Categories: IndeksPendidikan

Mengintip Program Sekolah Kemitraan Gagasan Ahmad Luthfi, Buka Jalan Masa Depan Anak Kurang Mampu

Orang tua Bersama siswa program sekolah kemitraan menerima sosialisasi di SMK Bhinneka Karya Solo, Jumat (26/6/2026). Foto: Indospektrum.com

SOLO – Program sekolah kemitraan yang digagas Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi disambut antusias warga kurang mampu di Kota Solo. Bagi mereka, program itu memberi kesempatan mendapatkan pendidikan yang layak serta peluang meraih masa depan yang lebih cerah.

Sekolah kemitraan merupakan program sekolah gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem dan kurang mampu. Anak-anak yang ikut program dibiayai oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng).

Program ini merupakan upaya untuk mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan sumber daya manusia (SDM). Program telah dirintis sejak tahun 2025 dan pada tahun ajaran 2026 kembali diprogramkan.

Salah satu sekolah kemitraan yang digandeng Pemprov Jateng adalah SMK Bhinneka Karya (BK) Surakarta (Solo). Sekolah yang berlokasi di Jalan Letjen Suprapto Solo ini, mendapatkan kuota 36 siswa dalam program sekolah kemitraan.

Salah satu siswa peserta sekolah kemitraan di SMK BK Solo, Oktanino mengatakan, dirinya semula mengikuti Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Hanya saja, sekolah negeri yang dibidik gagal diraih. Setelah tidak diterima di sekolah yang diinginkan, dia tidak putus asa dan tetap ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Lulusan SMP Negeri 3 Surakarta ini, kemudian disarankan pihak sekolah untuk mendaftar ke SMK BK Solo yang merupakan salah satu sekolah kemitraan. Dia mantap mendaftar karena keinginan sekolah SMK di jurusan yang diinginkan.

“Di sana (sekolah negeri saat mendaftar SPMB) mau ngambil jurusan mesin nggak bisa, ke geser terus. Akhirnya ke sini (SMK BK Solo) ambil jurusan mesin,” ucap Oktanino di sela-sela sosialisasi yang diselenggarakan sekolah, Jumat (26/6/2026).

Siswa asal Kelurahan Jajar, Kecamatan Laweyan, Kota Solo tersebut senang dapat diterima sebagaimana jurusan yang diinginkan meski di sekolah swasta. Sebab biaya sekolah tetap gratis, sehingga dapat meringankan beban orang tua.

Orang tua Oktanino, Arina Febriningtyas mengatakan, anaknya dalam SPMB semula mendaftar ke salah satu SMK negeri jurusan mesin di Solo melalui jalur afirmasi. Setelah tergeser, selanjutnya mendaftar ke SMK negeri lainnya di Solo namun kembali tergeser.

Kemudian dari pihak sekolah SMP anaknya, disarankan untuk mendaftar ke SMK BK Solo karena juga ada jalur afirmasi dan sediakan satu kelas.

“Ya sudah saya mantap ke sini (SMK BK Solo),” kata Arina.

Sebagai orang tua murid, dirinya sangat gembira karena sekolah kemitraan tidak dipungut biaya alias gratis. Ia bersyukur sekolah yang menjadi mitra juga bagus dan fasilitas dinilai cukup lengkap.

Sekolah gratis sangat meringankan beban keluarga mengingat dirinya hanya seorang ibu rumah tangga dan suami pekerjaannya jualan dan serabutan. Dia berharap ke depan cita-cita anaknya dapat terwujud.

“Di mesin, anak saya inginnya bekerja di luar negeri. Dapat beasiswa dan bekerja di sana, ingin gaji besar dan bisa ngasih orang tuanya,” ucap Arina.

Waka Ketenagakerjaan SMK BK Solo, Riyanto Sugeng Widodo mengatakan, antusias siswa yang mendaftar dalam program sekolah kemitraan sangat luar biasa dan bahkan sampai ada cadangan. SMK BK Solo memiliki dua jurusan, yakni teknik permesinan dan teknik otomotif.

“Saat daftar ulang, siswa baru kami tanya minat ke mana. Yang daftar ulang 34 siswa dari 36 siswa. Ada dua siswa yang tidak daftar ulang dan kami konfirmasi mengundurkan diri,” kata Riyanto Sugeng Widodo yang juga mendapat tugas sebagai admin SPMB jalur afirmasi.

Dua yang mengundurkan diri, lanjutnya, dimungkikan akan diganti siswa lainnya yang semula dalam daftar urutan cadangan. Namun pihaknya masih menunggu daftar dari provinsi.

Dikatakannya, pendaftaran ke sekolah kemitraan satu sistem dengan SPMB negeri. Siswa yang lolos program sekolah kemitraan, fasilitasnya sama sebagaimana yang diberikan kepada siswa yang mendaftar melalui jalur reguler.

Dikatakannya, siswa program kemitraan di antaranya tidak perlu lagi membayar biaya praktek, dan tidak ada SPP. Dengan tambahan siswa dari program sekolah kemitraan, tahun ini rencananya ada 8 kelas yang akan dibuka. Siswa dari jalur afirmasi akan dicampur dengan siswa dari jalur reguler agar bisa membaur.

Pada tahun 2025 lalu, lanjut, siswa yang mendaftar dalam program sekolah kemitraan hanya lima orang. Dirinya memperkirakan, saat itu informasi tentang adanya program ini belum sepenuhnya diketahui masyarakat.

Dari data yang masuk, siswa peserta program sekolah kemitraan berasal dari desil 1 sampai 5. Rata-rata, orang tua siswa berprofesi sebagai buruh, pekerja kasar atau serabutan. Bahkan ada juga yang berstatus anak yatim dan berasal dari keluarga tidak mampu.

Indospektrum

Recent Posts

UMS Berperan Strategis dalam Rakernas XVII ALPTK PTMA Berbasis OBE Tahun 2026

SOLO - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id kembali menunjukkan perannya dalam penguatan pendidikan tinggi Muhammadiyah.…

32 menit ago

Wakil Bupati Sukoharjo Apresiasi UMS dalam Turnamen Sepak Bola Wonorejo Cup IV

SOLO – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id turut ambil bagian dalam gelaran pertandingan eksibisi Wonorejo…

44 menit ago

Wagub Jateng Tegaskan Peran Strategis Perempuan dalam Sektor Pertanian Modern

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen menyatakan kontribusi kaum perempuan dinilai sangat…

54 menit ago

Pemprov Jateng Gelar Gebyar Hadiah Samsat 2026, Apresiasi Wajib Pajak yang Patuh

SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberikan hadiah ratusan juta rupiah dan puluhan gram emas…

1 jam ago

Sukses Berdayakan Masyarakat, Desa Kranggan Klaten Jadi Model Desa Dampingan Pemprov Jateng

KLATEN – Keberhasilan Desa Kranggan, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, dalam mengembangkan potensi desa berbasis kolaborasi…

8 jam ago

Aksi Nyata Mahasiswa KKN UMS: Dari Penyuluhan Gizi hingga Cek Kesehatan Gratis

SOLO - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS)…

10 jam ago

This website uses cookies.