Categories: IndeksNews

Kolaborasi Teknik Kimia dan Kesmas UMS dalam Pengembangan Sistem Pengelolaan Limbah Plastik Medis di RS PKU Karanganyar

Tim Dosen UMS mengembangkan sistem pengelolaan limbah plastik medis di RS PKU Muhammadiyah Karanganyar. Foto: Ist.

SOLO – Tim dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dari Program Studi Teknik Kimia dan Program Studi Kesehatan Masyarakat melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di RS PKU Muhammadiyah Karanganyar.

Kegiatan ini berfokus pada pengembangan sistem pengelolaan limbah plastik plabot infus non-infeksius yang legal, aman, ramah lingkungan, serta memiliki nilai tambah ekonomi.

Sebagai rumah sakit tipe C dengan aktivitas pelayanan kesehatan yang cukup tinggi, RS PKU Muhammadiyah Karanganyar secara rutin menghasilkan limbah plastik medis non-infeksius, khususnya plabot infus dan jerigen cairan hemodialisa. Setiap bulan, jumlah limbah yang dihasilkan mencapai sekitar 6.000-7.000 plabot infus dan 250-300 jerigen.

Selama ini, limbah tersebut dikumpulkan dan diserahkan kepada pihak ketiga tanpa melalui proses pengolahan internal, sehingga belum memberikan nilai tambah serta menimbulkan ketergantungan pada pengelola eksternal.

Ketua tim pengabdian UMS, Alimatun Nashira, M.Eng.Sc., menjelaskan bahwa program pendampingan ini dirancang menggunakan pendekatan interdisipliner agar permasalahan limbah medis dapat ditangani secara komprehensif.

“Dari sisi Teknik Kimia, kami merancang proses pemilahan, pencucian, dan disinfeksi limbah plastik secara teknis dan terukur. Sementara itu, Kesehatan Masyarakat memastikan aspek keselamatan kerja, pengendalian risiko lingkungan, serta kepatuhan terhadap regulasi kesehatan dan lingkungan,” jelasnya, Selasa (3/2/2026).

Kegiatan pengabdian ini telah dimulai sejak Juni 2025 melalui beberapa tahapan, mulai dari survei teknis, identifikasi jenis dan volume limbah, hingga pengujian laboratorium. Hasil pengujian di Laboratorium Teknik Kimia UMS menunjukkan bahwa perendaman plabot infus dalam larutan klorin 0,5 persen selama 30 menit efektif menghilangkan mikroba, sehingga limbah aman untuk diproses lebih lanjut.

Berdasarkan hasil tersebut, tim UMS bersama pihak rumah sakit merancang dan membangun fasilitas pengolahan limbah plastik skala rumah sakit. Fasilitas ini meliputi bak pembilasan dan disinfeksi, serta area penirisan dan pengeringan. Selain itu, operator rumah sakit juga mendapatkan pelatihan teknis terkait prosedur pemilahan, pemotongan limbah, disinfeksi, hingga penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Manajemen RS PKU Muhammadiyah Karanganyar menyambut baik pendampingan yang dilakukan oleh UMS. Program ini dinilai memberikan kejelasan dari sisi teknis dan regulasi, sekaligus membuka peluang bagi rumah sakit untuk mengelola limbah plastik non-infeksius secara lebih mandiri. Sistem ini juga diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada pihak ketiga serta meningkatkan nilai ekonomis limbah secara legal.

Sistem pengolahan limbah plastik tersebut mulai diuji coba secara operasional sejak September 2025 dan dijalankan langsung oleh staf rumah sakit. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sistem dapat berfungsi dengan baik, meskipun masih memerlukan beberapa penyempurnaan, terutama terkait pengelolaan air sisa disinfeksi agar tidak mengganggu kinerja Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Sebagai bagian dari evaluasi dan perencanaan keberlanjutan program, UMS bersama RS PKU Muhammadiyah Karanganyar menggelar Focus Group Discussion (FGD) pada 22 Januari 2026. Melalui forum tersebut, kedua belah pihak menegaskan komitmen untuk terus menyempurnakan sistem pengolahan limbah yang telah dibangun agar dapat diterapkan secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan pengabdian ini, UMS berharap kolaborasi antara Program Studi Teknik Kimia dan Kesehatan Masyarakat dapat menjadi model pengelolaan limbah medis yang aplikatif dan berkelanjutan. Program ini tidak hanya memperkuat kapasitas internal rumah sakit, tetapi juga berkontribusi pada perlindungan lingkungan serta mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Indospektrum

Recent Posts

Cek Kesehatan Gratis Speling Jangkau 20,84 Juta Warga Jateng di 1.603 Desa

SEMARANG - Deteksi penyakit sejak dini kini semakin dekat dengan masyarakat Jawa Tengah. Hingga akhir…

3 jam ago

Blibli Histeria 11.11 Gelar Sports Day, Tawarkan Promo Gear Olahraga dan Tips Belanja Hemat

JAKARTA - Punya wishlist running shoes yang lagi hype, sneakers incaran, atau raket padel yang…

4 jam ago

PMB UMS 2027/2028 Dibuka: Hadirkan Beragam Jalur Seleksi dan Beasiswa

SOLO – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id resmi membuka Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik…

4 jam ago

Sambut Pariwisata Ramah Muslim, 200.815 UMKM di Jateng Kantongi Sertifikasi Halal

SEMARANG – Sebanyak 200.815 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Jawa Tengah tercatat telah…

5 jam ago

Terima Penghargaan CNN Indonesia Awards, Ahmad Luthfi: Pertumbuhan Ekonomi Harus Bawa Manfaat Nyata

JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah terus melaju di atas rata-rata nasional. Pada triwulan III…

14 jam ago

Pemprov Jateng dan Lazismu Perkuat Kolaborasi Penanganan Kemiskinan serta Krisis Air Bersih

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengajak Badan Amil Zakat Nasional (Baznas)…

15 jam ago

This website uses cookies.