Categories: IndeksNews

Gus Yahya Sebut Program Digdaya NU Jadi Kunci Konsolidasi hingga Level Ranting

Sebanyak 36 Pengurus PCNU se-Jawa Timur bersilaturahmi dengan Ketua Umum PBNU, Gus Yahya Cholil Staquf di Pondok Pesantren Al Kholiliyah An Nuroniyah, Demangan Timur, Bangkalan, Madura, Senin (4/5/2026). Foto: Ist.

BANGKALAN – Sebanyak 36 Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Jawa Timur bertemu dan bersilaturahmi dengan Ketua Umum PBNU, Gus Yahya Cholil Staquf di Pondok Pesantren Al Kholiliyah An Nuroniyah, Demangan Timur, Bangkalan, Madura, Senin (4/5/2026).

Pertemuan di ponpes yang didirikan Syaikhona Kholil Bangkalan, wali besar NU dan Pahlawan Nasional asal Jawa Timur tersebut, disebut Gus Yahya sebagai sesi “nyicip LPJ” atau laporan pertanggungjawaban dirinya menjelang akhir masa jabatan periode pertama.

Dalam kesempatan itu, Gus Yahya menjawab berbagai isu sensitif yang selama ini dialamatkan kepada kepemimpinannya, mulai dari program kerja prioritas hingga isu “agen zionis.”

“Apa yang saya kerjakan di PBNU sesuai dengan janji saya saat ‘melamar kerja’ jadi Ketua Umum PBNU dulu, yakni transformasi organisasi, kaderisasi, digitalisasi, reposisi, dan peran global,” jelas Gus Yahya.

Ia menerangkan, program Digdaya (Digitalisasi Data dan Layanan dalam Tata Kelola NU) seharusnya sudah selesai hingga level ranting di akhir periode pertamanya. Namun, karena ada pihak yang menghambat dan mengganggu dengan berbagai isu belakangan ini, pekerjaan tersebut belum bisa rampung tepat waktu.

“Seharusnya Digdaya sudah sampai ke level ranting. Jika sudah terkonsolidasi hingga ke ranting, kita akan bisa mengorganisir masyarakat lebih efektif,” tambah mantan juru bicara Gus Dur itu.

Sementara itu, para Ketua PCNU yang hadir mengakui bahwa program Digdaya telah dirasakan manfaatnya hingga tingkat cabang. Ketua PCNU Blitar, Kiai Muqorobin, mencontohkan, Digdaya membuat kerja organisasi di bawah menjadi lebih efisien dan mengurangi biaya administrasi.

“Berkat Digdaya, semua jadi efisien. Tidak lagi keluar biaya-biaya yang tidak perlu,” ujarnya.
Senada, Ketua PCNU Pamekasan, Kiai Mukhlis Nasir.

Ia secara tegas menyebut program tersebut sebagai terobosan luar biasa. “Ini sangat luar biasa, meski tetap ada hal yang harus terus diperbaiki,” katanya.

Di akhir sesi tanya jawab, Gus Yahya menjawab isu paling sensitif yang berkembang, yaitu tuduhan dirinya sebagai agen zionis.

“Kalau soal agen zionis, saya belum apa-apa dibanding Gus Dur. Tapi saya tegaskan kepada Netanyahu (PM Israel), saya bilang, kita tidak bisa kerja sama sampai Palestina benar-benar merdeka,” ungkap Gus Yahya.

Diungkapkan, ia memang ingin memberi pemahaman kepada pemimpin NU bahwa mereka perlu memahami pemikiran aktor-aktor zionis dan kepentingan mereka, agar kita bisa berhadapan dengan mereka untuk mencari solusi atas nasib Palestina.

Indospektrum

Recent Posts

Dosen PAI UMS Raih Penghargaan Top Lecturer in International PAI Publication di AICIRE 2026

SOLO - Dosen Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah…

4 jam ago

Hadir Format Baru 1 Hari 4 Panggung, Projek-D Vol.5 Siap Digelar September 2026 di De Tjolomadoe

SOLO - Festival musik Projek-D Vol.5 akan kembali hadir pada 5 September 2026 di De…

18 jam ago

Flow Before Flight: Sensasi Relaksasi Yoga dengan Latar Pemandangan Pesawat di Bandara Adi Soemarmo

BOYOLALI - Bandara Adi Soemarmo sukses menggelar acara olahraga inovatif yang mengusung tema "Yin Yoga…

20 jam ago

15 Santri Jateng Tembus Beasiswa Luar Negeri, Puluhan Calon Mahasiswa S1-S3 Jalani Tes Akhir Wawancara

SEMARANG - Seleksi calon penerima beasiswa santri dan pengasuh pesantren Pemprov Jateng tahun 2026 memasuki…

2 hari ago

Momen Hari Anak Nasional, DPD PP PAUD Jateng Dorong Pendidikan Karakter dan Pengasuhan Komprehensif

SEMARANG – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) harus menjadi momentum bagi seluruh orang tua, pendidik,…

2 hari ago

Perkuat Sinergi Pendidikan, BIM University Sambangi SMA Santo Yoseph Denpasar

DENPASAR - BIM University kembali melaksanakan kunjungan ke sekolah menengah atas di Bali sebagai bagian…

2 hari ago

This website uses cookies.