Jumat, 18 September 2026
Indospektrum
Advertisement
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Gagasan
  • Indeks
  • Galeri
    • Foto
    • Video
No Result
View All Result
Indospektrum
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Gagasan
  • Indeks
  • Galeri
    • Foto
    • Video
No Result
View All Result
Indospektrum
No Result
View All Result
Home Gagasan

Kaprodi Penjas UMS: Tren Olahraga Viral Harus Dibarengi Kesadaran, Bukan Sekadar FOMO

Indospektrum by Indospektrum
2 Maret 2026
in Gagasan, Indeks
0
Share on FacebookShare on Twitter
Ketua Program Studi Penjas FKIP UMS, Dr. Eko Sudarmanto, S.Pd., M.Or. Foto: Ist.

Fenomena olahraga yang viral di media sosial kian marak di kalangan generasi muda. Mulai dari gym, fun run, thrill run, hingga olahraga paddle, linimasa dipenuhi unggahan keringat, outfit olahraga, hingga tangkapan layar aplikasi lari. Pertanyaannya, apakah tren ini lahir dari kesadaran hidup sehat atau sekadar FOMO (fear of missing out) semata.

Ketua Program Studi Pendidikan Jasmani (Penjas) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Dr. Eko Sudarmanto, S.Pd., M.Or., menilai fenomena tersebut memiliki dua sisi yang perlu disikapi secara bijak.

“Olahraga yang sedang viral bisa menjadi pintu positif ketika muncul dari kesadaran diri untuk bergerak. Karena sejatinya olahraga adalah investasi jangka panjang, bukan sekadar aktivitas sesaat,” ujarnya, Senin (2/3/2026).

Menurut Eko, tren olahraga yang berganti-ganti mulai dari gym, fun run, hingga kini paddle tidak sepenuhnya negatif. Media sosial bahkan bisa menjadi pemantik awal seseorang untuk mulai aktif bergerak. Namun, ia mengingatkan bahwa motivasi yang hanya didorong tren berpotensi menimbulkan masalah.

“Kalau hanya reaktif karena melihat teman unggah Strava 10 kilometer lalu kita langsung daftar lari 15 kilometer tanpa persiapan, itu berbahaya. Olahraga harus terukur dan terstruktur,” tegasnya.

Ia mengibaratkan tubuh seperti galon yang hanya mampu menampung tiga liter, tetapi dipaksa diisi lima liter. Akibatnya, justru “pecah” atau dalam istilah olahraga disebut overtraining.

Eko menekankan bahwa olahraga harus dilakukan secara step by step. Jika targetnya mampu berlari 5 kilometer, maka latihan dimulai dari 1 kilometer, kemudian meningkat secara bertahap.

“Otot perlu adaptasi anatomi. Tubuh harus dikenalkan dulu dengan beban yang akan diterima. Dalam kepelatihan ada istilah set dan repetisi. Semua itu disusun untuk mencapai goal yang jelas,” jelasnya.

Ia menambahkan, bahkan atlet profesional pun menjalani tahapan kondisi fisik umum, kondisi fisik khusus, pra-kompetisi, hingga kompetisi untuk mencapai puncak prestasi. Artinya, konsistensi dan struktur adalah kunci, bukan semangat sesaat.

Di era digital, pengaruh media sosial terhadap perilaku olahraga generasi muda sangat besar. Bangun tidur, membuka gawai, lalu melihat teman sudah berlari pagi akan mendorong seseorang untuk ikut bergerak dari sisi psikologis.

“Media sosial sangat mempengaruhi. Bisa jadi awalnya hanya gengsi, tapi itu tetap bisa menjadi pintu masuk positif,” katanya.

Namun, ia mengingatkan agar olahraga tidak semata-mata mengejar validasi sosial. Jika motivasi hanya bersifat eksternal, maka ketika tren meredup, semangat pun ikut hilang. Dampaknya bukan hanya fisik, tetapi juga psikologis muncul rasa minder atau enggan memulai kembali.

