Categories: EkonomiIndeks

Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Kadin “Keroyok” Kemiskinan Ekstrem di Jawa Tengah

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menghadiri acara halalbihalal dan silaturahmi Kadin Jawa Tengah di Hotel Patra Semarang, Kamis, 16 April 2026. Foto: Ist.


SEMARANG –
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi mengajak Kamar Dagang dan Industri (Kadin) berkolaborasi dalam mengatasi kemiskinan ekstrem di wilayahnya.

Ajakan ini disampaikan saat menghadiri acara halalbihalal dan silaturahmi Kadin Jawa Tengah di Hotel Patra Semarang, Kamis, 16 April 2026.

Ia menekankan agar angka kemiskinan Jawa Tengah yang saat ini berada di angka 9,39 persen dapat terus ditekan melalui kolaborasi lintas sektor.

“Kadin kami minta untuk tampil di depan. Memerangi kemiskinan itu tidak bisa hanya sandang, pangan, papan. Ada kesehatan, ada pendidikan. Kita harus keroyok bersama,” katanya.

Luthfi menegaskan, penanganan kemiskinan tidak bisa lagi dilakukan secara parsial, tapi perlu dilakukan secara menyeluruh.

“Rumah kita perbaiki, perut kita isi, kesehatannya kita tangani, anaknya kita sekolahkan. Semua harus jalan bareng,” katanya.

Untuk sektor perumahan, Pemprov Jateng pada 2025 memperbaiki sebanyak 17.000 rumah tidak layak huni (RTLH). Untuk sektor kesehatan, Pemprov juga menjalankan program Dokter Spesialis Keliling (Speling), yakni layanan dokter spesialis yang turun langsung ke desa-desa.

“Masyarakat desa itu banyak yang belum pernah ketemu dokter spesialis. Maka para dokter spesialis keliling ke desa-desa,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga secara tegas meminta Kadin mengoptimalkan program CSR untuk membantu masyarakat miskin ekstrem di seluruh kabupaten/kota.

“CSR-nya digunakan untuk membantu yang miskin ekstrem di wilayah kita. Kalau tidak kita keroyok ramai-ramai, Jawa Tengah akan begitu-begitu saja,” katanya.

Ketua Umum Kadin Jawa Tengah, Harry Nuryanto Soediro menyatakan kesiapan pihaknya untuk mendukung program pemerintah.

“Kami berharap Kadin sebagai mitra strategis pemerintah bisa terus mendorong dan membantu program-program pemerintah provinsi, termasuk dalam mengentaskan kemiskinan,” ujarnya.

Dengan kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah dan dunia usaha, upaya pengentasan kemiskinan ekstrem di Jawa Tengah diharapkan berjalan lebih cepat, terarah, dan berkelanjutan.

Indospektrum

Recent Posts

Menyulam Damai di Langit Magelang: 2.570 Lampion Waisak Warnai Malam Borobudur

MAGELANG – Malam itu, pelataran Candi Borobudur tak lagi berkawan gulita. Ribuan lampion mendaki dan…

3 jam ago

Jalan Randublatung-Cepu Masuk Proses Lelang, Pemprov Jateng Prioritaskan Perbaikan Ruas Rusak Berat

SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan perbaikan Jalan Raya Randublatung-Cepu di Kabupaten Blora sudah…

3 jam ago

Adeging Mangkunegaran 2026: Motor Penggerak Ekonomi Solo dengan Multiplier Effect Rp87,9 Miliar

SOLO – Adeging Mangkunegaran 2026 tak lagi sekadar agenda budaya tahunan. Acara yang memadukan budaya,…

23 jam ago

PMI Solo Luncurkan Program ‘Rising Heroes’ untuk Gaet Donor Darah Generasi Z

SOLO - PMI Kota Surakarta (Solo) meluncurkan program Rising Heroes sebagai upaya meningkatkan partisipasi donor…

1 hari ago

Wisuda Periode IV 2026, UNS Luluskan 593 Mahasiswa Termasuk Satu Lulusan Internasional

SOLO - Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo meluluskan 593 lulusan pada Wisuda Periode IV Tahun…

2 hari ago

Politeknik AKBARA Surakarta Sembelih Hewan Kurban Bersama Griya PMI Peduli

SOLO – Politeknik AKBARA Surakarta kembali menunjukkan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya unggul…

2 hari ago

This website uses cookies.