Categories: IndeksPendidikan

Mahasiswa KKN-DIK UMS Gelar Pengajian Strategi Dakwah Modern di Wonogiri

Mahasiswa KKN-DIK FKIP UMS menggelar pengajian di Masjid Jami’ Ibrahim Ma’asbaal, Dusun Duwet, Kecamatan Ngadirojo, Wonogiri. Foto: Ist.

SOLO – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pendidikan (KKN-DIK) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang bertugas di SMA Muhammadiyah 1 Wonogiri menggelar kegiatan pengajian. Temanya“Modernisasi Strategi Gerakan Dakwah Islam dan Tajdid”.

Pengajian berlangsung Minggu malam, 8 Februari 2025 di Masjid Jami’ Ibrahim Ma’asbaal, Dusun Duwet, Kecamatan Ngadirojo, Wonogiri. Acara dilaksanakan selepas salat Isya.

Pengajian diikuti oleh warga sekitar masjid, tokoh masyarakat, serta para santri dan siswa SMA Muhammadiyah 1 Wonogiri. Jamaah berbondong-bondong hadir dan memerhatikan penuh selama kajian berlangsung.

Alifah, salah satu mahasiswa KKN DIK FKIP UMS menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menghadirkan dakwah yang lebih membumi dan dekat dengan kehidupan masyarakat. “Melalui pengajian ini, kami ingin menyampaikan bahwa dakwah Islam bisa dilakukan dengan cara yang santun, relevan, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini, tanpa meninggalkan nilai-nilai pokok ajaran Islam,” ujarnya, Rabu (25/2/2026).

Dalam penyampaian kajian, mahasiswa KKN DIK FKIP UMS mengangkat pentingnya modernisasi strategi dakwah Islam tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar ajaran agama. Dakwah tidak hanya dipahami sebagai ceramah semata, tetapi juga sebagai upaya menyentuh masyarakat melalui berbagai pendekatan yang relevan dengan kondisi zaman.

Materi kajian menekankan bahwa dakwah Islam memiliki beragam metode yang dapat diterapkan di tengah masyarakat, seperti dakwah bil-lisan melalui ceramah dan pengajian, dakwah bil-hal melalui keteladanan dan aksi nyata, dakwah bi-tadwin melalui tulisan dan media, serta dakwah bil-hikmah yang mengedepankan kebijaksanaan dan kelembutan dalam menyampaikan pesan. Pendekatan-pendekatan tersebut dinilai penting agar dakwah dapat diterima dengan baik oleh berbagai lapisan masyarakat.

Selain itu, konsep tajdid atau pembaruan juga menjadi fokus utama dalam pengajian ini. Tajdid dijelaskan sebagai upaya pemurnian ajaran Islam sekaligus pembaruan metode dakwah agar tetap relevan dengan perkembangan sosial, budaya, dan teknologi. Mahasiswa KKN UMS menekankan bahwa pembaruan tidak berarti mengubah ajaran, melainkan memperbarui cara penyampaian agar pesan Islam lebih mudah dipahami dan diamalkan.

Kajian juga mengajak jamaah untuk memahami dakwah secara utuh dan tidak parsial, dengan mempertimbangkan aspek sosial, budaya, serta kebutuhan masyarakat. Pendekatan dakwah yang kontekstual, santun, dan bertahap dinilai lebih efektif dibandingkan cara-cara konfrontatif yang justru dapat menimbulkan jarak di tengah masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN-DIK FKIP UMS berharap dapat memberikan wawasan baru sekaligus menumbuhkan semangat dakwah yang lebih inklusif dan membumi. Pengajian ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung penguatan nilai keislaman di lingkungan masyarakat,” pungkas Alifah.

Indospektrum

Recent Posts

Ahmad Luthfi Raih Penghargaan CSR dan PDB Awards 2026 atas Keberhasilan Program Sampah

JAKARTA - Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menerima penghargaan atas capaian Corporate Social Responsibility (CSR)…

16 menit ago

Musim Haji 2026: Bandara Adi Soemarmo Kembali Hadirkan Layanan Fast Track Makkah Route

SOLO – Sebanyak 29.121 jemaah calon haji yang terbagi dalam 81 kelompok terbang (kloter) akan…

17 jam ago

Revolusi Digital Ahli Gizi: NutriAI Pro Resmi Meluncur sebagai Platform AI Pertama di Indonesia

SOLO - Transformasi digital di bidang kesehatan kembali menunjukkan perkembangan signifikan dengan diluncurkannya NutriAI Pro.…

23 jam ago

Pemprov Jateng Siapkan 12 Venue dan Rangkaian Acara MTQ Nasional XXXI di Semarang

SEMARANG - Persiapan gelaran Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI tahun 2026 yang akan diselenggarakan…

24 jam ago

Refleksi QS. Al-Mujadilah: Dosen UMS Ingatkan Konsekuensi Melanggar Syariat Allah

SOLO - Banyak sekali manusia yang lalai akan syariat Allah SWT. Terkadang mereka melakukan segala…

1 hari ago

Disentil JK soal Karier Politik Hingga Jadi Presiden, Jokowi: Saya Orang Kampung

SOLO - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) merespons pernyataan mantan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf…

1 hari ago

This website uses cookies.