Categories: IndeksNews

Kisah KMPA Giri Bahama UMS Ikut Membantu Pencarian Pendaki Hilang di Bukit Mongkrang

Tim KMPA Giri Bahama melakukan penyisiran Ground Search. Foto: Ist.

SOLO – Keluarga Mahasiswa Pecinta Alam (KMPA) Giri Bahama dari Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mendelegasikan 14 personel dalam misi pencarian pendaki hilang di Mongkrang, Karanganyar.

Tim KMPA Giri Bahama bergabung bersama ratusan personel Search And Rescue (SAR) lalu terbagi menjadi SRU Vertikal Rescue untuk menyisir titik blank spot dan SRU penyisiran darat (Ground Search).

14 personel yang dikirimkan di antaranya adalah Dendy, Alfa, Hasan, Sarwoto, Fauzan, Bashra,Alfi, Jawwad, Shahid, Fadly, Miftah, Bayu, Anggraini, dan Viki Pratama selaku ketua umum. Tim KMPA Giri Bahama mengikuti operasi SAR Tahap 1, dimulai tanggal 19–25 Januari 2026. Pada tahap ini lokasi pencarian diperluas ke area Candi 1, Candi 2, Sangitan sampai Gunung Mitis, jalur Jobolarangan, dan jalur Mrutu hingga wilayah Jawa Timur.

Mengenal dari kacamata Geografi, Bukit Mongkrang termasuk wilayah Pegunungan Lawu Selatan. Pegunungan Lawu Selatan memiliki geomorfologi yang didominasi oleh lereng curam Stratovolcano tipe B dengan batuan andesitik-basaltik yang ditandai hutan primer lebat, morfologi perbukitan terjal, terbentuk dari adanya aktivitas vulkanik purba.

“Secara keseluruhan Pegunungan Lawu Selatan adalah lanskap pegunungan api terjal dan tertutup vegetasi lebat,” jelas Viki, Selasa (3/2/2026).

Setelah melalui proses evaluasi pada tahap 1, operasi SAR difokuskan untuk pencarian pada titik MPP (Most Probable Position) di sekitar Puncak Candi I sampai Pos 3 Tapak Nogo. Berbagai upaya telah dilakukan baik secara penyisiran manual, pemantauan udara menggunakan drone, dan pengerahan K9 (anjing pelacak). Meskipun pencarian telah dilakukan secara maksimal namun kondisi cuaca yang tidak stabil menjadi salah satu penghambat pencarian dan hingga kini belum menemukan titik terang keberadaan survivor.

“Vegetasi gunung yang sangat rapat, angin kencang, kabut tebal, dan buruknya cuaca menjadi kendala ketika pencarian karena terbatasnya jarak pandang,” ujar Alfi personel Tim KMPA Giri Bahama.

Pada hari ke-7 SRU mencium bau misterius di sekitar Pos 3 Tapak Nogo yang menjadikan sebagai petunjuk baru keberadaan survivor. Kemudian pencarian ditambah 3 hari (26-28/1), namun hasilnya masih nihil. Hingga pada akhirnya, pencarian diperpanjang hingga Sabtu, 31 Januari 2026 untuk memaksimalkan pencarian.

“Adanya kejadian ini diharapkan anggota KMPA Giri Bahama dapat meningkatkan keterampilan di bidang Search and Rescue, navigasi darat, dan menambah kemampuan dalam vertical rescue,” pesan Viki.

Viki menyampaikan, KMPA Giri Bahama berkomitmen selalu memberikan bekal pengetahuan dasar kepecintaalaman kepada calon anggota dimulai dari Pendidikan dan Latihan Dasar Jungle Track sampai dengan Masa Pengembaraan. Tujuannya guna meningkatkan kompetensi individu maupun kelompok sebelum menjalankan kegiatan alam bebas untuk meminimalisir risiko ketika berkegiatan.

Bagi Viki, kasus hilangnya Yazid menjadi pengingat untuk selalu menjaga keamanan dan keselamatan dalam melakukan kegiatan di luar ruangan. Bukan berarti gunung yang rendah dan jalur yang mudah dapat dianggap bebas risiko. Bekal pengetahuan, fisik, dan persiapan yang matang menjadi langkah strategis dalam menyukseskan kegiatan.

Dosen Fakultas Geografi UMS Nirma Lila Anggani, S.Si., M.Sc., mengapresiasi atas keterlibatan KMPA Giri Bahama dan menjadi kontribusi nyata dan berdampak dari mahasiswa UMS khususnya Fakultas Geografi.

“Keterlibatan mahasiswa KMPA Giri Bahama dalam operasi SAR ini merupakan bentuk kontribusi nyata dan berdampak dari mahasiswa dalam membantu persoalan di masyarakat dan berguna bagi sesama. Ketabahan, ketulusan, dan keberanian anggota KMPA Giri Bahama merupakan salah satu perwujudan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang sesungguhnya,” ujar Nirma.

Ia berharap, dengan adanya kejadian ini, masyarakat akan lebih berhati-hati dalam berkegiatan untuk menjaga etika dan meningkatkan nilai-nilai tanggung jawab serta kedisiplinan ketika di alam bebas dan di manapun.

Indospektrum

Recent Posts

Hadir Format Baru 1 Hari 4 Panggung, Projek-D Vol.5 Siap Digelar September 2026 di De Tjolomadoe

SOLO - Festival musik Projek-D Vol.5 akan kembali hadir pada 5 September 2026 di De…

40 menit ago

Flow Before Flight: Sensasi Relaksasi Yoga dengan Latar Pemandangan Pesawat di Bandara Adi Soemarmo

BOYOLALI - Bandara Adi Soemarmo sukses menggelar acara olahraga inovatif yang mengusung tema "Yin Yoga…

2 jam ago

15 Santri Jateng Tembus Beasiswa Luar Negeri, Puluhan Calon Mahasiswa S1-S3 Jalani Tes Akhir Wawancara

SEMARANG - Seleksi calon penerima beasiswa santri dan pengasuh pesantren Pemprov Jateng tahun 2026 memasuki…

22 jam ago

Momen Hari Anak Nasional, DPD PP PAUD Jateng Dorong Pendidikan Karakter dan Pengasuhan Komprehensif

SEMARANG – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) harus menjadi momentum bagi seluruh orang tua, pendidik,…

22 jam ago

Perkuat Sinergi Pendidikan, BIM University Sambangi SMA Santo Yoseph Denpasar

DENPASAR - BIM University kembali melaksanakan kunjungan ke sekolah menengah atas di Bali sebagai bagian…

1 hari ago

Debut Manis di Vietnam, Atlet Tapak Suci UMS Kirana Tias Raih Emas Kejuaraan Pencak Silat Asia 2026

SOLO - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id di kancah internasional.…

1 hari ago

This website uses cookies.