Categories: IndeksPendidikan

Mahasiswa KKN UMS Gelar Pelatihan Pertolongan Pertama Anak Tersedak bagi Ibu Balita di Sukoharjo

Mahasiswa KKN FIK UMS memberikan edukasi penanganan bayi dan anak tersedak pada ibu-ibu di Desa Geneng, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo. Foto: Ist.

SOLO – Kasus tersedak menjadi salah satu kondisi kegawatdaruratan yang kerap terjadi pada anak, terutama balita yang sedang berada pada fase aktif mengenal berbagai jenis makanan dan benda di sekitarnya. Penanganan yang terlambat atau kurang tepat dapat menyebabkan sumbatan jalan napas hingga berisiko mengancam keselamatan.

Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id Kelompok 32 menggelar demonstrasi pertolongan pertama pada anak tersedak bagi para ibu balita di Desa Geneng, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo.

Ketua KKN UMS Kelompok 32, Ata Rafif Khalifah, mengungkapkan kegiatan ini menjadi bagian dari upaya edukasi preventif untuk meningkatkan pengetahuan sekaligus keterampilan masyarakat dalam memberikan pertolongan pertama ketika anak mengalami tersedak. Melalui pelatihan tersebut, para peserta diharapkan mampu mengambil tindakan awal secara cepat dan tepat sebelum memperoleh penanganan dari tenaga kesehatan.

“Sebanyak 20 ibu balita mengikuti kegiatan yang diawali dengan registrasi, kemudian dilanjutkan penyampaian materi mengenai pengertian tersedak, penyebab, tanda dan gejala sumbatan jalan napas, hingga langkah-langkah pertolongan pertama yang disesuaikan dengan usia anak. Materi disampaikan secara interaktif agar peserta memahami konsep dasar sebelum memasuki sesi praktik,” ungkapnya, Rabu (1/7/2026)

Setelah penyampaian materi, mahasiswa KKN mendemonstrasikan teknik pertolongan pertama menggunakan alat peraga. Setiap tahapan dilakukan secara sistematis, mulai dari mengenali kondisi tersedak hingga prosedur penanganan sesuai standar. Para peserta kemudian diberi kesempatan mempraktikkan teknik tersebut secara langsung dengan pendampingan mahasiswa KKN.

Ketua KKN UMS Kelompok 32 juga mengatakan bahwa kegiatan dirancang agar masyarakat memiliki kesiapsiagaan lebih baik dalam menghadapi kondisi darurat yang dapat terjadi sewaktu-waktu pada anak.

“Pengetahuan mengenai pertolongan pertama pada anak tersedak sangat penting dimiliki oleh setiap orang tua. Melalui demonstrasi dan praktik langsung, kami berharap para ibu tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keberanian dan keterampilan untuk memberikan pertolongan awal secara tepat sebelum memperoleh bantuan tenaga kesehatan,” papar Ata.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Para ibu aktif mengajukan pertanyaan saat sesi diskusi serta mengikuti praktik dengan sungguh-sungguh. Berdasarkan evaluasi di akhir kegiatan, sebagian besar peserta telah memahami langkah-langkah dasar penanganan anak tersedak dan mampu mempraktikkannya dengan benar.

“Melalui program edukasi ini, kami berharap para ibu balita di Desa Geneng semakin siap menghadapi kondisi kegawatdaruratan pada anak di lingkungan keluarga,” tegasnya.

Selain meningkatkan keselamatan anak, kegiatan tersebut juga diharapkan dapat memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya pengetahuan pertolongan pertama sebagai bagian dari upaya mewujudkan keluarga yang sehat, tanggap, dan peduli terhadap penanganan keadaan darurat.

Indospektrum

Recent Posts

Gelar CJIBF 2026, Pemprov Jateng Kantongi Komitmen Investasi Rp19 Triliun

JAKARTA – Gelaran Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2026 yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Jawa…

5 jam ago

Persiapan Kontes 2026, Bengawan Team UNS Perkenalkan Dua Mobil Hemat Energi Terbaru

SOLO - Bengawan Team Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo memperkenalkan dua kendaraan hemat energi terbaru…

11 jam ago

Lewat ignitePRO di BATIC 2026, Telin Dorong Penerapan AI Nyata bagi Enterprise

BALI - PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin), operating company dari PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk…

14 jam ago

Olah Bulu Ayam dan Cangkang Telur Jadi Panel Dinding, Mahasiswa UMS Sabet Medali Perak di China

SOLO - Inovasi material ramah lingkungan karya mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali meraih prestasi…

15 jam ago

UMS Resmi Luncurkan SPMB SD UMS Global Citizen TA 2027/2028 di Kartasura

SOLO - SD UMS Global Citizen resmi membuka Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran…

1 hari ago

Potensi Panas Bumi Gunung Ungaran Mampu Hasilkan 55 Megawatt, Eksplorasi Ditarget Akhir 2028

SEMARANG - Pemanfaatan panas bumi di kawasan Gunung Ungaran, Kabupaten Semarang dan perbatasan Kendal, belum…

1 hari ago

This website uses cookies.