Categories: IndeksNews

Perkuat Persatuan dalam Keberagaman, Warga Sektor 9 Gedangan Sukoharjo Gelar Tirakatan HUT Ke-81 RI

Warga RT 05 RW 05, Perum Gedangan Sektor 9, sangat antusias mengelar Tirakatan 17 an Agustusan. Foto: Ist.

SUKOHARJO — Semangat kemerdekaan warga Perumahan Sektor 9, Desa Gedangan, Grogol Sukoharjo, sangat terasa. Tak terkecuali, warga RT 05 RW 05, menggelar acara tirakatan 17 Agustus pada Minggu malam, 16 Agustus 2026, untuk menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Acara tirakatan yang pandu MC diisi dengan doa bersama, dan refleksi perjuangan para pahlawan. Warga duduk lesehan di depan pos ronda dengan membawa tumpeng dan jajanan tradisional.

“Semangat kemerdekaan harus tetap terjaga. Apalagi kita hidup di perumahan dari berbagai etnis,” papar Pranoto alias Don Peng, warga keturunan Tionghoa, Minggu (16/8/2026).

Doa Bersama dan Renungan Kemerdekaan

Di Desa Gedangan Kecamatan Grogol, puluhan warga berkumpul mulai pukul 20.00 WIB. Salah seorang warga, Ary Christono membacakan doa bagi keselamatan warga RT 05, serta bangsa dan negara. Negara semakin maju dan damai.

“Semoga ke depan, kita selalu dianungi keselamatan dan kesehatan prima,” jelas Ary.

Ketua RT 05, RW 05 Perum Gedangan Permai Sektor 9, Grogol, Sukoharjo Satino menyerahkan potongan tumpeng kepada perwakilan warganya. Foto: Ist.

Sedangkan Ketua RT 05 RW 05, Satino, dalam sambutannya berharap Indonesia semakin maju dan selalu damai. Dia mengajak warga mengisi pembangunan. Karena itu semua berkat pengorbanan para pahlawan yang berjuang mendapatkan kemerdekaan Indonesia.

“Kita tirakatan ini bukan hanya seremonial. Tapi untuk mengingat jasa pahlawan dan mendoakan bangsa agar dijauhkan dari perpecahan,” ujarnya.

Usai doa, acara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh Satino dan dilanjut ramah tamah. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tahun ini banyak warga mengangkat tema, “Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur”. Dengan dekorasi lampu, umbul-umbul dan nuansa merah putih, mewarnai suasana malam. Acara tirakatan juga diisi testimoni dari para sesepuh desa yang menceritakan perjuangan kemerdekaan.

“Dulu merdeka itu pakai darah. Sekarang kita isi dengan kerja dan persatuan,” kata Damas, anggota Polsek Baki yang juga warga Gedangan.

Acara ditutup sekitar pukul 22.30 WIB dengan menyanyikan lagu “17 Agustus 1945” dan “Indonesia Raya” bersama-sama.

Indospektrum

Recent Posts

Perluas Jejaring Global, UMS Gandeng KBRI Beijing Pertajam Kerja Sama Akademik dan Industri di Tiongkok

SOLO - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id terus memperluas jejaring internasional melalui pengembangan kerja sama…

8 jam ago

Raih QS Performance Improvement Dua Tahun Berturut-turut, UNS Tembus Peringkat 158 Asia

SOLO - Universitas Sebelas Maret (UNS) meraih penghargaan QS Recognition Award for Performance Improvement dari…

10 jam ago

Pura Mangkunegaran Gelar Bleketepe dan Adang Sepisan, Tandai Dimulainya Dhaup Ageng Gusti Sura

SOLO – Pura Mangkunegaran melakukan pemasangan Bleketepe, pembukaan Singup Tuwuhan, dan Adang Sepisan pada Rabu…

11 jam ago

Dosen PGSD UMS Raih Exceptional PhD Award dari Monash University Australia

SOLO - Dosen Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Muhammad…

15 jam ago

Dulu Rusak dan Berlubang, Kini Jalur Alternatif Jepara-Pati Makin Mulus

JEPARA – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di bawah komando Gubernur Ahmad Luthfi, terus menggenjot peningkatan…

15 jam ago

Taj Yasin Minta Pembangunan Talud Kudus-Colo Selesai Sebelum Puncak Kunjungan Wisata Religi

KUDUS – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen meminta kontraktor mempercepat pembangunan talud di…

16 jam ago

This website uses cookies.