Sebaliknya, ketika seseorang merasa “bersalah” jika tidak berolahraga, menurut Eko itu justru pertanda positif. “Artinya sudah mulai menjadi kebutuhan dan habit. Tujuannya bukan lagi sekadar psikologis karena tren, tapi memang kebutuhan tubuh,” ungkapnya.

Bagi generasi muda dengan aktivitas padat kuliah, organisasi, dan pekerjaan Eko menyarankan untuk tidak memaksakan jenis olahraga tertentu. Yang terpenting adalah mulai bergerak.

“Tidak usah sulit-sulit. Mau jalan keliling komplek, push-up, sit-up, atau sekadar peregangan setelah bangun tidur, itu sudah bagus. Yang penting mau bergerak dulu,” katanya.

Ia juga mendorong mahasiswa mencari komunitas yang sesuai minat. Komunitas dapat menjadi faktor pendorong konsistensi, sekaligus menghadirkan suasana menyenangkan dalam berolahraga.

Eko sepakat bahwa olahraga ringan namun konsisten jauh lebih baik daripada olahraga berat yang hanya bertahan sesaat. Analogi sederhana yang ia gunakan adalah makan sedikit setiap hari lebih baik daripada makan sekaligus dalam jumlah besar seminggu sekali.

“Olahraga kecil-kecil tapi rutin akan menjaga metabolisme tubuh tetap stabil. Daripada satu minggu tidak olahraga, lalu sekali olahraga langsung berat dan akhirnya overtraining,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa overtraining dapat memengaruhi otot, kapasitas paru-paru, hingga jantung. Bahkan kualitas tidur pun bisa terganggu, yang akhirnya berdampak pada motivasi berolahraga.

Di akhir perbincangan, Eko menyebut olahraga sebagai “obat alami” yang murah dan mudah diakses. Agar manfaatnya optimal, perlu pemahaman akan esensi, manfaat, serta risiko setiap jenis olahraga.

“Cari tahu dulu manfaatnya apa, risikonya apa, sesuaikan dengan kapasitas diri. Kalau sudah jadi kebutuhan, maka olahraga akan menjadi habit yang tidak terputus,” pungkasnya.

Fenomena olahraga viral memang tidak bisa dihindari di era media sosial. Namun, lanjut dosen UMS itu, dengan pendekatan yang terukur, terstruktur, dan berbasis kesadaran diri, tren tersebut justru dapat menjadi langkah awal menuju kesehatan jangka panjang.

Tags: UMSUniversitas Muhammadiyah Surakarta
Previous Post

Pertamina Gelar Program BEDUKK di Boyolali: Perkuat Sinergi Komunitas dan Berbagi Keberkahan Ramadan

Next Post

Dikebut Siang Malam, Jalan Semarang-Godong Ditargetkan Bisa Dilalui H-7 Lebaran 2026

Indospektrum

Indospektrum

Related Posts

EXIT 2026: Architecture of Exhibition jadi ajang pamer tugas akhir mahasiswa Program Studi Arsitektur Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Foto : Ist.
Indeks

EXIT 2026 Arsitektur UMS Hadirkan Karya Desain untuk Merespons Persoalan Masyarakat

by Indospektrum
17 September 2026
Penandatanganan nota kesepakatan antara pemerintah pusat, Pemprov Jawa Tengah, dan Pemprov DIY di Auditorium HM Rasjidi, Kementerian Agama RI, Jakarta, Kamis (17/9/2026) terkait pemanfaatan candi sebagai ruang ibadah. Foto : Ist.
Ekonomi

Resmi jadi Ruang Ibadah, Taj Yasin Bidik Potensi Wisata Religi Candi Prambanan hingga Borobudur

by Indospektrum
17 September 2026
Gubernur Ahmad Luthfi menerima audiensi Direktur Utama PT JTAB, Totok Agus Siswanto di Kota Semarang pada Kamis, 17 September 2026. Foto: Ist.
Ekonomi

