Categories: IndeksNews

Penyidik Polda Metro Jaya Periksa Jokowi 2,5 Jam di Solo Terkait Tuduhan Ijazah Palsu

Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi) usai dimintai keterangan terkait kasus tuduhan ijazah palsu oleh penyidik Polda Metro Jaya di Mapolresta Solo, Rabu (11/2/2026) petang. Foto: Indospektrum.com

SOLO – Penyidik Polda Metro Jaya kembali memeriksa Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi) terkait kasus tuduhan ijazah palsu dengan tersangka Roy Suryo Cs, Rabu (11/2/2026). Jokowi diperiksa di Mapolresta Surakarta (Solo) sekitar 2,5 jam.

Jokowi tiba di Mapolresta Solo sekitar pukul 16.00 WIB. Dengan mengenakan celana hitam, baju batik dan berpeci, Jokowi selanjutnya menjalani pemeriksaan di gedung utama Polresta Solo.

Tampak mendampingi, Kuasa Hukum Jokowi, Yakup Hasibuan. Sekitar pukul 18.30 WIB, Jokowi selesai dimintai keterangan penyidik. Jokowi tidak banyak memberikan banyak komentar terkait pemeriksaan dan mempersilakan untuk bertanya langsung kepada kuasa hukumnya.

“Ada pemeriksaan tambahan, tapi untuk keterangan dan penjelasan biar penasihat hukum yang menjelaskan secara rinci,” kata Jokowi.

Kuasa Hukum Jokowi, Yakup Hasibuan mengemukakan, Jokowi mendapat 10 pertanyaan dari penyidik. Pertanyaan yang diajukan seputar saat kuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM).

“Pak Jokowi sebagai warga negara yang baik tentunya memenuhi panggilan dari para penyidik, sehubungan dengan laporan polisi yang kami ajukan ke Polda Metro Jaya,” kata Yakup Hasibuan.

Pemeriksaan di Mapolresta Solo, lanjutnya, dilakukan karena para penyidik sedang berada di Solo. Dari informasi yang didapatkannya, penyidik kabarnya pekan ini juga akan ke Yogyakarta guna  memenuhi beberapa keterangan-keterangan yang diperlukan.

Terkait pemeriksaan Jokowi, Yacob Hasibuan menyebut total ada sekitar 10 pertanyaan yang diajukan penyidik. Dari 10 pertanyaan itu, terdapat pengembangan-pengembangan yang cukup banyak.

Dikatakannya, pemeriksaan berlangsung sekitar 2,5 jam mulai sekitar pukul 16.00 WIB dan selesai sekitar pukul 18.30 WIB. “Dari 10 pertanyaan tersebut, tentunya banyak sub-sub pertanyaan juga,” ucapnya.

Lebih jauh diungkapkan, pertanyaan yang diajukan kebanyakan seputar proses perkuliahan Jokowi di UGM.  Pertanyaan-pertanyaan itu, sifatnya hanya pendalaman-pendalaman dari seluruh keterangan yang sudah diberikan sebelumnya.

“Contohnya mengenai pada saat pembuatan skripsi dulu seperti apa dan dari Pak Jokowi menjelaskan juga alurnya seperti apa. Itu nanti akan digunakan oleh para penyedik tentunya untuk nanti dilimpahkan juga ke kejaksanaan,” ucapnya.

Pihaknya juga sempat menanyakan kepada penyidik mengenai proses selanjutnya. Yacob Hasibuan menyebut para penyidik akan melengkapi semua keterangan-keterangan yang dibutuhkan dan alat-alat bukti lainnya. Setelah itu nanti akan dilimpahkan kepada kejaksaan.

Dalam pemeriksaan kali ini, pihak Jokowi tidak memberikan bukti tambahan. “Kalau dari kami tidak ada, tapi tentunya itu adalah wewenang penuh dari para penyidik untuk mengumpulkan alat-alat bukti yang dirasa perlu,” terangnya.

Dikatakan, ada kemungkinan terdapat barang-barang bukti lainnya. Sebab pada pekan ini para penyidik masih berada di Solo dan Yogyakarta.

“Jadi masih mungkin saja ada barang-barang bukti tambahan, tapi itu tentunya wewenang para penyidik dan bukan wewenang kami,” tegasnya.

Pihaknya tidak mengetahui siapa lagi yang akan diperiksa selain Jokowi. “Kalau bayangan kami, mungkin di Yogyakarta ada UGM. Kalau di sini (Solo) mungkin ada beberapa saksi-saksi terkait dengan perkulihan Pak Jokowi dulu,” katanya.

Disinggung apakah Ajudan Jokowi, Kompol Syarif Muhammad Fitriansyah juga turut diperiksa, Yakup menyatakan bahwa yang dimintai keterangan kali ini adalah Jokowi saja.

“Tadi hanya Pak Jokowi saja, karena kalau panggilan kepada Pak Syarif kan langsung ditujukan ke Pak Syarif. Jadi mungkin bisa saja ada, namun itu nanti bisa ditanyakan langsung ke Pak Syarif. Karena kami tadi hanya mendampingi Pak Jokowi sendiri,” pungkasnya.

Indospektrum

Recent Posts

Menyusuri Jejak Masa Lalu: Jasirah Heritage Cycling 2026 Rajut Sejarah dan Pariwisata Jawa Tengah

SEMARANG – Di sepenggal pagi pada Sabtu 20 Juni 2026, matahari baru beranjak dari peraduannya,…

3 jam ago

Jelang Panen Gadu, BULOG Surakarta Perluas Penyerapan Gabah di Wilayah Solo Raya

SOLO - Perum BULOG Kantor Cabang Surakarta terus melakukan penyerapan gabah/beras di wilayah Solo Raya.…

3 jam ago

Perkuat Kaderisasi, Prodi Penjas UMS Pastikan Lulusan Miliki KTAM

SOLO - Program Studi (Prodi) Pendidikan Jasmani Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah…

4 jam ago

Wisuda Periode IV 2025/2026, UMS Luluskan 1.217 Wisudawan dan Kukuhkan 10 Mahasiswa Internasional

SOLO - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id kembali melepas putra-putri terbaiknya dalam Upacara Wisuda Program…

4 jam ago

Inovasi Wisuda UMS: Gunakan Gelang Barcode Berbasis AI untuk Efisiensi Prosesi

SOLO - Ada yang berbeda dalam Wisuda Periode IV Tahun Akademik 2025/2026 Universitas Muhammadiyah Surakarta…

6 jam ago

Jalan Sukowati dan Galeh-Ngrampal Sragen Segera Mulus, Pemprov Jateng Siapkan Rp38,2 Miliar

SRAGEN - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mempercepat penanganan jalan provinsi yang rusak parah di Kabupaten…

7 jam ago

This website uses cookies.