Categories: IndeksPendidikan

Mahasiswa KKN Internasional UMS Kenalkan Seni Membatik kepada Anak Pekerja Migran di Malaysia

Mahasiswa KKN Internasional UMS menyelenggarakan pelatihan membatik untuk anak pekerja migran Indonesia di Malaysia. Foto: Ist.

SOLO – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) https://www.ums.ac.id/ menyelenggarakan pelatihan membatik. Kegiatan bertajuk “Melukis Batik” merupakan bagian dari program kerja edukatif mahasiswa KKN yang bertugas di Malaysia. Bertempat di Ruang belajar Sanggar Bimbingan (SB) Kelana Jaya, pada Jumat (12/6/2026).

SB Kelana Jaya merupakan lembaga pendidikan nonformal mitra KKN Internasional UMS di Malaysia yang menampung anak-anak dari keluarga pekerja migran Indonesia.

Dhini Hilyati mahasiswa Prodi Ilmu Gizi UMS dan Asrofi Noor Mashithoh mahasiswa Prodi Keperawatan UMS menyampaikan bahwa program ini hanya tidak sekadar mengajak anak-anak menggambar.

“Program ini juga sebagai ajang untuk memperkenalkan empat motif batik khas Indonesia secara langsung kepada anak-anak pekerja migran Indonesia, diantaranya, yaitu: batik Tujuh Rupa, batik Kawung, batik Mega Mendung, dan batik Parang,” ujar Dhini, Jumat (19/6/2026).

Dhini dan Asrofi lalu memperkenalkan terlebih dahulu jenis-jenis motif kepada para peserta saat sesi belajar. Anak-anak diajak mengenal makna dari bentuk batik yang memiliki ciri khas motif berbeda-beda.

“Batik Kawung dengan pola bulat-bulat simetris melambangkan kesempurnaan dan kemurnian, sementara batik Mega Mendung dengan motif awan berlapis menjadi ikon khas Cirebon yang melambangkan ketenangan. Batik Parang yang penuh garis diagonal dinamis mencerminkan semangat dan kekuatan, sedangkan batik Tujuh Rupa merupakan kekayaan motif dari Pekalongan yang memadukan berbagai unsur flora dan fauna” jelas Dhini.

Dalam proses pengenalan batik tersebut, Dhini dan Asrofi mendapat respon positif dari para peserta. Menurut Dhini, para peserta mulai tertarik dengan ciri khas motif yang dimiliki setiap jenis batik, para peserta juga saling berebut jenis motif yang akan mereka lukis.

“Senangnya luar biasa melihat mereka antusias memilih motif masing-masing. Yang membuat kami terharu, beberapa anak sampai bertanya apakah batik itu benar-benar dari Indonesia dan kenapa Indonesia punya banyak sekali motif yang berbeda-beda. Pertanyaan seperti itu yang ingin kami pancing sejak awal,” ujarnya.

Pada sesi melukis, suasana dipenuhi dengan canda dan keakraban. Dhini dan Asrofi mendampingi setiap peserta satu per satu, membantu membentuk pola dasar sebelum anak-anak mengisi warna sesuai imajinasi mereka.

Asrofi mengungkapkan bahwa pendekatan melukis dipilih karena mampu menyentuh sisi kreatif anak-anak sekaligus menyampaikan pesan pelestarian budaya secara menyenangkan.

“Mengenal batik bukan berarti harus menghafal nama-namanya, melainkan cukup dengan merasakan keindahannya dan memahami bahwa setiap motif menyimpan cerita panjang tentang leluhur bangsa Indonesia, terangnya.

Respon positif disampaikan oleh Syaiba selaku guru pembimbing di SB Kelana Jaya. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi angin segar bagi SB Kelana Jaya untuk memperkenalkan budaya Indonesia yang terkenal akan keindahan budayanya.

“Anak-anak biasanya susah untuk duduk diam lama, tapi hari ini mereka sangat fokus melukis. Saya rasa karena mereka merasa bebas berekspresi. Kegiatan seperti ini yang kami butuhkan di sanggar, supaya anak-anak tetap dekat dengan budaya Indonesia meski jauh dari tanah air,” ujar Ibu Syaiba dengan penuh semangat.

Momen paling unik justru hadir saat jam istirahat. Anak-anak secara spontan bermain peran jual beli menggunakan tas bergambar batik yang baru saja mereka lukis sebagai barang dagangan. Tawa dan tawar-menawar kecil pun pecah di antara meja belajar, seolah mereka sedang menjalankan pasar kecil Indonesia di tengah Kelana Jaya.

Indospektrum

Recent Posts

Resmi Ditarik, Mahasiswa PLP UMS Sukses Jalankan Praktik Mengajar di SMA Batik 1 Surakarta

SOLO – Sebanyak 17 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) https://www.ums.ac.id/ resmi menyelesaikan kegiatan Pengenalan Lingkungan…

57 menit ago

Ingatkan Fenomena FOMO Kripto, Dosen UMS: Pelajari Ilmunya dan Risiko Sebelum Berinvestasi

SOLO – Perkembangan aset kripto (cryptocurrency) yang semakin diminati masyarakat memunculkan berbagai pertanyaan mengenai status…

13 jam ago

Capaian Sudah 81%, Taj Yasin Dorong Percepatan Sensus Ekonomi 2026 di Jateng

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen mendorong agar kegiatan sensus ekonomi 2026…

14 jam ago

Promo Kemerdekaan PMB UMS 2026: Biaya Daftar Cuma Rp81 Ribu Berlaku 6–20 Agustus

SOLO - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id menghadirkan Promo Kemerdekaan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) 2026.…

15 jam ago

Perkuat Stratifikasi Sekolah Sehat, Tim P2M PG-PAUD UMS Gelar Pendampingan Guru TK Aisyiyah Laweyan

SOLO – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat di KB-TK Aisyiyah Program…

16 jam ago

Dukung Kelestarian Pesisir, Telkom Tanam 20.000 Bibit Mangrove di Jepara dan Manggarai Barat

JAKARTA - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) terus memperkuat komitmennya dalam menjalankan praktik berkelanjutan…

17 jam ago

This website uses cookies.