Categories: IndeksNews

Operasi Patuh 2026 Ditunda, Kakorlantas: Pengendara Tetap Wajib Tertib Berlalu Lintas

Kakorlantas Polri, Irjen Pol Agus Suryo Nugroho. Foto: Ist.

JAKARTA – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menunda pelaksanaan Operasi Patuh 2026. Sebelumnya, Operasi Patuh 2026 dijadwalkan berlangsung serentak di seluruh Indonesia mulai Senin (8/6/2026).

Kakorlantas Polri, Irjen Pol Agus Suryo Nugroho mengungkapkan, Polri saat ini memusatkan perhatian pada rangkaian kegiatan Hari Bhayangkara yang diperingati setiap tanggal 1 Juli.

“Kita tunda, Polri kini lagi fokus menyambut Hari Bhayangkara,” kata Agus Suryonugroho Nugroho, Senin (8/6/2026).

Meski ditunda, Kakorlantas menegaskan masyarakat tetap harus menjaga disiplin berlalu lintas dan mematuhi seluruh aturan di jalan raya. Kesadaran pengguna jalan dinilai menjadi faktor penting dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas.

Polri juga meminta masyarakat tetap mengutamakan keselamatan berkendara, menggunakan perlengkapan sesuai ketentuan, serta melengkapi dokumen kendaraan saat beraktivitas di jalan.

Operasi Patuh 2026 Ditunda, Pengendara Tetap Wajib Tertib Berlalu Lintas

Sebelumnya, Korlantas Polri telah merencanakan pelaksanaan Operasi Patuh 2026 secara serentak mulai 8 Juni hingga 21 Juni 2026. Operasi tersebut bertujuan meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas sekaligus menekan angka kecelakaan di jalan raya.

Dalam pelaksanaannya, polisi berencana memanfaatkan teknologi Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) secara maksimal. Sistem tersebut meliputi ETLE Drone, ETLE Handheld, dan ETLE Statis yang digunakan untuk merekam berbagai bentuk pelanggaran lalu lintas.

Selain penindakan berbasis teknologi, petugas juga tetap akan melakukan penilangan langsung terhadap sejumlah pelanggaran yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.

“Di samping menggunakan ETLE, baik itu ETLE Drone, ETLE Handheld, ETLE Statis, kami juga akan melakukan penilangan. Porsinya cukup tinggi, 60 persen menggunakan ETLE, 30 persen penilangan, dan 10 persen edukasi preventif,” kata Agus Suryo Nugroho.

Korlantas Polri menegaskan, meski jadwal Operasi Patuh 2026 mengalami penundaan, upaya penegakan hukum terhadap pelanggaran lalu lintas tetap berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Masyarakat diharapkan tidak menganggap penundaan operasi sebagai alasan untuk mengabaikan aturan lalu lintas. Kepatuhan berkendara tetap menjadi tanggung jawab setiap pengguna jalan demi menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas.

Indospektrum

Recent Posts

Gubernur Ahmad Luthfi Dorong Sinergi Lintas Sektor untuk Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan Jawa Tengah

MAGELANG – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menyatakan, pengembangan sektor pariwisata di wilayahnya membutuhkan sinergi…

10 jam ago

Antisipasi Penimbunan Jelang Nataru, Ahmad Luthfi Minta Satgas Pengendalian Harga Diperkuat

MAGELANG – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menginstruksikan agar dilakukan penguatan Satuan Tugas (Satgas) Pengendalian…

11 jam ago

Pemprov Jateng Gulirkan 19 Program Intervensi di Sragen, Genjot Pengentasan Kemiskinan dan Stunting

SRAGEN – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggulirkan 19 bentuk intervensi di Desa Gemantar, Kecamatan Mondokan,…

14 jam ago

BEI Resmi Gelar CMSE 2026, Dorong Literasi dan Inklusi Pasar Modal Indonesia

JAKARTA – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Self-Regulatory Organization (SRO) lainnya, yaitu PT Kliring…

15 jam ago

Perkuat Swasembada Pangan, Pemprov Jateng Genjot Elektrifikasi Penggilingan Padi Skala Kecil

MAGELANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memperkuat upaya swasembada pangan melalui modernisasi sektor pertanian…

16 jam ago

Perkuat Reputasi Global, UMS Hadiri QS Higher Ed Summit Asia Pacific 2026 dan Tembus Top PTS Jawa Tengah

SOLO - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id berpartisipasi dalam QS Higher Ed Summit Asia Pacific…

16 jam ago

This website uses cookies.