Categories: IndeksPendidikan

FKG UMS Dampingi Manajemen UKS Sekolah Aisyiyah, Kesiapan Sekolah Sehat Melonjak hingga 90 Persen

Pemberian buku edukasi oleh Ketua Pelaksana Dr. drg. Ana Riolina, MPH., dan anggota tim Drg. Reisca Tiara Hardiyani, MDSc., kepada KB/TK Aisyiyah Tunggulsari. Foto: Ist.

SOLO – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (P2M) Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id kembali melaksanakan program pendampingan manajemen Unit Kesehatan Sekolah (UKS) di dua sekolah Aisyiyah, yakni KB/TK Aisyiyah Karangasem dan TK Aisyiyah Tunggulsari.

Program bertema “Model Pendampingan Manajemen Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) untuk Meningkatkan Kesiapan Stratifikasi Sekolah Sehat pada Sekolah Aisyiyah di Cabang Laweyan” ini digagas menyusul kebijakan Dinas Pendidikan yang mewajibkan penilaian sekolah berbasis UKS sehat.

Ketua tim P2M, Dr. drg. Ana Riolina, MPH, menjelaskan pemilihan tema pendampingan ini dilatarbelakangi kebutuhan sekolah untuk mempersiapkan diri memenuhi standar tersebut.

“Untuk sekolah dengan UKS Sehat itu terdapat empat komponen dengan sekitar empat puluhan indikator,” jelasnya, Selasa (1/9/2026).

Ana menambahkan, sebelum program pendampingan dimulai, capaian indikator di sekolah-sekolah dampingan baru berkisar 30 persen dari total indikator yang ditetapkan. Setelah program berjalan, capaian tersebut meningkat hingga 90 persen.

“Kami menilai sebelum kegiatan pengabdian ini, hanya ada sekitar 30 persen indikator yang terpenuhi oleh sekolah. Dan dengan kegiatan P2M ini, kesiapan sekolah dalam menyiapkan UKS Sehat menjadi sekitar 90 persen terpenuhi,” ujarnya.

Menurutnya, sisa indikator yang belum terpenuhi berkaitan dengan dokumen kerja sama dengan pihak-pihak terkait, yang penyelesaiannya dapat dilakukan langsung oleh pihak sekolah.

Di KB/TK Aisyiyah Karangasem, 11-13 Agustus 2026, salah satu guru, Dina Silvia Sari menyampaikan pendampingan ini berdampak langsung pada cara mengajar di kelas.

“Anak-anak tidak lagi asal mencuci tangan dengan air saja, tetapi harus menggunakan sabun. Gosok gigi juga tidak hanya pagi hari, tapi juga rutin setelah selesai makan,” ujarnya.

Sementara itu pendampingan di TK Aisyiyah Tunggulsari yang telah terlaksana pada tanggal 18-20 Agustus 2026, Kepala Sekolah Dwiyatun, S.Pd., menjelaskan pendampingan yang diberikan tim UMS memberikan banyak manfaat bagi kemajuan pendidikan di sekolahnya. Ia menyebut ilmu yang dibagikan selama kegiatan berlangsung menjadi bekal penting bagi para guru dalam menjalankan tugas sehari-hari.

“Alhamdulillah, banyak sekali yang kami terima, terutama ilmu yang diberikan kepada kami. Sangat bermanfaat untuk kemajuan dari pendidikan yang ada,” jelasnya.

Menurutnya, sejumlah kebiasaan baik yang selama ini belum diterapkan di sekolah akan mulai dijalankan menyusul pendampingan ini. Selain penguatan pengetahuan, tim P2M juga menyerahkan sejumlah kebutuhan penunjang kegiatan sekolah sehat yang sebelumnya belum dimiliki TK Aisyiyah Tunggulsari.

Dwiyatun, mewakili para guru TK Aisyiyah Tunggulsari, turut menyampaikan terima kasih kepada tim pengabdian P2M atas seluruh dukungan yang diberikan. Ia berharap program pendampingan UKS ini dapat terus berlanjut sehingga ilmu yang ditanamkan tetap melekat pada anak didik meski telah lulus dari sekolah tersebut.

Anggota tim P2M, drg. Reisca Tiara Hardiyani, MDSc, memaparkan sejumlah pokok Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) yang diterapkan pada sekolah-sekolah dampingan program ini. Di antaranya pemberantasan sarang nyamuk dengan metode 3M (menguras, menutup, dan mendaur ulang), penerapan toilet bersih, kawasan bebas asap rokok, pemantauan berat dan tinggi badan siswa secara berkala, serta penyediaan jajanan sehat oleh pihak sekolah.

“Agar program ini bisa berkelanjutan harus dimulai dari diri sendiri. Perlu dikenalkan dulu perilaku hidup bersih sehat, kemudian kesadaran dari individu untuk membentuk perilaku sehat, sehingga nantinya dapat terbentuk lingkungan sekolah yang sehat,” ujarnya.

Reisca berharap sekolah-sekolah Aisyiyah lain juga dapat memperoleh pendampingan serupa agar dapat menciptakan lingkungan sekolah yang sehat secara merata.

Indospektrum

Recent Posts

Politeknik AKBARA dan JRCTCN Jepang Gelar Tukar Budaya Antarkampus di Surakarta

SOLO - Politeknik AKBARA Surakarta terus membuka ruang bagi mahasiswa untuk mengenal dunia yang lebih…

3 jam ago

Cerita Vika Yulvani, Mahasiswa UMS yang Menjelajah Ilmu Akuntansi hingga Uzbekistan

SOLO - Belajar akuntansi tidak selalu berarti duduk di ruang kelas, bergelut dengan angka, jurnal,…

4 jam ago

Popda Jateng 2026 Resmi Dibuka, 7.515 Atlet Pelajar Siap Rebut Prestasi

SEMARANG — Sebanyak 7.515 atlet pelajar dari 35 kabupaten/kota unjuk gigi pada perhelatan Pekan Olahraga…

4 jam ago

Lanjut S3 UNS di Usia 65 dan 70 Tahun, Dua Praktisi Senior Buktikan Belajar Tanpa Batas Usia

SOLO – Usia bukanlah batas untuk terus belajar dan mengembangkan diri. Semangat tersebut ditunjukkan dua…

6 jam ago

Bantuan Gempa NTT Tahap II dari Jateng Mulai Diberangkatkan

SEMARANG — Semangat gotong royong warga Jawa Tengah kembali mengalir untuk masyarakat Nusa Tenggara Timur…

8 jam ago

FEB UMS Kirim Delegasi ke ICBS 2026 di Vietnam, Perkuat Jejaring Riset dan Kolaborasi Global

SOLO - Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id mengirimkan delegasi untuk…

9 jam ago

This website uses cookies.