SOLO – Usia bukanlah batas untuk terus belajar dan mengembangkan diri. Semangat tersebut ditunjukkan dua praktisi profesional yang memilih kembali ke bangku akademik untuk menempuh jenjang S3 (Doktor) di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.
Keduanya membawa pengalaman panjang dari dunia profesional ke lingkungan akademik. Keputusan melanjutkan studi doktor tidak semata-mata untuk memperoleh gelar akademik, tetapi juga menjadi upaya memperkuat keterkaitan antara pengalaman praktis di lapangan dengan pengetahuan akademis serta memberikan inspirasi kepada generasi muda.
Mereka adalah Yongkie Tileno (65) dan Zammachri (70), mahasiswa baru Program Doktor (S3) Teknik Industri UNS. Keduanya resmi menjadi mahasiswa UNS setelah dilantik oleh Rektor UNS, Prof. Dr. Hartono, dr., M.Si., dalam kegiatan pelantikan mahasiswa baru yang digelar pada Selasa (1/9/2026) di Auditorium G.P.H. Haryo Mataram UNS.
Yongkie Tileno
Yongkie Tileno, yang saat ini sebagai pengelola PT Waskita Prima Guna di Jakarta, memutuskan menempuh studi S3 di UNS pada usia 65 tahun. Dengan pengalaman profesional yang telah dijalani selama bertahun-tahun, Yongkie tetap menunjukkan semangat untuk terus belajar dan mengembangkan kompetensinya.
Bagi Yongkie, belajar merupakan proses sepanjang hayat yang tidak dibatasi usia. Semangat tersebut mendorongnya melanjutkan studi doktor sekaligus menjadi teladan bagi anak-anak dan generasi muda.
“Bagi saya, belajar adalah sebuah passion. Kita harus terus belajar sejak lahir hingga akhir kehidupan,” ungkapnya.
Menurut Yongkie, pendidikan menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan daya saing bangsa. Karena itu, ia ingin menunjukkan bahwa menyelesaikan pendidikan hingga perguruan tinggi bukanlah akhir dari proses belajar.
“Jangan sampai setelah mendapatkan gelar kita berhenti belajar. Kita harus terus meningkatkan pengetahuan agar mampu berkompetisi dan memberikan kontribusi bagi kemajuan negara,” tuturnya.
Sebagai pengelola PT Waskita Prima Guna di Jakarta, Yongkie memiliki pengalaman di bidang sistem pendingin dan penghematan energi. Pengalaman profesional tersebut ingin dipadukannya dengan pengetahuan akademis melalui studi S3 Teknik Industri UNS.
Sebelumnya, ia menempuh S1 Teknik Mesin dan S2 Teknik Industri di Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN) Jakarta. Ia juga pernah berbagi pengalaman sebagai praktisi dan dosen tamu.
“Bagi saya, mendidik merupakan tugas yang mulia. Ilmu yang kita miliki sebaiknya tidak disimpan sendiri, tetapi dibagikan kepada orang lain,” ujarnya.
Yongkie menargetkan dapat menyelesaikan studi doktor dalam waktu sekitar tiga tahun. Di tengah kesibukannya di Jakarta, ia siap mengikuti perkuliahan baik secara luring maupun daring sesuai ketentuan UNS.
Memasuki usia 65 tahun, ia juga menekankan pentingnya berpikir positif, mengendalikan diri, dan menjalani kehidupan secara seimbang.
“Yang penting adalah bagaimana kita mengendalikan diri dan menjalani kehidupan secara seimbang,” tambahnya.
Melalui studi doktor di UNS, Yongkie berharap dapat menyatukan pengalaman praktis dengan pengetahuan akademis sekaligus membagikan ilmu dan motivasi kepada generasi berikutnya.
Zammachri
Zammachri merupakan pengusaha sekaligus praktisi bidang konstruksi yang kini menempuh studi Program Doktor Teknik Industri UNS pada usia 70 tahun. Lahir di Riau pada 7 November 1956, Zammachri melanjutkan pendidikan doktor sebagai wujud komitmen untuk terus belajar sekaligus memberikan teladan bagi anak dan cucunya.
“Sebagai seorang Muslim, saya meyakini bahwa belajar itu dilakukan sepanjang hayat. Karena itu, saya tidak ingin berhenti belajar hanya karena usia,” ujar Zammachri.
Semangat tersebut juga didorong keinginannya menanamkan pentingnya pendidikan kepada keluarga. Ia berharap anak dan cucunya memahami bahwa proses belajar tidak memiliki batas usia.
Zammachri memiliki pengalaman panjang di dunia konstruksi. Setelah menyelesaikan pendidikan pada 1982, ia berkarier di perusahaan kontraktor dan mengawali perjalanan sebagai field engineer_, kemudian menjadi manager, project manager, hingga general manager. Ia pensiun pada 2011 dan kemudian mengembangkan usaha di bidang konstruksi di Jakarta.
Pengalaman puluhan tahun di dunia profesional menjadi bekal yang ingin dipadukannya dengan pengetahuan akademis melalui studi doktor.
“Selama bekerja di lapangan, saya mendapatkan banyak ilmu dan pengalaman empiris. Cita-cita saya adalah bagaimana pengalaman empiris dengan ilmu akademis itu bisa menjadi satu,” jelasnya.
Zammachri juga berupaya mendokumentasikan pengalamannya melalui tulisan yang diharapkan dapat menjadi referensi bagi para pemula di bidang konstruksi dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
UNS dipilih karena kedekatannya dengan Yogyakarta, tempat Zammachri sebelumnya menempuh pendidikan. Selain itu, ia menilai program studi di UNS sesuai dengan keinginannya untuk memperkuat keterkaitan antara pengalaman profesional dan ilmu akademis.
Ia menargetkan dapat menyelesaikan studi doktor dalam tiga hingga empat tahun. Meski masih memiliki aktivitas profesional di Jakarta, Zammachri siap mengikuti perkuliahan secara luring maupun daring sesuai ketentuan UNS.
Keputusan tersebut mendapat dukungan penuh dari keluarga. Bahkan, semangatnya turut mendorong anggota keluarga lainnya untuk melanjutkan pendidikan.
Memiliki empat putra, Zammachri berharap perjalanan studinya dapat menjadi contoh bahwa usia bukan penghalang untuk terus berkembang.
“Selama masih diberikan kesempatan dan kemampuan, kita harus terus menambah ilmu, mengembangkan pengalaman, dan memberikan manfaat bagi orang lain,” pungkasnya.
SOLO - Politeknik AKBARA Surakarta terus membuka ruang bagi mahasiswa untuk mengenal dunia yang lebih…
SOLO - Belajar akuntansi tidak selalu berarti duduk di ruang kelas, bergelut dengan angka, jurnal,…
SEMARANG — Sebanyak 7.515 atlet pelajar dari 35 kabupaten/kota unjuk gigi pada perhelatan Pekan Olahraga…
SOLO - Tim Pengabdian kepada Masyarakat (P2M) Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS)…
SEMARANG — Semangat gotong royong warga Jawa Tengah kembali mengalir untuk masyarakat Nusa Tenggara Timur…
SOLO - Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id mengirimkan delegasi untuk…
This website uses cookies.