Categories: GagasanIndeks

Halal Bihalal FEB UMS, Dr. Salmah Orbayinah Tekankan Pentingnya Menjaga Nilai Ibadah Pasca-Ramadan

Ketua Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah periode 2022–2027, Dr. Apt. Salmah Orbayinah, M.Kes. Foto: Ist.

SOLO – Puasa Ramadan tidak hanya soal menahan lapar dan dahaga, tetapi juga sarana memperkuat spiritual, kesehatan, dan karakter manusia.

Hal itu disampaikan oleh Dr. Apt. Salmah Orbayinah, M.Kes., dalam tausiyahnya pada Halal Bihalal yang digelar di Gedung Ahmad Syafii Maarif Lantai 8 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Surakarta, Sabtu (28/3/2026).

Dalam tausiyahnya, ia mengingatkan bahwa keberhasilan ibadah tidak diukur dari kuantitas semata, seperti banyaknya bacaan Alquran atau sedekah, melainkan dari penerimaan amal oleh Allah SWT.

“Yang perlu kita renungkan adalah, apakah ibadah yang kita lakukan itu benar-benar diterima oleh Allah,” ujarnya.

Ia menekankan dimensi kesehatan dari berpuasa. Secara ilmiah, puasa memberi kesempatan bagi sistem pencernaan untuk beristirahat dan memicu metabolic switch, yakni peralihan sumber energi dari karbohidrat ke lemak.

Proses ini membantu mengontrol kadar gula darah, kolesterol, serta menjaga keseimbangan energi dalam tubuh. Namun, manfaat puasa bisa berkurang bila berbuka tidak tepat, misalnya dengan mengonsumsi makanan berlemak berlebihan.

Selain fisik, puasa juga mendidik jiwa dan membentuk karakter. Nilai-nilai seperti disiplin, kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian sosial harus diterapkan tidak hanya selama Ramadan, tetapi sepanjang tahun.

“Puasa mengajarkan kita untuk berbagi, peduli, dan menjadi pribadi yang lebih baik,” tuturnya.

Dalam tausiyahnya, ia juga menyinggung janji Allah bagi orang yang bertakwa, antara lain kemudahan dalam urusan, rezeki yang tidak disangka, kemampuan membedakan hak dan batil (furqan), serta perlindungan dari berbagai kesulitan.

“Orang yang bertakwa akan mendapatkan lima kebaikan di dunia, dan tiga kebaikan di akhirat, termasuk ampunan dosa dan surga,” jelasnya.

Ia menekankan, pendidikan tinggi seharusnya tidak hanya menekankan kecerdasan intelektual, tetapi juga membentuk karakter mulia dan empati sosial. Hal ini menjadi fondasi penting dalam mencetak pemimpin yang bertanggung jawab dan berintegritas.

“Ini mengingatkan kita bahwa puasa adalah hadiah Allah untuk tubuh, jiwa, dan akhlak. Mari kita lanjutkan nilai-nilainya di luar Ramadan, dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.

Indospektrum

Recent Posts

Aksi Interaktif Raim Laode Sukses Bikin Ribuan Mahasiswa Baru UNS Sing Along di Semar Night Festival 2026

SOLO — Kehadiran penyanyi dan komedian Raim Laode berhasil memeriahkan Semar Night Festival 2026 yang…

12 jam ago

Menteri PPPA Dorong Kampung Dolanan Sidowayah Jadi Model Ruang Ramah Anak dan Perempuan

SOLO — Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi menegaskan pentingnya kolaborasi…

12 jam ago

Kemeriahan Harmony of Java 2026: Wadah Nostalgia dan Harapan Warga Jawa Tengah

SEMARANG — Bagi sebagian warga, perayaan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah bukan sekadar panggung…

16 jam ago

UNS Resmi Luncurkan Kembali Kampung Dolanan Sidowayah Klaten Berkonsep “BERSEMI”

KLATEN – Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta resmi meluncurkan kembali Kampung Dolanan Sidowayah yang berada…

16 jam ago

Hadiri Harmony of Java 2026, Ahmad Luthfi Tegaskan Pembangunan Jateng Butuh Gotong Royong

SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi kembali menyerukan pentingnya mempererat tali kebersamaan seluruh elemen…

16 jam ago

PMB UMS 2026/2027 Ditutup 29 Agustus, Calon Mahasiswa Diimbau Segera Amankan Kuota

SOLO - Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id Tahun Akademik 2026/2027 akan…

17 jam ago

This website uses cookies.