Categories: Gaya HidupIndeks

Integrasi Program Speling dan CKG: Upaya Pemprov Jateng Tingkatkan Standar Kesehatan Desa

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau pelaksanaan program Dokter Speling di Desa Gumiwang, Kecamatan Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara, Senin, 18 Mei 2026. Foto: Ist.

BANJARNEGARA — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau pelaksanaan program Dokter Spesialis Keliling (Speling) di Desa Gumiwang, Kecamatan Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara, Senin, 18 Mei 2026.

Sejak 2025 hingga 16 Mei 2026, program sudah dilaksanakan sebanyak 1.143 kali di 1.089 desa/kelurahan yang tersebar di 446 kecamatan. Sasarannya sudah mencapai 102.291 jiwa.

Dalam praktiknya, Speling diintegrasikan dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dari pemerintah pusat. Di mana capaian CKG di Jawa Tengah per 17 Mei 2026 sudah menyasar 8.810.798 orang atau 22,91% dari penduduk Jawa Tengah. Dari 883 Puskesmas yang ada di provinsi ini, semuanya sudah menyelenggarakan program CKG.

“Standar kesehatan kita terus tingkatkan. Speling kita sudah menjangkau sekitar seribuan desa, ratusan ribu warga desa sudah terlayani oleh dokter spesialis,” kata Ahmad Luthfi usai peninjauan di Kantor Désa Gumiwangdidampingi oleh Bupati Banjarnegara Amalia Desiana.

Luthfi menegaskan, kesehatan merupakan salah satu faktor penting dalam penanganan kemiskinan di Jawa Tengah. Maka dari itu, ia menugaskan seluruh RSUD milik provinsi untuk menerjunkan dokter spesialisya ke desa-desa. Khusus di Banjarnegara, RSUD Dr Margono Soekarjo diminta menggandeng rumah sakit milik Pemkab dan swasta untuk melayani masyarakat secara komprehensif.

“Jadi kita dorong tidak hanya pelayanan di rumah sakit tapi juga di desa. Masyarakat desa akan senang mereka dapat layanan kesehatan gratis,” ucap Luthfi.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah Zulfachmi Wahab menjelaskan program Speling saat ini masih on the track dan akan terus ditingkatkan untuk mencapai target tahun 2026. Fokus sasaran adalah pendeteksian kanker mulut rahim, tuberkulosis, layanan kesehatan jiwa, layanan ibu hamil, balita, dan lainnya.

“Kami tidak akan berhenti pada deteksi dini, tetapi berlanjut untuk meningkatkan kesehatan masyarakat Jawa Tengah secara holistik,” katanya.

Dalam kesempatan itu, pihaknya juga terus melakukan pendeteksian penyakit tuberkulosis (TBC) di wilayahnya.

“TBC ini semakin cepat dideteksi dan diobati makan akan semakin cepat memutus rantai penyebaran TBC. Speling ini sangat terkait karena kita gabungkan kebijakan Kemenkes dan Gubernur,” ujarnya.

Bupati Banjarnegara Amalia Desiana mengatakan, kegiatan Speling sangat bermanfaat untuk warga Banjarnegara, mengingat daerah tersebut masih kekurangan fasilitas kesehatan. Apalagi Speling bisa sampai ke pelosok desa.

Indospektrum

Recent Posts

Polri Perluas Layanan Perpanjangan SIM Online di Jateng, Ini Daftar Wilayahnya

SOLO - Polri menghadirkan kemudahan dalam proses perpanjangan Surat Izin Mengemudi (SIM) sebagai upaya meningkatkan…

1 menit ago

UNS dan East China Normal University Tandatangani Kesepakatan Kerja Sama Akademik

SOLO - Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo menjalin kerja sama dengan East China Normal University…

19 menit ago

Jaga Stabilitas Pangan, TPID Jateng Pertemukan 111 Produsen dan 99 Pembeli Komoditas

SEMARANG — Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Jawa Tengah mempertemukan 111 produsen dan 99 offtaker…

36 menit ago

Webinar UMS: Mengubah Tantangan AI Menjadi Peluang Belajar Matematika

SOLO - Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta…

2 jam ago

Ekspor Satu Pintu BUMN: Solusi Amankan Devisa atau Potensi Beban Pengusaha? Ini Kata Pakar UMS

SOLO - Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id, Dr. Akbar…

4 jam ago

Mengenal Solo Times, Media Multiplatform yang Selalu Dinanti Warga Solo Raya

SOLO – Solo Times tumbuh menjadi salah satu media lokal yang dikenal luas oleh masyarakat…

4 jam ago

This website uses cookies.