Categories: IndeksNews

Jateng Targetkan Sukses Penyelenggaraan dan Prestasi di MTQ Nasional XXXI 2026

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi membersamai peserta Pelatihan Peningkatan Kompetensi Calon Peserta MTQ Nasional XXXI di Asrama Haji Transit Manyaran, Kota Semarang, Rabu, 2 September 2026. Foto: Ist.

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memasang target ganda dalam gelaran Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026: sukses sebagai tuan rumah sekaligus sukses meraih prestasi.

“Kita ini sebagai tuan rumah harus berhasil. Tetapi jangan penyelenggaraannya saja yang berhasil, kafilahnya juga harus berhasil. Itu baru jagoan,” kata Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi saat membersamai peserta Pelatihan Peningkatan Kompetensi Calon Peserta MTQ Nasional XXXI di Asrama Haji Transit Manyaran, Kota Semarang, Rabu, 2 September 2026.

Karenanya, Luthfi meminta para kafilah memanfaatkan masa pelatihan untuk mematangkan kemampuan, mental, dan kesiapan bertanding.

Menurutnya, Jawa Tengah memiliki modal besar untuk meraih prestasi. Selain jumlah penduduk muslim yang besar, provinsi ini memiliki banyak masjid, musala, serta hafiz dan hafizah.

Ia meminta peserta memaksimalkan waktu pelatihan, karena keberhasilan tidak bisa didapat dengan instan, tetapi dipersiapkan melalui latihan.

“Keberhasilan suatu kegiatan itu dari latihannya. Porsinya 70 persen latihan, yang 30 persen pelaksanaan. Perhatikan segala arahan dari para pelatih. Betul-betul kita hayati, tidak hanya menjadi pengalaman untuk diri sendiri, tetapi juga pengalaman untuk masa yang akan datang,” pesannya kepada kafilah.

Luthfi juga mengingatkan kepada para peserta bukan lagi hanya membawa nama pribadi dan daerah asal, tapi juga membawa nama besar Jawa Tengah.

Koordinator Pelatih Kafilah Jawa Tengah, Sofyan Hadi Musa, mengatakan pelatihan telah memasuki periode keenam.

“Fokus utamanya simulasi bagaimana tampil di MTQ, kemudian dinilai dan diberikan masukan supaya tidak ada kekurangan, apalagi kesalahan ketika tampil,” katanya.

Selain kemampuan teknis, pelatihan diarahkan untuk memperkuat mental peserta agar mampu tampil tenang dan konsisten di hadapan dewan hakim.

Sebanyak 67 anggota kafilah mengikuti pelatihan tersebut, terdiri atas 56 peserta inti dan 11 peserta cadangan. Mereka didampingi 13 pelatih nasional dan 13 pelatih lokal.

Wakil Gubernur Jawa Tengah sekaligus Ketua Umum LPTQ Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen turut meminta peserta menumbuhkan kepercayaan diri. Kemampuan teknis yang telah dikuasai harus ditunjang kesiapan menghadapi tekanan saat perlombaan.

Indospektrum

Recent Posts

UMS Bawa Pulang Tiga Penghargaan Anugerah Abdidaya Ormawa 2026

SURAKARTA - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id kembali mengukuhkan prestasinya di tingkat nasional dalam ajang…

2 jam ago

Gardu Trafo Listrik di Keprabon Solo Terbakar, Percikan Api Timpa Mobil Listrik BYD

SOLO – Sebuah gardu trafo listrik di Jalan Sugiyopranoto, RT 03/RW 05, Kelurahan Keprabon, Kecamatan…

4 jam ago

Berbekal Kayu dan Semangat, Relawan Berjibaku Padamkan Kebakaran di Gunung Sumbing

TEMANGGUNG — Perjuangan panjang melawan kebakaran hutan di Gunung Sumbing akhirnya membuahkan hasil setelah seluruh…

4 jam ago

Karhutla Gunung Sumbing Padam, Gubernur Ahmad Luthfi Minta Fokus Pemulihan Pipa dan Reboisasi

TEMANGGUNG — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyatakan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan…

5 jam ago

Keseruan Slamet Trail Run 2026: Taklukkan Tanjakan Curam Gunung Slamet Demi Garis Finis dan Wisata Guci

TEGAL – Sepotong hari di Minggu, 25 Oktober 2026 menjadi pengalaman yang sulit dilupakan bagi…

10 jam ago

Gunung Slamet Jadi Kawah Candradimuka, ALTI Jateng Jaring Bibit Atlet Unggulan untuk PON 2028

TEGAL – Asosiasi Lari Trail Indonesia (ALTI) Jawa Tengah menjadikan medan ekstrem Gunung Slamet sebagai…

10 jam ago

This website uses cookies.