Minggu, 26 Juli 2026
Indospektrum
Advertisement
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Gagasan
  • Indeks
  • Galeri
    • Foto
    • Video
No Result
View All Result
Indospektrum
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Gagasan
  • Indeks
  • Galeri
    • Foto
    • Video
No Result
View All Result
Indospektrum
No Result
View All Result
Home Indeks

Hari Anak Nasional: Pakar Psikologi UMS Tekankan Pentingnya Ruang Aman dan Hak Anak

Indospektrum by Indospektrum
23 Juli 2026
in Indeks, News
0
Share on FacebookShare on Twitter
Guru Besar Program Studi Psikologi UMS, Prof. Dr. Sri Lestari, S.Psi., M.Si., Psikolog. Foto: Ist.

SOLO – Momentum Hari Anak Nasional yang diperingati setiap 23 Juli menjadi pengingat bagi keluarga dan masyarakat untuk menempatkan anak sebagai pusat perhatian, sekaligus memastikan seluruh hak mereka terpenuhi.

Guru Besar Program Studi Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id, Prof. Dr. Sri Lestari, S.Psi., M.Si., Psikolog, menegaskan bahwa masa depan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas tumbuh kembang anak sejak dini.

Menurut Sri Lestari, Hari Anak Nasional seharusnya menjadi momentum refleksi bagi orang tua dan masyarakat untuk mengevaluasi apakah anak-anak telah memperoleh haknya, hidup dengan bahagia, serta tumbuh di lingkungan yang aman. Ia menilai berbagai kasus kekerasan, perundungan, hingga penindasan terhadap anak menunjukkan bahwa ruang aman bagi anak masih menjadi pekerjaan rumah bersama.

“Dalam Hari Anak, yang perlu ditanyakan adalah apakah hak-hak anak sudah terpenuhi dan apakah mereka hidup dengan cara yang membuat mereka bahagia. Saat ini masih banyak kasus kekerasan di keluarga maupun lingkungan pergaulan. Pertanyaannya, di mana ruang aman bagi anak?” ujarnya Kamis (23/7/2026).

Dari perspektif psikologi keluarga, Sri Lestari menilai masih banyak orang tua yang belum memahami hak-hak dasar anak. Salah satunya adalah hak untuk menyampaikan pendapat serta memiliki ruang memilih sesuai tahap perkembangannya. Ia mengungkapkan masih banyak remaja yang menjalani pendidikan tinggi bukan berdasarkan pilihan pribadi, melainkan karena tekanan atau keinginan orang tua.

Selain itu, ia menyoroti tantangan besar yang dihadapi anak di era digital. Menurutnya, penggunaan gawai yang berlebihan membuat anak kehilangan kesempatan berinteraksi secara langsung, bahkan dapat mengalami kesepian meski berada di tengah teman atau keluarganya. Kondisi tersebut juga berdampak pada berkurangnya komunikasi dalam keluarga.

Sri Lestari mengingatkan bahwa pemberian gawai kepada anak usia dini demi membuat mereka tenang justru berisiko menghambat perkembangan. Anak prasekolah membutuhkan interaksi, sentuhan, dan komunikasi yang intensif agar mampu mengenali emosi, mengembangkan kemampuan berbicara, serta melatih kontrol diri. Ia menyebut peningkatan kasus speech delay pada anak menjadi salah satu dampak yang perlu diwaspadai.

Selain itu, pengenalan emosi sejak usia dini merupakan fondasi penting untuk mencegah berbagai persoalan psikologis di masa depan, termasuk perilaku perundungan. Anak yang dibiasakan mengenali dan mengelola emosinya akan lebih mampu mengendalikan diri dibandingkan anak yang tidak mendapatkan pendampingan sejak kecil.

Terkait maraknya kasus bullying, Sri Lestari menjelaskan bahwa korban perundungan berpotensi mengalami trauma, kecemasan, kehilangan rasa percaya diri, hingga hambatan dalam mengembangkan potensi diri. Dampaknya tidak hanya dirasakan dalam jangka pendek, tetapi juga dapat memengaruhi kehidupan sosial dan akademik anak dalam waktu yang panjang.

Untuk membangun anak yang percaya diri dan mandiri, Sri Lestari menekankan pentingnya menghadirkan rumah sebagai ruang aman. Orang tua perlu menerima anak apa adanya, membiasakan diri mendengarkan cerita anak tanpa menghakimi, serta tidak menjadikan nilai akademik sebagai fokus utama dalam komunikasi sehari-hari. Menurutnya, kebiasaan berdialog akan membuat anak lebih terbuka ketika menghadapi persoalan.

Ia juga menekankan bahwa lingkungan ramah anak harus dibangun melalui kolaborasi keluarga, sekolah, perguruan tinggi, dan masyarakat. Guru di sekolah diharapkan tidak membanding-bandingkan kemampuan anak dengan teman maupun saudara kandungnya karena pengalaman tersebut dapat membekas hingga dewasa. Sri Lestari bahkan membagikan pengalaman pribadi ketika anaknya masih membawa dampak psikologis akibat sering dibandingkan dengan kakaknya semasa sekolah dasar.

