Kamis, 5 November 2026
Indospektrum
Advertisement
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Gagasan
  • Indeks
  • Galeri
    • Foto
    • Video
No Result
View All Result
Indospektrum
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Gagasan
  • Indeks
  • Galeri
    • Foto
    • Video
No Result
View All Result
Indospektrum
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Jaga Stabilitas Pangan, TPID Jateng Pertemukan 111 Produsen dan 99 Pembeli Komoditas

Indospektrum by Indospektrum
10 Juni 2026
in Ekonomi, Indeks
0
Share on FacebookShare on Twitter
TPID Jateng mempertemukan 111 produsen dan 99 pembeli bahan pokok penting (bapokting) di gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang Rabu, 10 Juni 2026. Foto: Ist.

SEMARANG — Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Jawa Tengah mempertemukan 111 produsen dan 99 offtaker (pembeli) bahan pokok penting (bapokting). Langkah ini diambil untuk menjaga inflasi dan memastikan keterjangkauan pangan bagi masyarakat.

Mereka dipertemukan dalam acara Rapat Koordinasi TPID dan Temu Bisnis Kerja Sama Antardaerah (KAD) Intra Provinsi Jawa Tengah di gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang Rabu, 10 Juni 2026.

Acara itu juga dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah M Nur Nugroho, serta bupati/wali kota se-Jateng.

Gubernur Ahmad Luthfi mengatakan, acara itu menjadi langkah penting untuk pengendalian inflasi di wilayahnya. Ia menilai, kondisi inflasi di wilayahnya relatifnya bagus sehingga perlu dipertahankan.

“Harapannya terjadi kerja sama di antara para bupati/walikota, produsen, dan offtaker yang ada, sehingga ketersediaan dan keterjangkauan bahan pokok penting bagi masyarakat terkendali, outputnya adalah inflasi di Jawa Tengah bisa terjaga,” katanya.

Luthfi menyampaikan, Jawa Tengah merupakan salah satu lumbung pangan nasional. Maka dari itu, setiap produksi pangan harus dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Jawa Tengah lebih dulu sebelum memenuhi kebutuhan provinsi lain. Salah satu caranya adalah mengefektifkan distribusi pangan antardaerah melalui aglomerasi maupun kerja sama antardaerah.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, M Nur Nugroho menyampaikan, acara ini merupakan upaya bersama untuk memperkuat ketahanan dan stabilitas harga pangan sebagaimana dicanangkan dalam Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS).

“Yang kita lakukan hari ini adalah bagian dari efisiensi distribusi itu. Kita coba pertemukan para produsen bahan pangan pokok dengan offtaker,” katanya.

Melalui pertemuan bisnis tersebut, harapannya offtaker bisa mengumpulkan bahan-bahan pangan yang diproduksi oleh para produsen untuk dipasarkan di wilayah Jawa Tengah. Tujuannya tentu saja agar harga-harga pangan bisa lebih terkendali.

Dari temu bisnis tersebut, komoditas paling diminati meliputi beras sebanyak 30 peminat, minyak goreng 24 peminat, cabai 25 peminat, bawang merah 13 peminat, jagung 4 peminat, dan telur 3 peminat.

Dari sisi sisi produsen, pasokan terbesar berasal dari komoditas cabai yang dihadiri oleh 33 produsen, beras 28 produsen, jagung 25 produsen, bawang merah 20 produsen, telur ayam 4 produsen, dan minyak goreng 2 produsen.

“Mudah-mudahan dari pertemuan antara produsen dan offtaker ini dicapai transaksi ataupun komitmen untuk melakukan kerjasama perdagangan. Untuk mendukung itu kami juga buatkan database-nya supaya koordinasi dengan TPID bisa lebih optimal,” jelasnya.

Sementara secara kewilayahan, beberapa daerah juga menunjukkan potensi transaksi yang cukup tinggi dari sisi offtaker. Kabupaten Klaten dan Kota Semarang tercatat memiliki potensi kebutuhan kerja sama terbesar dengan total 11 potensi kerja sama. Banjarnegara, Banyumas, Kendal, dan Wonosobo masing-masing 7 potensi kerja sama. Dari sisi produsen, Kabupaten Demak dan Grobogan masing-masing memiliki 9 potensi kerja sama, serta Kabupaten Batang dan Brebes masing-masing 7 potensi kerja sama.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan kerja sama antara Badan Usaha Milik Petani (BUMP) PT Kalingga Makmur Sejahtera Kabupaten Jepara dengan Gapoktan Karya Manunggal Kabupaten Rembang untuk komoditas beras. Kemudian kerja sama antardaerah di wilayah Banyumas Raya untuk komoditas cabai, beras, jagung, bawang merah, dan minyak goreng.

