Categories: IndeksNews

Kakorlantas Polri Beri Sinyal: Penegakan Hukum ODOL Dimulai Awal 2027

Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho. Foto: Ist.

JAKARTA – Kakorlantas Polri, Irjen Pol Drs Agus Suryonugroho SH, MHum menegaskan bahwa pihaknya akan menindak tegas truk Over Dimension dan Overload (ODOL). Penegakan hukum akan mulai diberlakukan awal 2027.

“Komitmen ini sebagai upaya mendukung program pemerintah menuju Indonesia bebas over dimension dan overload (ODOL),” kata Agus Suryonugroho saat penutupan Rakernis Fungsi Lalu Lintas Tahun 2026 di Auditorium Mutiara STIK Lemdiklat Polri, Jakarta, Minggu (24/5/2026).

Dalam sambutannya, Agus menyebut Rakernis bukan sekadar forum kerja, melainkan ruang menyatukan komitmen demi keselamatan masyarakat.

“Rakernis ini bukan sekadar forum kerja, tetapi ruang menyatukan hati, pikiran, dan pengabdian demi keselamatan masyarakat,” terangnya.

Dia menegaskan bahwa persoalan kendaraan over dimension dan overload menjadi perhatian serius pemerintah karena berkaitan langsung dengan keselamatan transportasi dan tingginya risiko kecelakaan lalu lintas.

“Saya sebagai Kakorlantas sudah siap untuk melakukan penegakan hukum tegas di awal tahun 2027 bulan Januari,” tegasnya.

Agus menjelaskan, penanganan persoalan ODOL membutuhkan kolaborasi dari hulu hingga hilir, mulai sektor industri, transportasi logistik, hingga aparat penegak hukum.

Dia menilai selama ini persoalan transportasi logistik masih menyimpan banyak permasalahan kompleks yang harus segera dibenahi demi menciptakan sistem transportasi yang berkeselamatan.

“Bagaimana kita harus mewujudkan transportasi logistik yang berkeselamatan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Agus mengingatkan tugas polisi lalu lintas bukan hanya mengatur kendaraan di jalan raya, tetapi juga menjaga keselamatan masyarakat dan peradaban bangsa.

“Mari kita tutup rakernis ini dengan semangat bahwa tugas lalu lintas bukan hanya mengatur kendaraan, tetapi menjaga peradaban dan keselamatan bangsa,” tandasnya.

Ditambahkannya, keberhasilan fungsi lalu lintas bukan diukur dari banyaknya penindakan, melainkan jumlah nyawa masyarakat yang dapat diselamatkan.

Indospektrum

Recent Posts

Sungkeman dan Sengkeran Awali Rangkaian Dhaup Ageng di Pura Mangkunegaran Solo

SOLO - Acara Sungkeman dan Sengkeran yang dijalani G.R.Aj. Ancillasura Marina Sudjiwo (Gusti Sura) mengawali…

9 jam ago

Musim Hujan Tiba, Gubernur Ahmad Luthfi Minta Mitigasi Bencana dan Infrastruktur Diperkuat

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi meminta penguatan mitigasi bencana seiring mulai datangnya musim…

9 jam ago

Cegah Korupsi, Pemprov Jateng Perkuat Sistem Pengawasan Terintegrasi Bareng KPK dan BPK

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperkuat sistem pengawasan terintegrasi sebagai upaya mencegah praktik korupsi…

9 jam ago

Pemprov Jateng Gelontorkan Rp65,5 Miliar untuk Rehabilitasi Irigasi dan Perpipaan Pertanian

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengalokasikan anggaran Rp65,5 miliar pada 2026 untuk rehabilitasi jaringan…

10 jam ago

Pemprov Jateng Salurkan 1.507 Alsintan demi Perkuat Lumbung Pangan Nasional

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyalurkan 1.507 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) selama…

10 jam ago

Penggeledahan di Sukoharjo, Gubernur Ahmad Luthfi Minta Masyarakat Jaga Kondusivitas

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengingatkan masyarakat agar tidak gegabah oleh informasi yang…

13 jam ago

This website uses cookies.