SOLO – Event Solo Run Fest 2026 kembali akan digelar di Kota Solo pada 27 September 2026. Sebanyak 7.000 peserta ditargetkan ambil bagian dalam olahraga lari yang mengambil start di Stadion Manahan dan finish di Taman Balekambang tersebut.
Solo Run Fest 2026 merupakan perpaduan antara olahraga lari dan kekayaan budaya Kota Solo melalui konsep sport tourism. Acara dirancang bukan sekadar sebagai ajang lari biasa, melainkan sebuah ruang kompetisi sekaligus perjalanan eksplorasi diri. Event dibuka dengan Tiga Kategori yaitu HM, 10K dan 5K.
Memasuki tahun keempat penyelenggaraannya, Solo Run Fest 2026 merupakan hasil kolaborasi strategis antara Pemkot Surakarta dan PT SHA Solo. Sekaligus melanjutkan kesuksesan tahun lalu yang telah mengantongi sertifikasi rute dari Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI). Para pelari, baik dari tingkat nasional maupun atlet elite internasional, diajak untuk menjadi pelari urban yang mengeksplorasi diri dan keindahan kota.
“Sekarang di Kota Solo ada beberapa flagship event yang kita dorong dan menjadi tolak ukur yang berdampak bagi ekonomi dan masyarakat Kota Solo,” kata Wali Kota Solo, Respati Ardi saat jumpa pers Solo Run Fest 2026, Rabu (3/6/2026).
Dikatakannya, ke depan sebuah flagship event wajib merilis dampak ekonominya bagi Kota Solo. Kerja keras penyelenggara akan terasa lebih bermakna apabila manfaat yang dirasakan masyarakat dapat diukur secara jelas.
Menurutnya, berbagai agenda berskala nasional maupun internasional yang diselenggarakan di Kota Solo selama ini telah menunjukkan efek berganda (multiplier effect) terhadap sektor ekonomi. Hotel, restoran, kafe, UMKM, pusat perbelanjaan, hingga pelaku transportasi mendapatkan manfaat langsung dari meningkatnya kunjungan wisatawan.
Wali Kota juga mengapresiasi budaya masyarakat Solo yang selama ini menjadi kekuatan utama dalam mendukung keberhasilan berbagai kegiatan berskala besar.
“Budaya tenggang rasa, saling menghormati, dan budaya menerima tamu dengan baik menjadi modal besar Kota Solo. Dukungan warga menjadi faktor penting, sehingga berbagai event dapat berjalan aman, nyaman, dan sukses,” ujarnya.
Solo Run Fest 2026 akan dimeriahkan dengan pameran sportswear (busana dan perlengkapan olahraga). Pameran ini akan menghadirkan kurasi produk-produk terbaik berskala lokal maupun nasional. Selain itu, area kuliner legendaris khas Kota Solo juga akan dihadirkan guna memanjakan lidah para pelari dan pengunjung di lokasi acara.
“Kehadiran ribuan peserta diharapkan mampu menghidupkan ekosistem lokal, memacu pertumbuhan ekonomi daerah, serta menciptakan iklim olahraga lari yang lebih inklusif dan bermakna, lebih dari sekadar pencapaian waktu,” kata Project Director Solo Run Fest, Rindrapuri.
Mengusung tema “Run The City. Feel The History”, acara ini membawa pesan kuat: berlari bukan hanya tentang melintasi sudut kota, tetapi juga merasakan denyut kehidupan, sejarah, cita rasa, dan kehangatan masyarakatnya.
Tahun ini, teknis perlombaan yang terstandardisasi serta pengangkatan ikon-ikon lokal Kota Solo akan terus ditingkatkan sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap ekonomi daerah. Tingkat keamanan dan kenyamanan Kota Solo sebagai tuan rumah juga dipastikan akan mendukung visi acara yang peduli lingkungan dan berkelanjutan (sustainability aware).
SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendorong Bank Pembangunan Daerah (BPD) memperkuat peran dalam…
SOLO - Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi) buka suara menyusul namanya disebut Nadiem Makarim…
BOYOLALI — Jemaah haji Kloter 1 Debarkasi Solo telah sampai di tanah air, Selasa malam,…
BOYOLALI – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan dua sektor baru sebagai penggerak ekonomi 2027: pariwisata…
SOLO - Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan talkshow layanan kemahasiswaan, Selasa…
BOYOLALI — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan penyandang disabilitas tidak boleh tersisih dari akses…
This website uses cookies.