sebagai Sarana Penguatan Ketahanan Keluarga Muslim Diaspora Indonesia di Jepang”.

Acara berlangsung di Masjid Indonesia Tokyo pada Minggu (1/2/2026 pukul 12.30-15.00 waktu setempat. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara UMS dan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Jepang, serta diikuti oleh sekitar 15 jamaah Masjid Indonesia Tokyo yang merupakan bagian dari komunitas Muslim diaspora Indonesia di Jepang.

Tim pengabdian UMS terdiri atas dosen lintas disiplin, yakni Surya Jatmika, M.Pd., dan Dhany Efita Sari, M.Pd., Ph.D., dari Program Studi Pendidikan Akuntansi, serta Fiska Puspa Arinda, M.Psi., Psikolog, dari prodi Psikologi. Kegiatan ini juga melibatkan Nur Aeni Sa’adah, mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi UMS, yang turut mendukung pelaksanaan kegiatan.

Fiska Puspa Arinda, M.Psi., Psikolog, yang hadir secara luring dan menyampaikan materi mengenai empat pilar Parenting Islami, yakni rahmah (kasih sayang), qudwah (keteladanan), hikmah (kebijaksanaan), dan tazkiyah (penyucian jiwa). Keempat pilar tersebut dipaparkan sebagai fondasi utama dalam membangun pola pengasuhan anak, khususnya bagi keluarga Muslim yang hidup sebagai minoritas di Jepang.

Dalam pemaparannya, Fiska menekankan bahwa kasih sayang menjadi dasar utama dalam pengasuhan anak karena mampu menciptakan rasa aman dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Selain itu, keteladanan orang tua dinilai sebagai metode pendidikan paling efektif karena anak cenderung meniru perilaku yang mereka lihat dalam kehidupan sehari-hari.

“Aspek kebijaksanaan juga menjadi perhatian penting, terutama dalam menyesuaikan pola asuh dengan konteks sosial dan budaya Jepang. Orang tua diharapkan mampu menyampaikan nilai-nilai Islam secara rasional, komunikatif, dan sesuai dengan usia anak. Sementara itu, pilar tazkiyah diarahkan pada pembentukan karakter melalui pembiasaan refleksi diri, penguatan empati, serta pengembangan potensi kebaikan anak secara berkelanjutan,” paparnya, Kamis (5/2/2026).

Selain sesi pemaparan materi, peserta diajak berdiskusi dan menuliskan berbagai tantangan pengasuhan anak di Jepang. Beberapa persoalan yang mengemuka di antaranya keterbatasan lingkungan bermain anak, minimnya akses pendidikan keagamaan formal, tantangan pembentukan karakter Muslim di tengah masyarakat sekuler, serta kondisi long distance marriage yang dialami sebagian keluarga diaspora.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan simulasi pengasuhan empatik, refleksi keteladanan orang tua, serta aktivitas kelompok berupa pembuatan “pohon akhlak” sebagai media pengingat nilai-nilai karakter yang ingin ditanamkan dalam keluarga. Program ini ditutup dengan pembagian sampel “Parent Handbook: Parenting Islam Diaspora Muslim di Jepang”, sebuah panduan praktis hasil karya tim PkM-KI UMS.

Sekretaris PCIM Jepang, Moch. Zamzam Rajab Awaludin, menyambut positif kegiatan tersebut. Ia menilai buku panduan parenting Islami yang disusun tim UMS memiliki potensi untuk diperbanyak dan disebarluaskan sebagai rujukan pengasuhan bagi komunitas Muslim diaspora Indonesia di Jepang.

Indospektrum

Recent Posts

Persiapkan Tim Menuju PKP 2, DKPTI UMS Gelar P2MW Business War Room 2026

SOLO - Direktorat Kemahasiswaan dan Pengembangan Talenta Inovasi (DKPTI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id terus…

3 jam ago

Prodi Arsitektur UMS Gelar Workshop Penguatan Visi Keilmuan Arsitektur Islam dan Berkelanjutan

SOLO - Program Studi Arsitektur Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id menggelar memperkuat arah pengembangan keilmuan…

5 jam ago

Gelar CJIBF 2026, Pemprov Jateng Kantongi Komitmen Investasi Rp19 Triliun

JAKARTA – Gelaran Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2026 yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Jawa…

19 jam ago

Persiapan Kontes 2026, Bengawan Team UNS Perkenalkan Dua Mobil Hemat Energi Terbaru

SOLO - Bengawan Team Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo memperkenalkan dua kendaraan hemat energi terbaru…

1 hari ago

Lewat ignitePRO di BATIC 2026, Telin Dorong Penerapan AI Nyata bagi Enterprise

BALI - PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin), operating company dari PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk…

1 hari ago

Olah Bulu Ayam dan Cangkang Telur Jadi Panel Dinding, Mahasiswa UMS Sabet Medali Perak di China

SOLO - Inovasi material ramah lingkungan karya mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali meraih prestasi…

1 hari ago

This website uses cookies.