JTAB Petani Gajian: Terobosan Pemprov Jateng Beri Kepastian Modal, Gaji UMK, dan Pasar bagi Petani

by Indospektrum
17 September 2026
Komisaris Nusantara Petroleum and Petrochemical, Talal Ourfali bersama Gubernur Jateng Ahmad Luthfi saat penandatanganan kerja sama di Ruang Rapat lantai 2 Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kamis (17/9/2026). Foto : Ist.
Ekonomi

Investor Asal Dubai Puas Langkah Cepat Jateng Realisasikan Investasi Mini Refinery

by Indospektrum
17 September 2026
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi meminta pembenahan kawasan PRPP menjadi prioritas. Foto: Ist.
Indeks

Ahmad Luthfi Minta Penataan Kawasan PRPP Jawa Tengah Jadi Prioritas Utama

by Indospektrum
17 September 2026
Next Post
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi meninjau progres perbaikan ruas jalan Semarang–Godong KM 35 yang terputus akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang. Foto: Ist.

Dikebut Siang Malam, Jalan Semarang-Godong Ditargetkan Bisa Dilalui H-7 Lebaran 2026

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Currently Playing

Kategori

  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Indeks
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Uncategorized
  • Video

Rekomendasi

EXIT 2026: Architecture of Exhibition jadi ajang pamer tugas akhir mahasiswa Program Studi Arsitektur Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Foto : Ist.
Indeks

EXIT 2026 Arsitektur UMS Hadirkan Karya Desain untuk Merespons Persoalan Masyarakat

17 September 2026
Penandatanganan nota kesepakatan antara pemerintah pusat, Pemprov Jawa Tengah, dan Pemprov DIY di Auditorium HM Rasjidi, Kementerian Agama RI, Jakarta, Kamis (17/9/2026) terkait pemanfaatan candi sebagai ruang ibadah. Foto : Ist.
Ekonomi

Resmi jadi Ruang Ibadah, Taj Yasin Bidik Potensi Wisata Religi Candi Prambanan hingga Borobudur

17 September 2026
Gubernur Ahmad Luthfi menerima audiensi Direktur Utama PT JTAB, Totok Agus Siswanto di Kota Semarang pada Kamis, 17 September 2026. Foto: Ist.
Ekonomi

JTAB Petani Gajian: Terobosan Pemprov Jateng Beri Kepastian Modal, Gaji UMK, dan Pasar bagi Petani

17 September 2026
Komisaris Nusantara Petroleum and Petrochemical, Talal Ourfali bersama Gubernur Jateng Ahmad Luthfi saat penandatanganan kerja sama di Ruang Rapat lantai 2 Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kamis (17/9/2026). Foto : Ist.
Ekonomi

Investor Asal Dubai Puas Langkah Cepat Jateng Realisasikan Investasi Mini Refinery

17 September 2026
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi meminta pembenahan kawasan PRPP menjadi prioritas. Foto: Ist.
Indeks

Ahmad Luthfi Minta Penataan Kawasan PRPP Jawa Tengah Jadi Prioritas Utama

17 September 2026
Antusiasme masyarakat Jawa Tengah menyaksikan MTQ Nasional XXXI di Lapangan Simpang Lima Kota Semarang, Rabu malam, 16 September 2026. Foto: Ist.
Indeks

Ribuan Warga Padati Simpang Lima, Meriahkan Malam MTQ Nasional XXXI di Semarang

17 September 2026
Facebook Instagram Twitter Youtube
Indospektrum

Indospektrum adalah portal berita yang mengonfirmasi data dan fakta dengan sumber informasi.

Kategori

  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Indeks
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Uncategorized
  • Video
  • Tentang Kami
  •  
  • Tim Redaksi
  •  
  • Kontak Kami

© 2026 - Indospektrum

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Gagasan
  • Indeks
  • Galeri
    • Foto
    • Video

© 2026 - Indospektrum