
SURAKARTA – Menjelang diselenggarakannya tabligh akbar peringatan milad ke-68 Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) https://www.ums.ac.id/, melalui lembaga pengembagan pondok, al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) UMS mengadakan rapat koordinasi bersama Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) dan Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) se-Solo Raya. Diskusi bertempat di ruang meeting LPPIK kampus 2, pada Jumat (25/9/2026).
Rapat koordinasi tersebut sebagai bentuk pemantapan kelancaran tabligh akbar milad ke-68 UMS nantinya. Rencananya tabligh akbar UMS akan dilaksanakan pada Tanggal 17 Oktober 2026 mendatang.
Prof Mochamad Solikin S.T M.T Ph.D selaku ketua panitia UMS menyambut baik kedatangan para perwakilan PDM dan PDA se-Solo Raya pada kegiatan tersebut. Menurutnya, tabligh akbar merupakan kegiatan rutinan UMS dalam memperingati Hari Jadi UMS.
“Milad UMS tahun ini diagendakan akan menyelenggarakan tabligh akbar. Sebenarnya, setiap memperingati milad UMS ada tabligh akbar dan penampilan wayang yang saling bergantian diselenggarakan tiap periode,” ujarnya, Jumat (25/9/2026).
Ketua LPPIK UMS, Dr Mahasri Shahabiyah M.Ag mengungkapkan, bahwa kolaborasi UMS, PDM, dan PDA se-Solo Raya sebagai bentuk memperkuat syiar dakwah Muhammadiyah. Kolaborasi tersebut, menurut Mahasri juga sebagai ikhtiar menyebarluaskan syiar dakwah Muhammadiyah kepada masyarakat, khususnya masyarakat persyarikatan yang ada di pedesaan.
“Dengan adanya kolaborasi ini, informasi terkait tabligh akbar UMS dapat tersampaikan kepada seluruh elemen warga persyarikatan se-Solo Raya. Agar warga Muhammadiyah juga dapat merasakan kebermanfaatan yang ada di UMS, karena UMS juga bagian dari Muhammadiyah,” jelasnya.
Mahasri juga menyatakan optimisme tinggi kehadiran masyarakat Muhammadiyah pada tabligh akbar nantinya. Optimisme tersebut berdasarkan pengalamannya melihat antusiasme warga Muhammadiyah dalam berkegiatan positif.
“Kami sangat yakin dengan konsistensi semangat warga Muhammadiyah dan Aisyiyah dalam menghadiri kegiatan-kegiatan persyarikatan. Bahkan seringkali antusiasme warga Muhammadiyah dapat menghilangkan ekspektasi pesimis panitia penyelenggara,” tegasnya.
Nantinya, tabligh akbar peringatan milad ke-68 UMS akan menghadirkan Dr H Das’ad Latif S.Sos S.Ag M.Si Ph.D yang merupakan ulama atau mubaligh nasional. Kehadiran Das’ad diharapan dapat memberikan daya tarik kepada masyarakat untuk menghadiri majelis ilmu tersebut.
“Beliau sekarang lagi rame di media sosial, sehingga kami datangkan beliau di UMS, agar masyarakat dapat mendengarkan tausiyah beliau secara langsung guna menumbuhkan motivasi dalam mencari ilmu,” tambahnya.
Selain itu, Mahasri juga mengatakan bahwa warga Muhammadiyah dalam berkegiatan tidak luput dalam melestarikan alam. Sementara perwakilan PDM dan PDA se-Solo Raya bersepakat tidak menggunakan botol plastik untuk meminimalisir penggunaan sampah. Kesepakatan tersebut sejalan dengan tujuan UMS dalam menghadirkan green campus (kampus hijau).
Pada tabligh akbar milad ke-68 UMS nantinya akan menargetkan 6.000 – 10.000 peserta yang hadir pada kesempatan tersebut. Harapannya, dengan melibatkan civitas akademika dan seluruh elemen warga Muhammadiyah se-Solo Raya dapat dijadikan sebagai momen silaturahmi untuk memperkuat ukhuwah warga Muhammadiyah dan Aisyiyah.











