Categories: IndeksNews

Gandeng Kementerian PU, UMS Kembangkan Aplikasi Simulasi Vegetasi Lanskap Nasional

Delegasi UMS berfoto bersama Direktur Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan Kuswara usai penandatanganan kerja sama. Foto: Ist.

SOLO – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menandatangani kerja sama pengembangan aplikasi simulasi vegetasi lanskap. Kegiatan dilakukan pada Rabu (4/2/2026) di kantor Direktorat Jenderal Cipta Karya Kemen PU, Jakarta.

Wakil Rektor V Bidang Riset, Inovasi, Reputasi, Dampak, Kemitraan dan Urusan Internasional UMS Prof. Supriyono , S.T., M.T., Ph.D., mengatakan kerja sama tersebut bertujuan untuk menghasilkan aplikasi simulasi vegetasi lanskap.

“UMS akan membantu Kementerian PU, dalam hal ini Ditjen Cipta Karya, untuk mengembangkan aplikasi simulasi vegetasi tersebut. Untuk tahap pertama ini, akan dilakukan proses identifikasi tanaman yang cocok terlebih dahulu,” ujar Supriyono saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (6/2/2026).

Menurut rencana, aplikasi itu akan digunakan sebagai pangkalan data vegetasi yang dapat digunakan untuk penataan dan penghijauan lanskap perkotaan di Indonesia. Supriyono menuturkan aplikasi tersebut nantinya dapat diakses oleh seluruh masyarakat Indonesia.

“Database itu bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk melakukan penghijauan lingkungan sekitar dengan lebih tepat sesuai kondisi geografis masing-masing wilayah,” imbuh dia.

Kasubdit Pengembangan Kemitraan Industri Direktorat Reputasi, Kemitraan, dan Urusan Internasional Sidiq Permono Nugroho, S.E., M.M., menuturkan kerja sama tersebut akan melibatkan sejumlah program studi di UMS, yakni Teknik Informatika, Teknik Industri, dan Teknik Arsitektur.

Keterlibatan prodi di UMS tersebut akan diwakili oleh pusat studi yang relevan dengan kajian seputar vegetasi lanskap. Sidiq membeberkan akan ada tiga pusat studi yang terlibat, yakni Pusat Studi Informatika Sosial, Pusat Studi Arsitektur Islam, dan Pusat Studi Logistik dan Optimasi Industri.

“Keterlibatan pusat studi dari lintas bidang itu diharapkan dapat memperkaya hasil penelitian ini,” ujar Sidiq.

Sidiq menyebut penelitian vegetasi itu akan mendata spesifikasi jenis tanaman yang potensial untuk digunakan untuk penataan lanskap. “Jangan sampai masyarakat asal menanam tanaman yang nantinya akan bermasalah dan berujung mati. Itu kan nanti merugikan. Nah, database ini nanti sebagai referensi untuk mengurangi risiko ketidaksesuaian tadi,” jelas dia.

Usai penandatanganan kerja sama tersebut, tiga pusat studi UMS yang terlibat akan menggelar rapat koordinasi pada pertengahan Februari mendatang. Tujuannya untuk mematangkan linimasa penelitian dan target yang hendak dicapai.

“Harapannya nanti akan segera jalan penelitiannya dan jelas pembagian wilayah kerja dan tanggung jawabnya,” tandas Sidiq.

Indospektrum

Recent Posts

Maju ke Level Global, 50 Anak Muda Pamerkan Inovasi AI di YCWC 2026 Semarang

SEMARANG - Puluhan anak muda di Jawa Tengah unjuk gigi memamerkan dan melombakan berbagai aplikasi…

37 menit ago

Jembatani Lulusan ke Dunia Kerja, Prodi Profesi Fisioterapi UMS Gelar Campus Hiring

SOLO - Memberikan kesempatan lulusan menyiapkan diri dalam dunia kerja, Prodi Profesi Fisioterapis Fakultas Ilmu…

53 menit ago

Jaga Status Bebas Rabies, Pemprov Jateng Sediakan 10.000 Dosis Vaksin Gratis di 2026

SEMARANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah mengalokasikan 10.000 dosis vaksin rabies gratis pada tahun…

1 jam ago

147 Mahasiswa Fisioterapi UMS Ikuti Sumpah Profesi Angkatan X, Rektor Sebut 80 Persen Sudah Bekerja

SOLO – Sebanyak 147 mahasiswa Program Studi Profesi Fisioterapis, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK), Universitas Muhammadiyah…

1 jam ago

Event Lari Masif di Jawa Tengah: Dorong Gaya Hidup Sehat dan Geliat Sport Tourism

SOLO - Event olahraga lari kian masif di berbagai daerah Jawa Tengah beberapa tahun terakhir.…

5 jam ago

Borobudur 100: Berlari Cerdas, Berbagi Kasih untuk Anak Penyandang Cerebral Palsy

MEGELANG - Event olahraga lari Borobudur 100 tidak hanya menjadi ajang unjuk kebugaran, tetapi juga…

7 jam ago

This website uses cookies.