SEMARANG – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Tengah bersama panitia penyelenggara Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jateng 2026 mengevaluasi standar operasional prosedur (SOP) keselamatan atlet menyusul tiga insiden di cabang olahraga selam dan pencak silat.
Tiga insiden tersebut terdiri atas satu kasus di cabang olahraga selam dan dua kasus pencak silat. Dari dua kasus pencak silat, satu atlet meninggal dunia di rumah sakit, sedangkan atlet lainnya mengalami kejang akibat benturan kepala dan kini dilaporkan membaik.
Sekretaris Umum KONI Jawa Tengah, Budi Santoso, mengatakan evaluasi dilakukan bersama panitia besar (PB) Porprov, technical delegate, dan pengurus cabang olahraga pada Rabu malam kemaren.
Menurutnya, setiap cabang olahraga memiliki SOP yang mengacu pada ketentuan pengurus besar masing-masing. Namun, keselamatan atlet harus menjadi prioritas, termasuk dalam pengambilan keputusan untuk menghentikan pertandingan.
“Keselamatan atlet itu diutamakan. Wasit dan juri yang menentukan penghentian pertandingan harus sesuai prosedur, tetapi aspek keselamatan atlet menjadi prioritas bagi kami di PB Porprov (Jateng),” kata Budi dalam konferensi pers di Semarang, Kamis (29/10/2026).
Ia mencontohkan prosedur pencak silat yang menerapkan hitungan ketika atlet terjatuh. KONI Jateng mendorong agar atlet yang membutuhkan pertolongan segera ditangani tanpa harus menunggu hitungan selesai. “Begitu jatuh, wasit harus menentukan agar segera ditolong, tidak ada hitungan lagi,” ujarnya.
Hasil evaluasi tersebut akan menjadi bahan rekomendasi kepada pengurus cabang olahraga di tingkat pusat maupun daerah apabila ditemukan ketentuan yang berpotensi menghambat penanganan keselamatan atlet.
Dalam kesempatan tersebut, Budi menyampaikan, atlet pencak silat yang mengalami kejang setelah benturan kepala kini menunjukkan perkembangan positif setelah menjalani perawatan di RS Primaya. “Perkembangan fisik, kondisi, reaksi, dan sebagainya sudah baik. Bahkan sudah bisa berkomunikasi dengan kita juga,” katanya.
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Jawa Tengah, Aria Chandra, mengatakan Pemprov Jateng telah meminta klarifikasi atas insiden yang terjadi dan mendorong evaluasi menyeluruh. Penyelenggara juga langsung memenuhi permintaan tambahan tenaga medis dan ambulans dari sejumlah cabang olahraga. “Artinya, kejadian ini tidak boleh terulang pada masa yang akan datang,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua KONI Kota Semarang, Arnaz Agung Andrarasmara menyampaikan duka atas meninggalnya atlet pencak silat asal Kota Semarang yang disebutnya memiliki prestasi di tingkat nasional.
Arnaz menegaskan pihaknya menghormati proses pemeriksaan yang berlangsung tanpa terburu-buru menyimpulkan penyebab kejadian. Menurutnya, evaluasi perlu mencakup kesiapan wasit, ofisial, dan tim medis dalam merespons kondisi darurat.
“Sekali lagi, ini bukan menyalahkan siapa-siapa. Wasit-wasit itu harus kita bekali lagi dengan pengetahuan tentang penanganan pertama dan safety first, agar atlet-atlet bisa aman,” ujarnya.
Ia menekankan tanggung jawab penyelenggara tidak berhenti pada pencapaian prestasi, tetapi juga mencakup keselamatan dan masa depan atlet.
Ketua Seksi Kesehatan PB Porprov, dr Elhamangto Zuhdan menjelaskan, telah melakukan penanganan kepada atlet yang mengalami kejang. Penanganannya meliputi pemeriksaan durasi kejang, respons pupil, tingkat kesadaran, hingga pemeriksaan lanjutan di rumah sakit.
“Pada kasus yang kemarin, setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata tidak ditemukan gangguan yang membahayakan. Bahkan sekarang kondisi pasien atau atlet tersebut sudah membaik,” jelasnya.
Elhamangto menambahkan, hingga Kamis ini sekitar pukul 17.00 WIB, tim medis Porprov telah menangani sekitar 175 kasus kesehatan. Sebanyak 22 kasus dirujuk ke rumah sakit, sedangkan sisanya ditangani di lokasi pertandingan.
Sebelumnya, Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin menyatakan, penyelenggara telah melakukan sejumlah tahapan sebelum pertandingan, termasuk memastikan atlet terdaftar dalam perlindungan BPJS Ketenagakerjaan. Meski demikian, ia menilai evaluasi tetap diperlukan. “Ini menjadi evaluasi kami untuk memastikan keselamatan atlet benar-benar dijaga,” kata dia beberapa waktu lalu.
Di tengah evaluasi tersebut, Porprov XVII Jateng 2026 tetap berlangsung sesuai jadwal. Hingga Kamis siang, sebanyak 23 cabang olahraga telah menyelesaikan pertandingan. Penutupan Porprov sendiri dijadwalkan berlangsung pada Jumat (30/10/2026) pukul 19.00 WIB di Kabupaten Kendal.
SOLO - Direktorat Bina Talenta Penelitian dan Pengembangan, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang),…
SEMARANG – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno menekankan pentingnya integritas, kehati-hatian serta kepatuhan…
SOLO - Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) merespons hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting…
SEMARANG – Ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026 terbukti menjadi pendorong motivasi…
SOLO - Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) buka suara mengenai dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. Jokowi…
JAKARTA - Kebutuhan keuangan masyarakat tidak hanya berkaitan dengan konsumsi sehari-hari, tetapi juga mencakup perencanaan…
This website uses cookies.