
SOLO – Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) merespons hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) terkait elektabilitas Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka. Survei SMRC pada 1–10 Oktober 2026, menempatkan elektabilitas Gibran di atas Prabowo Subianto dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk simulasi terbatas Capres 2029.
“Survei-survei itu kan potret pendapat masyarakat pada saat tertentu. Jadi, jangan buru-buru menyimpulkan, karena setiap saat itu bisa berbeda,” kata Jokowi di Solo, Kamis (29/10/2026).
Jokowi tidak mengetahui penyebab elektabilitas Gibran di atas Presiden Prabowo dan AHY. Dia mempersilakan agar dilihat secara detail hasil survei tersebut.
Jokowi tidak menampik kemungkinan elektabilitas Wapres Gibran yang merupakan putra sulungnya, naik gegara serangan isu ijazah. Presiden RI ke-7 ini mengemukakan bahwa banyak hal yang bisa menaikkan atau menurunkan elektabilitas seseorang.
Sebagaimana diketahui, survei nasional yang dirilis SMRC pada 1–10 Oktober 2026 memotret dinamika elektabilitas tokoh dan peta kekuatan politik nasional yang bertepatan dengan momentum dua tahun pemerintahan.
Dalam simulasi terbatas, (3 nama dan 2 nama), Gibran Rakabuming Raka 29,7%, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) 28,2% dan Prabowo Subianto 22,7%. Sedangkan simulasi 2 nama (head to head AHY vs Gibran), AHY 41,6% dan Gibran Rakabuming Raka 36,0%. Sementara tidak tahu/tidak jawab 22,4%.











