Categories: IndeksPendidikan

Mahasantri Pondok Shabran UMS Ajak Jemaah Masjid Al-Munajat Gelar Ngaji Outdoor di Umbul Besuki

Foto bersama mahasantri Pondok Shabran UMS dengan ibu-ibu jemaah Masjid Al-Munajat. Foto: Ist.

SOLO – Pondok Shabran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) www.ums.ac.id lewat takmir Masjid Al-Munajat yang dikelola oleh mahasantri Pondok Shabran UMS mengajak ibu-ibu jemaah Masjid Al-Munajat menggelar Ngaji Outdoor (Ngador) di Umbul Besuki, Klaten, Rabu (8/7/2026).

Kajian yang kerap kali digelar di masjid dan mushola ini menghadirkan dakwah inklusif. Sinergitas mahasantri Shabran UMS mampu menginisiasi untuk menyebarkan nilai-nilai keislaman di tempat pariwisata.

Muhammad Farhan, Ketua Takmir Al-Munajat sekaligus mahasantri Pondok Shabran UMS angkatan 24, melaporkan ngador diikuti oleh 30 jemaah ibu-ibu Masjid Al-Munajat. Menurutnya, diselenggarakannya kajian di tempat outdoor agar kajian tidak selalu berkesan monoton.

“Kami ingin menghadirkan kajian yang lebih menggembirakan, agar visi dakwah dapat diterima dengan mudah,” kata Farhan sapaan akrabnya, (9/7/2026).

Ia juga mengungkapkan bahwa ngador sebagai ajang mempererat kembali tali silaturahmi antara masyarakat dengan mahasantri Pondok Shabran UMS. Dulu, kata Farhan, mahasantri Pondok Shabran UMS aktif berdakwah di masjid-masjid di daerah Makam Haji dan sekitarnya. Aktivitas itu menghasilkan hubungan baik dengan masyarakat.

“Sepuluh tahun pertama Pondok Shabran didirikan masih belum punya masjid, sehingga mendorong mahasantri Pondok Shabran saat itu untuk menyebarkan dakwah Islam di masjid-masjid sekitar yang ada,” tambahnya.

Pada sesi inti, tausiyah dibawakan oleh Septi Nengtias Ketua Bidang Immawati Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) Pondok Shabran UMS. Dalam pemaparannya, Septi menyebutkan bahwa perempuan atau seorang ibu memiliki peran sentral di keluarga. Segala kebutuhan dan aktivitas keluarga, perempuan menjadi aktor utama yang menyiapkannya.

Tetapi menurutnya segala aktivitas, kebutuhan, dan kepentingan keluarga harus dikerjakan secara kolektif oleh laki-laki ataupun perempuan yang telah berumah tangga.

“Memasak, menyiapkan anak-anak sekolah, membersihkan rumah itu tidak hanya dikerjakan oleh perempuan, tapi laki-laki juga harus ikut mengambil peran, karena laki-laki dan perempuan memiliki kedudukan yang sama di mata Allah,” jelasnya.

Kemudian, Septi juga menyinggung aktivitas perempuan di dapur yang kerap kali dipermasalahkan karena menghambat produktivitas perempuan untuk beribadah maupun bekerja. Menurutnya, aktivitas di dapur dapat dijadikan sebagai ladang pahala, yang dilandasi oleh dua kunci utama.

Pertama, dalam memasak seorang ibu harus meniatkan aktivitas masaknya untuk kebaikan keluarga yang dibarengi dengan melafalkan kalimat thayyibah, dan tidak merasa adanya tekanan atau paksaan dalam memasak. Ia mengutip hadits tentang niat sebagai nilai fundamental dalam beramal.

إنَّمَا الأعمَال بالنِّيَّاتِ وإِنَّما لِكُلِّ امريءٍ ما نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُولِهِ فهِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُوْلِهِ ومَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُها أو امرأةٍ يَنْكِحُهَا فهِجْرَتُهُ إلى ما هَاجَرَ إليهِ

“Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang hijrahnya karena mencari dunia atau karena wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang ia tuju.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Kedua, dapur dapat menjadi ladang pahala jariyah bagi seorang perempuan yang memasak demi memenuhi kebutuhan gizi keluarga agar semangat dalam beramal dan beraktivitas.

“Jika sang suami mendapat pahala dengan berjihad, maka seorang istri dapat meraih pahala dengan memenuhi kebutuhan fisik suami lewat aktivitas di dapur,” pungkasnya.

Indospektrum

Recent Posts

Potensi Panas Bumi Gunung Ungaran Mampu Hasilkan 55 Megawatt, Eksplorasi Ditarget Akhir 2028

SEMARANG - Pemanfaatan panas bumi di kawasan Gunung Ungaran, Kabupaten Semarang dan perbatasan Kendal, belum…

1 jam ago

Pemprov Usulkan Tujuh Tokoh Jawa Tengah jadi Calon Pahlawan Nasional, Tambah Dua Nama Baru

SEMARANG — Tujuh tokoh asal Jawa Tengah diusulkan menjadi calon Pahlawan Nasional pada Tahun 2026.…

2 jam ago

Telin Gelar BATIC 2026 di Bali, Dorong Kolaborasi Ekosistem Digital dan AI Asia Pasifik

BALI - Melanjutkan kesuksesan penyelenggaraan Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) tahun sebelumnya, Telin, operating…

5 jam ago

Perkuat Internasionalisasi, Prodi Manajemen UMS Jelajahi Program Double Degree Bersama MSU Malaysia

SOLO - Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id…

11 jam ago

Nasrul Harahab Dilantik Jadi Kepala SD UMS Global Citizen Lab School Periode 2026–2030

SOLO - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id memperkuat komitmennya dalam menghadirkan layanan pendidikan dasar berkualitas…

12 jam ago

Bantu Brand Scaling Up Tanpa Modal Raksasa, FAS Hadirkan Solusi All-in-One Enabler

JAKARTA - Perkembangan bisnis tentu jadi momen yang paling ditunggu setiap brand. Namun, di balik…

16 jam ago

This website uses cookies.