SOLO – Pakar Kimia Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Dr. Maria Ulfa, S.Si., M.Si., memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai persoalan limbah cair industri batik, baik dari Industri maupun Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), yang kerap tidak disadari bahayanya.
Dalam pemaparannya, Dr. Maria Ulfa menjelaskan bahwa limbah cair batik tidak selalu ditunjukkan oleh warna yang pekat atau mencolok, namun tetap dapat mengandung tingkat toksisitas yang tinggi.
Kondisi ini sering memunculkan kesalahpahaman di tengah masyarakat, seolah-olah limbah yang tampak jernih atau tidak berwarna telah aman dibuang ke lingkungan perairan.
Kenyataannya, secara kimia limbah tersebut masih berpotensi mengandung senyawa berbahaya yang dapat merusak ekosistem akuatik sekaligus membahayakan kesehatan manusia.
Lebih lanjut, ia menyoroti praktik pengolahan limbah yang umum diterapkan saat ini, seperti adsorpsi menggunakan karbon aktif atau lumpur. Metode tersebut dinilai belum menyelesaikan permasalahan secara tuntas, karena pada dasarnya hanya memindahkan zat warna beserta sifat toksiknya ke media lain tanpa benar-benar menghilangkan atau menetralkan senyawa berbahaya.
“Oleh sebab itu, dibutuhkan pendekatan pengolahan yang lebih berkelanjutan, yakni teknologi yang mampu mendegradasi zat warna hingga terurai menjadi senyawa yang lebih aman dan ramah lingkungan,” terang Dr. Maria Ulfa melalui siaran pers Humas UNS yang dikutip Minggu (25/1/2026).
Upaya selaras dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 6 tentang air bersih dan sanitasi layak, SDG 12 mengenai konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta SDG 14 terkait perlindungan ekosistem perairan.
Dalam kerangka ini, universitas memiliki peran strategis sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi teknologi pengolahan limbah yang berkelanjutan. Pemerintah berperan penting dalam merumuskan regulasi, melakukan pengawasan, serta memberikan insentif kebijakan agar industri terdorong menerapkan teknologi ramah lingkungan.
Di sisi lain, sektor industri, khususnya pelaku usaha batik, dituntut untuk berkomitmen mengelola limbah secara lebih aman dan bertanggung jawab. Sementara itu, masyarakat berperan dalam meningkatkan kesadaran, melakukan pengawasan sosial, serta mendukung praktik produksi yang berwawasan lingkungan.
“Sinergi antara universitas, pemerintah, industri, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga keberlanjutan dan keselamatan lingkungan perairan,” ujar Maria Ulfa yang merupakan Dosen Pendidikan Kimia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNS.
Sebagai jawaban atas keresahan tersebut, Dr. Maria Ulfa memperkenalkan SPAMCAT (Smart Pelletized Sulfonated Mesoporous Silica Catalyst), sebuah inovasi katalis yang dirancang untuk membantu proses degradasi zat warna dalam limbah cair batik.
“SPAMCAT bekerja dengan mempercepat proses reaksi pemecahan molekul zat warna, sehingga tidak hanya mampu menghilangkan warna limbah, tetapi juga menurunkan tingkat toksisitasnya,” imbuhnya.
Dalam edukasi tersebut, Dr. Maria Ulfa turut menjelaskan tahapan pengembangan riset SPAMCAT yang saat ini difokuskan pada perancangan dan pengembangan reaktor fotokatalis.
Reaktor ini dirancang untuk mendukung kinerja SPAMCAT agar proses degradasi senyawa berbahaya dapat berlangsung lebih optimal dan aplikatif, sehingga ke depan teknologi SPAMCAT diharapkan dapat dimanfaatkan secara lebih efektif oleh pelaku UMKM maupun industri batik.
“Edukasi ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran publik terhadap bahaya tersembunyi limbah batik, sekaligus mendorong penerapan teknologi pengolahan limbah yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan,” pungkasnya.
SOLO – Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id, Salwa Talitha Zahra…
SEMARANG — Pedagang bakso di Jawa Tengah berdasarkan catatan Asosiasi Pedagang Mie dan Bakso Nusantara…
SOLO - Agama Islam merupakan agama yang tidak berkutat pada urusan spiritual. Islam juga menekankan…
SOLO - Perum BULOG Cabang Surakarta menegaskan komitmennya menjaga stabilitas pasokan dan harga minyak goreng…
JAKARTA - PT Global Digital Niaga Tbk (Blibli), pelopor ekosistem perdagangan omnichannel dan gaya hidup…
SOLO - Tim mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta http://ums.ac.id (UMS) kembali menorehkan prestasi internasional melalui ajang Youth…
This website uses cookies.