Tags: Tim Pengendalian Inflasi DaerahTPID
Previous Post

Webinar UMS: Mengubah Tantangan AI Menjadi Peluang Belajar Matematika

Next Post

UNS dan East China Normal University Tandatangani Kesepakatan Kerja Sama Akademik

Indospektrum

Indospektrum

Related Posts

UMS memperluas jejaring internasional melalui pengembangan kerja sama pendidikan tinggi dengan Republik Rakyat Tiongkok. Foto: Ist.
Indeks

Perluas Jejaring Global, UMS Gandeng KBRI Beijing Pertajam Kerja Sama Akademik dan Industri di Tiongkok

by Indospektrum
5 November 2026
UNS Solo meraih penghargaan QS Recognition Award for Performance Improvement dari QS Quacquarelli Symonds atas peningkatan signifikan dalam QS World University Rankings (WUR): Asia selama lima tahun terakhir. Foto: Ist.
Indeks

Raih QS Performance Improvement Dua Tahun Berturut-turut, UNS Tembus Peringkat 158 Asia

by Indospektrum
4 November 2026
Prosesi Pemasangan Bleketepe

SIJ. KGPAA Mangkoenagoro X (kiri) menyaksikan prosesi pemasangan Bleketepe oleh KPH. Hariadhi Anggoro Kadarisman dalam rangkaian acara Dhaup Ageng Mangkunegaran di Bangsal Tosan, Pura Mangkunegaran, Rabu (4/11/2026). Pemasangan Bleketepe merupakan rangkaian acara sebagai penanda dimulainya adat prosesi pernikahan.
Indeks

Pura Mangkunegaran Gelar Bleketepe dan Adang Sepisan, Tandai Dimulainya Dhaup Ageng Gusti Sura

by Indospektrum
4 November 2026
Dosen Program Studi PGSD UMS,  Muhammad Taufik Hidayat, S.Pd., M.Pd meraih Exceptional PhD Award dari School of Education and Culture, Monash University, Australia. Foto: Ist.
Indeks

Dosen PGSD UMS Raih Exceptional PhD Award dari Monash University Australia

by Indospektrum
4 November 2026
Pembangunan jalan beton di ruas Jepara-Keling, Kabupaten Jepara, sepanjang sekitar 3,3 kilometer pada 2026. Foto: Ist.
Indeks

Dulu Rusak dan Berlubang, Kini Jalur Alternatif Jepara-Pati Makin Mulus

by Indospektrum
4 November 2026
Next Post
Penandatanganan kerja sama antara UNS Solo dengan ECNU Tiongkok pada Selasa (9/6/2026) di Ruang Sidang 1 Gedung dr. Prakosa UNS. Foto: Ist.

UNS dan East China Normal University Tandatangani Kesepakatan Kerja Sama Akademik

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Currently Playing

Kategori

  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Indeks
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Uncategorized
  • Video

Rekomendasi

UMS memperluas jejaring internasional melalui pengembangan kerja sama pendidikan tinggi dengan Republik Rakyat Tiongkok. Foto: Ist.
Indeks

Perluas Jejaring Global, UMS Gandeng KBRI Beijing Pertajam Kerja Sama Akademik dan Industri di Tiongkok

5 November 2026
UNS Solo meraih penghargaan QS Recognition Award for Performance Improvement dari QS Quacquarelli Symonds atas peningkatan signifikan dalam QS World University Rankings (WUR): Asia selama lima tahun terakhir. Foto: Ist.
Indeks

Raih QS Performance Improvement Dua Tahun Berturut-turut, UNS Tembus Peringkat 158 Asia

4 November 2026
Prosesi Pemasangan Bleketepe

SIJ. KGPAA Mangkoenagoro X (kiri) menyaksikan prosesi pemasangan Bleketepe oleh KPH. Hariadhi Anggoro Kadarisman dalam rangkaian acara Dhaup Ageng Mangkunegaran di Bangsal Tosan, Pura Mangkunegaran, Rabu (4/11/2026). Pemasangan Bleketepe merupakan rangkaian acara sebagai penanda dimulainya adat prosesi pernikahan.
Indeks

Pura Mangkunegaran Gelar Bleketepe dan Adang Sepisan, Tandai Dimulainya Dhaup Ageng Gusti Sura

4 November 2026
Dosen Program Studi PGSD UMS,  Muhammad Taufik Hidayat, S.Pd., M.Pd meraih Exceptional PhD Award dari School of Education and Culture, Monash University, Australia. Foto: Ist.
Indeks

Dosen PGSD UMS Raih Exceptional PhD Award dari Monash University Australia

4 November 2026
Pembangunan jalan beton di ruas Jepara-Keling, Kabupaten Jepara, sepanjang sekitar 3,3 kilometer pada 2026. Foto: Ist.
Indeks

Dulu Rusak dan Berlubang, Kini Jalur Alternatif Jepara-Pati Makin Mulus

4 November 2026
Pembangunan talud di ruas Kudus-Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. Foto: Ist.
Indeks

Taj Yasin Minta Pembangunan Talud Kudus-Colo Selesai Sebelum Puncak Kunjungan Wisata Religi

4 November 2026
Facebook Instagram Twitter Youtube
Indospektrum

Indospektrum adalah portal berita yang mengonfirmasi data dan fakta dengan sumber informasi.

Kategori

  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Indeks
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Uncategorized
  • Video
  • Tentang Kami
  •  
  • Tim Redaksi
  •  
  • Kontak Kami

© 2026 - Indospektrum

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Gagasan
  • Indeks
  • Galeri
    • Foto
    • Video

© 2026 - Indospektrum