Menutup pesannya pada Hari Anak Nasional, Sri Lestari mengajak orang tua untuk memenuhi hak anak melalui langkah-langkah sederhana setiap hari, mulai dari menyediakan nutrisi yang sehat, membatasi konsumsi makanan ultra-proses, mengurangi ketergantungan pada gawai, hingga menyediakan waktu untuk berkomunikasi. Menurutnya, kepedulian keluarga, sekolah, dan masyarakat merupakan fondasi utama dalam menciptakan generasi Indonesia yang sehat secara fisik maupun mental.

Tags: UMSUniversitas Muhammadiyah Surakarta
Previous Post

Terima Kunjungan Dubes Iran, Gubernur Ahmad Luthfi Bahas Kerja Sama Teknologi dan Investasi

Next Post

UMS Terima Kunjungan Balik SIT Selandia Baru, Jajaki Kerja Sama Akademik Global

Indospektrum

Indospektrum

Related Posts

Seleksi calon penerima beasiswa santri dan pengasuh pesantren Pemprov Jateng tahun 2026. Foto: Ist.
Indeks

15 Santri Jateng Tembus Beasiswa Luar Negeri, Puluhan Calon Mahasiswa S1-S3 Jalani Tes Akhir Wawancara

by Indospektrum
25 Juli 2026
Suasana Seminar Hari Anak Nasional yang diadakan DPD PP PAUD Jawa Tengah, Sabtu, 25 Juli 202. Foto: Ist.
Indeks

Momen Hari Anak Nasional, DPD PP PAUD Jateng Dorong Pendidikan Karakter dan Pengasuhan Komprehensif

by Indospektrum
25 Juli 2026
Perwakilan BIM University mengunjungi SMA Santo Yoseph Denpasar. Foto: Ist.
Indeks

Perkuat Sinergi Pendidikan, BIM University Sambangi SMA Santo Yoseph Denpasar

by Indospektrum
25 Juli 2026
Atlet Tapak Suci UMS, Kirana Tias Savira meraih medali emas pada 10th Asian Pencak Silat Championship 2026 di Dong Nai, Vietnam, pada 15-23 Juli 2026. Foto: Ist.
Indeks

Debut Manis di Vietnam, Atlet Tapak Suci UMS Kirana Tias Raih Emas Kejuaraan Pencak Silat Asia 2026

by Indospektrum
25 Juli 2026
Pembukaan Temu Alumni FHIP UMS 2026 di Auditorium Moh. Djazman Kampus 1 UMS, Sabtu (25/7/2026). Foto: Ist.
Indeks

Gelar Temu Alumni 2026, FHIP UMS Pererat Silaturahmi dan Perluas Jejaring Profesional Lintas Angkatan

by Indospektrum
25 Juli 2026
Next Post
UMS menerima kunjungan dari Southern Institute of Technology  Selandia Baru, Rabu (22/7/2026). Foto: Ist.

UMS Terima Kunjungan Balik SIT Selandia Baru, Jajaki Kerja Sama Akademik Global

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Currently Playing

Kategori

  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Indeks
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Uncategorized
  • Video

Rekomendasi

Seleksi calon penerima beasiswa santri dan pengasuh pesantren Pemprov Jateng tahun 2026. Foto: Ist.
Indeks

15 Santri Jateng Tembus Beasiswa Luar Negeri, Puluhan Calon Mahasiswa S1-S3 Jalani Tes Akhir Wawancara

25 Juli 2026
Suasana Seminar Hari Anak Nasional yang diadakan DPD PP PAUD Jawa Tengah, Sabtu, 25 Juli 202. Foto: Ist.
Indeks

Momen Hari Anak Nasional, DPD PP PAUD Jateng Dorong Pendidikan Karakter dan Pengasuhan Komprehensif

25 Juli 2026
Perwakilan BIM University mengunjungi SMA Santo Yoseph Denpasar. Foto: Ist.
Indeks

Perkuat Sinergi Pendidikan, BIM University Sambangi SMA Santo Yoseph Denpasar

25 Juli 2026
Atlet Tapak Suci UMS, Kirana Tias Savira meraih medali emas pada 10th Asian Pencak Silat Championship 2026 di Dong Nai, Vietnam, pada 15-23 Juli 2026. Foto: Ist.
Indeks

Debut Manis di Vietnam, Atlet Tapak Suci UMS Kirana Tias Raih Emas Kejuaraan Pencak Silat Asia 2026

25 Juli 2026
Pembukaan Temu Alumni FHIP UMS 2026 di Auditorium Moh. Djazman Kampus 1 UMS, Sabtu (25/7/2026). Foto: Ist.
Indeks

Gelar Temu Alumni 2026, FHIP UMS Pererat Silaturahmi dan Perluas Jejaring Profesional Lintas Angkatan

25 Juli 2026
Foto bersama para peserta Science & Engineering Summer Camp 2026 yang digelar FT UMS. Foto: Ist.
Indeks

Diserbu Ratusan Pendaftar Mancanegara, Summer Camp Internasional FT UMS Sukses Beri Kesan Mendalam

25 Juli 2026
Facebook Instagram Twitter Youtube
Indospektrum

Indospektrum adalah portal berita yang mengonfirmasi data dan fakta dengan sumber informasi.

Kategori

  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Indeks
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Uncategorized
  • Video
  • Tentang Kami
  •  
  • Tim Redaksi
  •  
  • Kontak Kami

© 2026 - Indospektrum

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Gagasan
  • Indeks
  • Galeri
    • Foto
    • Video

© 2026 - Indospektrum