
SOLO – Berangkat dari kebutuhan masyarakat terhadap layanan reparasi perangkat elektronik yang mudah dan terpercaya, mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Informatika (PTI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id mengembangkan BenerinAja, sebuah platform digital yang mempertemukan pelanggan dengan teknisi. Inovasi tersebut berhasil mengantarkan Tim BenerinAja lolos menuju KMI Expo P2MW Tahun 2026.
Capaian ini menjadi langkah penting bagi tim dalam mengembangkan layanan reparasi elektronik berbasis digital sekaligus memperluas peluang pengembangan usaha mahasiswa melalui inovasi teknologi.
Tim BenerinAja terdiri atas Isnafi Anisatul Istiqomah, Arya Veda Setyanindito, dan Solikul Mubtadin dari Program Studi Pendidikan Teknik Informatika, serta Ariqah Alim Etlinda dan Milani Putri Rahmawati dari Program Studi Pendidikan Matematika. Tim tersebut dibimbing oleh Arif Setiawan, S.Kom., M.Eng.
KMI Expo XVII Tahun 2026 merupakan ajang Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) yang menjadi wadah bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk memperkenalkan produk, berkompetisi, berbagi pengalaman, serta membangun jejaring dengan investor, mentor, dan pelaku industri.
Mengusung tema “Wirata Berkarya Inovatif, Berakar Lokal, Berdampak Global”, KMI Expo 2026 menghadirkan sejumlah kegiatan, di antaranya pameran atau gelar produk, KMI Award, talkshow kewirausahaan, dan Collaborative Matching. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa berkesempatan memperoleh wawasan, masukan, serta peluang kolaborasi dari praktisi dan pelaku industri.
Bagi Tim BenerinAja, keikutsertaan dalam KMI Expo P2MW 2026 menjadi kesempatan untuk memperkenalkan inovasi yang dikembangkan sekaligus memperluas jejaring dalam pengembangan usaha. Tim berharap dapat memperoleh pengalaman dan masukan yang dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas layanan serta mengembangkan bisnis BenerinAja secara berkelanjutan.
Isnafi mengungkapkan BenerinAja merupakan platform digital yang dirancang untuk mempermudah masyarakat memperoleh layanan perbaikan perangkat elektronik. Platform ini mempertemukan pelanggan dengan teknisi melalui proses layanan yang praktis dan terintegrasi.
“Sejumlah fitur yang tersedia meliputi pelaporan kerusakan, pemesanan layanan, penjadwalan servis, live chat dengan teknisi, hingga pelacakan lokasi teknisi secara real-time. BenerinAja juga menyediakan dukungan layanan untuk 29 kategori perangkat elektronik,” ujarnya, Kamis (16/9/2026).
Melalui fitur tersebut, lanjutnya, pelanggan dapat menemukan teknisi yang sesuai dengan kebutuhan tanpa harus mencari jasa servis secara manual. BenerinAja berupaya menghadirkan pengalaman reparasi yang lebih cepat, transparan, aman, dan terpercaya.
Selain mempermudah akses layanan perbaikan, platform ini turut mendorong masyarakat untuk mempertimbangkan reparasi perangkat yang rusak sebelum menggantinya dengan perangkat baru. Upaya tersebut diharapkan dapat memperpanjang usia penggunaan perangkat sekaligus berkontribusi dalam mengurangi limbah elektronik.
Dosen Pembimbing Tim BenerinAja, Arif Setiawan, S.Kom., M.Eng., menyampaikan bahwa inovasi tersebut dikembangkan dari permasalahan yang dekat dengan kehidupan masyarakat, khususnya dalam memperoleh layanan reparasi perangkat elektronik yang mudah dan terpercaya.
“Proses pengembangan BenerinAja juga menjadi pengalaman bagi mahasiswa untuk tidak hanya menerapkan kemampuan akademik, tetapi juga belajar mengenai pengembangan produk, kerja sama tim, dan pengelolaan usaha,” ujarnya.
Menurutnya, kelolosan menuju KMI Expo P2MW 2026 menjadi pencapaian yang membanggakan sekaligus kesempatan bagi tim untuk memperoleh pengalaman dan masukan yang lebih luas.
“Harapannya, BenerinAja dapat terus dikembangkan menjadi layanan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan memiliki keberlanjutan ke depannya,” tambah Arif.
Keikutsertaan dalam KMI Expo P2MW 2026 menjadi kesempatan bagi Tim BenerinAja untuk memperkenalkan inovasi kepada masyarakat dan pelaku industri, sekaligus membangun jejaring yang mendukung pengembangan usaha.











