Categories: IndeksPendidikan

Inovasi Literasi Digital: Dosen UMS Raih Pendanaan Riset Lewat Konten Jurnalistik Karosel

Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP UMS, Dr. Atiqa Sabardila, M.Hum. Foto: Ist.

SOLO – Upaya penguatan literasi di tengah derasnya arus digital terus melahirkan inovasi yang relevan dengan generasi muda. Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Dr. Atiqa Sabardila, M.Hum., berhasil meraih pendanaan Program Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju melalui gagasan penguatan konten jurnalistik karosel bermuatan kearifan Nusantara sebagai media literasi sekolah.

Riset berjudul “Penguatan Konten Jurnalistik Karosel Bermuatan Kearifan Nusantara sebagai Media Literasi Sekolah” tersebut berangkat dari perubahan pola konsumsi informasi di kalangan pelajar. Media sosial kini menjadi ruang utama generasi muda dalam memperoleh pengetahuan, membentuk sikap, sekaligus membangun cara pandang terhadap realitas sosial.

“Format karosel memiliki potensi besar sebagai medium literasi alternatif. Ruang digital yang selama ini dipenuhi informasi instan dan minim refleksi perlu diisi dengan konten edukatif yang mengintegrasikan prinsip jurnalistik, bahasa komunikatif, serta narasi kebudayaan yang kontekstual,” kata Atiqa, Kamis (12/2/2026).

Melalui pendekatan jurnalistik karosel, tambahnya, informasi tidak hanya disajikan secara visual, tetapi juga disusun berdasarkan kaidah jurnalistik yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab. Setiap slide dirancang membangun alur cerita yang sistematis, memadukan data, fakta, serta nilai yang mendidik.

Konten karosel atau carousel sendiri merupakan format unggahan interaktif di media sosial seperti Instagram, LinkedIn, dan TikTok, yang menampilkan beberapa gambar atau video dalam satu postingan dan dapat digeser (swipe). Format ini memungkinkan penyajian informasi secara bertahap, visual, dan naratif, sehingga lebih menarik serta meningkatkan keterlibatan audiens dibandingkan unggahan satu gambar statis.

Muatan kearifan Nusantara menjadi fondasi utama dalam risetnya. Literasi yang dibangun tidak berhenti pada kemampuan membaca dan menulis, tetapi diperluas menjadi literasi budaya, literasi kritis, dan literasi karakter yang berakar pada nilai-nilai luhur bangsa Indonesia.

“Sekolah tidak boleh hanya menjadi konsumen konten digital, tetapi juga harus menjadi produsen wacana yang mendidik dan memberdayakan. Melalui model ini, guru dan siswa didorong untuk memproduksi konten jurnalistik karosel yang mengangkat nilai lokal, tradisi, bahasa daerah, serta praktik sosial yang mencerminkan identitas kebangsaan,” tegasnya yang juga sebagai Sekprodi Pendidikan Bahasa Indonesia Program Doktor UMS.

Pendanaan yang diraih semakin menegaskan peran strategis dosen PBSI dalam merespons tantangan era digital. Keilmuan bahasa dan sastra tidak lagi bergerak dalam ruang teks konvensional, tetapi bertransformasi mengikuti ekosistem media baru yang dinamis.

Inovasi yang digagas Atiqa menunjukkan bahwa kajian bahasa, jurnalistik, dan budaya dapat bersinergi dalam menghadirkan model literasi adaptif tanpa kehilangan jati diri kebangsaan. Pendekatan ini sejalan dengan agenda Indonesia Maju yang menempatkan riset dan inovasi sebagai pilar pembangunan sumber daya manusia.

Bagi FKIP UMS, capaian ini menjadi refleksi komitmen institusi dalam mendorong riset yang berdampak langsung pada dunia pendidikan dan masyarakat. Penguatan literasi berbasis kearifan lokal dipandang sebagai investasi jangka panjang dalam membentuk generasi yang cakap bermedia dan kritis terhadap arus informasi global.

Melalui penguatan konten jurnalistik karosel bermuatan kearifan Nusantara, UMS menegaskan perannya sebagai kampus yang adaptif terhadap perkembangan zaman sekaligus konsisten merawat nilai-nilai budaya bangsa. Literasi sekolah diharapkan tumbuh lebih kontekstual, humanis, dan berakar kuat pada identitas Indonesia di tengah arus digitalisasi.

Indospektrum

Recent Posts

Persiapkan Tim Menuju PKP 2, DKPTI UMS Gelar P2MW Business War Room 2026

SOLO - Direktorat Kemahasiswaan dan Pengembangan Talenta Inovasi (DKPTI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id terus…

5 jam ago

Prodi Arsitektur UMS Gelar Workshop Penguatan Visi Keilmuan Arsitektur Islam dan Berkelanjutan

SOLO - Program Studi Arsitektur Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id menggelar memperkuat arah pengembangan keilmuan…

7 jam ago

Gelar CJIBF 2026, Pemprov Jateng Kantongi Komitmen Investasi Rp19 Triliun

JAKARTA – Gelaran Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2026 yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Jawa…

21 jam ago

Persiapan Kontes 2026, Bengawan Team UNS Perkenalkan Dua Mobil Hemat Energi Terbaru

SOLO - Bengawan Team Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo memperkenalkan dua kendaraan hemat energi terbaru…

1 hari ago

Lewat ignitePRO di BATIC 2026, Telin Dorong Penerapan AI Nyata bagi Enterprise

BALI - PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin), operating company dari PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk…

1 hari ago

Olah Bulu Ayam dan Cangkang Telur Jadi Panel Dinding, Mahasiswa UMS Sabet Medali Perak di China

SOLO - Inovasi material ramah lingkungan karya mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali meraih prestasi…

1 hari ago

This website uses cookies.