Categories: IndeksPendidikan

Pendidikan Biologi FKIP UMS Gelar Workshop Bioteknologi Pembuatan Kombucha dan Tepache bagi Guru

Suasana peserta workshop pengabdian masyarakat melakukan praktik pembuatan kombucha dan tepache. Foto: Ist.

SOLO – Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Workshop Series Bioteknologi. Kegiatan mengangkat tema “Pembuatan kombucha dan tepache”.

Workshop sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, sekaligus penguatan pembelajaran bioteknologi terapan bagi guru SMP dan SMA. Acara diselenggarakan pada Sabtu (10/1/2026) di Laboratorium Biologi FKIP.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh tim dosen Pendidikan Biologi UMS dan dilaksanakan sebagai rangkaian workshop yang berlangsung sejak November hingga Maret. Workshop kali ini merupakan seri ketiga setelah sebelumnya membahas ekstraksi DNA dan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam pembelajaran biologi. Kegiatan berlangsung dengan melibatkan dosen bidang bioteknologi, mikrobiologi, dan pedagogi.

Koordinator kegiatan, Dwi Setyo Astuti, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa workshop series ini dirancang untuk memfasilitasi dosen dalam melaksanakan pengabdian masyarakat secara berkelanjutan sekaligus meningkatkan kompetensi guru di bidang bioteknologi.

“Tujuan diselenggarakannya workshop series ini yang adalah mengakomodir bapak ibu dosen untuk melakukan pengabdian masyarakat secara berkala. Sasaran kegiatan ini adalah bapak ibu guru biologi SMA dan guru IPA SMP,” jelasnya Senin (12/1/2026).

Ia menambahkan bahwa tema kombucha dan tepache dipilih karena sesuai dengan materi bioteknologi yang diajarkan di sekolah, namun selama ini belum banyak dipraktikkan secara langsung oleh guru dan siswa.

“Bioteknologi terapan itu sangat bisa dipraktikumkan. Tapi banyak guru yang belum memiliki pengalaman melakukan praktik pembuatan kombucha dan tepache, sehingga kami memfasilitasi itu agar bisa ditularkan kembali di sekolah masing-masing,” ujarnya.

Sementara itu, Prof. Dr. Ambarwati, M.Si, S.Pd. selaku narasumber menjelaskan bahwa kombucha dan tepache merupakan minuman hasil fermentasi yang mudah dibuat dan sangat relevan untuk pembelajaran IPA dan biologi di sekolah.

“Ini dirancang agar guru-guru SMA dan SMP bisa menerapkan teknologi pemanfaatan mikroorganisme dalam pembuatan minuman. Bahannya mudah didapat, murah, dan praktis sehingga bisa langsung dipraktikkan oleh siswa,” jelasnya.

Ambar juga menyebut bahwa minuman fermentasi seperti kombucha mengandung probiotik, vitamin C, dan antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan serta memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai produk wirausaha.

“Minuman ini bisa dibuat sendiri, tidak perlu alat yang canggih, dan sangat mungkin dikembangkan untuk usaha karena banyak orang menyukai minuman probiotik,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Dra. Titik Suryani, M.Sc., selaku pengembang produk tepache menjelaskan bahwa tepache merupakan minuman probiotik hasil fermentasi nanas yang memiliki banyak manfaat kesehatan.

“Tepache itu minuman probiotik yang bisa membantu meningkatkan daya tahan tubuh, memperbaiki sistem pencernaan, serta mengandung antioksidan dan vitamin C,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa proses fermentasi tepache hanya membutuhkan waktu dua hingga tiga hari agar kadar alkohol tetap rendah dan aman dikonsumsi.

“Hasil riset menunjukkan kadar alkoholnya hanya 0,5 persen, sehingga insyaallah halal dan aman,” katanya.

Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari para peserta. Salah satu guru peserta, Mujiati dari SMA 6 Surakarta menyebut bahwa workshop ini sangat membantu pembelajaran dan membuka peluang kewirausahaan bagi siswa.

“Ini sangat luar biasa untuk pembelajaran ke depan. Tidak hanya akademik, tapi juga bisa mengembangkan keterampilan dan jiwa entrepreneur siswa,” ujarnya.

Melalui workshop ini, Pendidikan Biologi UMS berharap guru-guru dapat menerapkan praktik bioteknologi terapan di sekolah, sehingga siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keterampilan praktis dan kreatif di bidang sains dan kewirausahaan.

Indospektrum

Recent Posts

15 Santri Jateng Tembus Beasiswa Luar Negeri, Puluhan Calon Mahasiswa S1-S3 Jalani Tes Akhir Wawancara

SEMARANG - Seleksi calon penerima beasiswa santri dan pengasuh pesantren Pemprov Jateng tahun 2026 memasuki…

13 jam ago

Momen Hari Anak Nasional, DPD PP PAUD Jateng Dorong Pendidikan Karakter dan Pengasuhan Komprehensif

SEMARANG – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) harus menjadi momentum bagi seluruh orang tua, pendidik,…

14 jam ago

Perkuat Sinergi Pendidikan, BIM University Sambangi SMA Santo Yoseph Denpasar

DENPASAR - BIM University kembali melaksanakan kunjungan ke sekolah menengah atas di Bali sebagai bagian…

18 jam ago

Debut Manis di Vietnam, Atlet Tapak Suci UMS Kirana Tias Raih Emas Kejuaraan Pencak Silat Asia 2026

SOLO - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id di kancah internasional.…

21 jam ago

Gelar Temu Alumni 2026, FHIP UMS Pererat Silaturahmi dan Perluas Jejaring Profesional Lintas Angkatan

SOLO – Fakultas Hukum dan Ilmu Politik (FHIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id menggelar Temu…

22 jam ago

Diserbu Ratusan Pendaftar Mancanegara, Summer Camp Internasional FT UMS Sukses Beri Kesan Mendalam

SOLO - Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id menutup rangkaian Science & Engineering…

1 hari ago

This website uses cookies.