Selasa, 20 Oktober 2026
Indospektrum
Advertisement
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Gagasan
  • Indeks
  • Galeri
    • Foto
    • Video
No Result
View All Result
Indospektrum
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Gagasan
  • Indeks
  • Galeri
    • Foto
    • Video
No Result
View All Result
Indospektrum
No Result
View All Result
Home Indeks

Potensi Panas Bumi Gunung Ungaran Mampu Hasilkan 55 Megawatt, Eksplorasi Ditarget Akhir 2028

Indospektrum by Indospektrum
26 Agustus 2026
in Indeks, News
0
Share on FacebookShare on Twitter
Kepala Bidang Energi Baru Terbarukan (EBT) Dinas ESDM Jateng, Dwi Suryono saat konferensi pers di Rumah Rakyat, Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kota Semarang, Rabu (26/8/2026). Foto : Ist.

SEMARANG – Pemanfaatan panas bumi di kawasan Gunung Ungaran, Kabupaten Semarang dan perbatasan Kendal, belum direncanakan masuk tahap pengeboran dalam waktu dekat.

Proyek pemerintah pusat yang berpotensi menghasilkan 55 megawatt (MW) listrik tersebut, masih harus melewati rangkaian perizinan, kajian lingkungan, hingga pelibatan masyarakat sebelum pengeboran dilakukan.

Kepala Bidang Energi Baru Terbarukan (EBT) Dinas ESDM Jateng, Dwi Suryono, mengatakan, terbitnya Keputusan Menteri ESDM Nomor 134.TK/EK.04/MEMBPE/2026 baru menjadi salah satu tahapan awal.

Melalui keputusan tersebut, Kementerian ESDM mendelegasikan Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) kepada PT PLN (Persero) sebagai pihak yang mendapatkan WKP untuk melakukan tahapan pengembangan/eksplorasi.

“Perizinan yang sudah dimiliki tidak serta-merta bisa langsung melakukan kegiatan,” kata Dwi saat konferensi pers di Rumah Rakyat, Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kota Semarang, Rabu (26/8/2026).

Menurutnya, masih terdapat sejumlah tahapan yang wajib dipenuhi, antara lain Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR), Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH), serta izin lingkungan berupa Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal).

Proses tersebut juga membuka ruang bagi masyarakat untuk terlibat. Dalam tahapan izin lingkungan, pemerintah dan pemrakarsa proyek akan menggelar public hearing dengan melibatkan pemangku kepentingan, masyarakat, hingga lembaga swadaya masyarakat (LSM).

“Public hearing mengundang pihak terkait, seperti stakeholder, masyarakat, LSM untuk memberi saran dan masukan kegiatan tersebut,” ujarnya.

Kawasan panas bumi Gunung Ungaran memiliki potensi energi sekitar 55 MW dengan wilayah kerja mencapai 29.800 hektare. Jika terealisasi, kapasitas tersebut diperkirakan berkontribusi sekitar 4-5 persen terhadap total bauran energi baru terbarukan (EBT) Jawa Tengah. Namun, potensi tersebut masih harus dibuktikan melalui pengeboran eksplorasi. Kedalamannya diperkirakan mencapai 1.900-2.200 meter.

Dwi menegaskan, titik pengeboran tidak ditentukan secara sembarangan. Lokasi akan mengacu pada hasil penelitian dan pemetaan potensi panas bumi yang telah dilakukan sebelumnya.

Jika seluruh perizinan berjalan sesuai rencana dan hasil pengeboran menunjukkan potensi panas bumi yang memadai, pengeboran ditargetkan berlangsung pada akhir 2028 atau awal 2029.

Setelah cadangan panas bumi terbukti, pembangunan infrastruktur pembangkit akan dilakukan. Proyek dengan nilai investasi sekitar 300 juta dolar AS itu ditargetkan mulai beroperasi secara komersial atau commercial operation date (COD) pada 2031.

Listrik yang dihasilkan nantinya akan disalurkan ke sistem jaringan Jawa, Madura, dan Bali. Pengembangan panas bumi Gunung Ungaran menjadi bagian dari upaya memperbesar penggunaan energi bersih di Jawa Tengah.

Dwi menyebut, bauran EBT Jateng saat ini telah mencapai 22,3 persen, melampaui target Rencana Umum Energi Daerah (RUED) 2025 sebesar 21,32 persen.

Potensi panas bumi Jateng sendiri tidak hanya berada di Gunung Ungaran. Sejumlah wilayah lain yang memiliki potensi antara lain Dieng, Baturraden, Guci, Umbul Telomoyo, dan Jenawi.

Untuk Dieng, pembangkit panas bumi yang telah beroperasi memiliki kapasitas 70 MW, sementara pengembangan fase kedua sebesar 55 MW masih dalam proses.

“Di Jenawi belum ada kegiatan lagi, di Umbul Telomoyo sudah ada sosialisasi-sosialisasi, Baturraden masih off, di Guci juga masih off,” kata Dwi.

Jika Gunung Ungaran berhasil dikembangkan, tambahan pembangkit tersebut bukan sekadar menambah kapasitas listrik. Proyek ini juga menjadi bagian dari upaya Jawa Tengah memperbesar porsi energi bersih sekaligus mengurangi ketergantungan pada sumber energi fosil.

Di sisi lain, keterlibatan masyarakat sejak tahap awal menjadi faktor penting agar pengembangan panas bumi tidak hanya mengejar target energi, tetapi juga memperhatikan aspek lingkungan dan kepentingan warga di sekitar kawasan proyek.

Tags: eksporasi energienergi JatengGunung Ungaranlistrik panas bumi
Previous Post

Pemprov Usulkan Tujuh Tokoh Jawa Tengah jadi Calon Pahlawan Nasional, Tambah Dua Nama Baru

Next Post

UMS Resmi Luncurkan SPMB SD UMS Global Citizen TA 2027/2028 di Kartasura

Indospektrum

Indospektrum

Related Posts

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau operasional Koperasi Desa Meraih Putih (KDMP) Banyudono, Kabupaten Boyolali. Foto : Ist.
Ekonomi

Pengelola KDMP Harus Promosi ke Warga Sediakan Segala Kebutuhan

by Indospektrum
20 Oktober 2026
Acara fashion show digelar di Museum Radya Pustaka di kawasan Sriwedari menyambut ajang Solo Batik Fashion (SBF) 2026. Foto: Indospektrum.com
Gaya Hidup

Catat Tanggalnya, Solo Batik Fashion 2026 Hadirkan Puluhan Desainer dan Brand Terkenal

by Indospektrum
20 Oktober 2026
Pelajar berebut jabat tangan dengan Taj Yasin saat peresmian hasil kegiatan desa dampingan Biro Kesejahteraan Rakyat dan Pengentasan Kemiskinan (Kesra Taskin) Setda Jateng di Desa Kendalrejo. Foto : Ist.
Indeks

Program Desa Dampingan Pemprov Jateng Kejar Peningkatan Kualitas Hidup Warga Miskin

by Indospektrum
20 Oktober 2026
Kegiatan bersih-bersih atau roan sambut Hari Santri Nasional tingkat provinsi dipusatkan di Pondok Pesantren Roudhotul Mubtadiin, Desa Pesantren, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang, Selasa (20/10/2026). Foto : Ist.
Indeks

Sambut Hari Santri Nasional, Sebanyak 117 Ponpes di Jateng Mulai Biasakan Kelola Sampah

by Indospektrum
20 Oktober 2026
Pemprov Jateng siagakan personel dan peralatan pemadaman untuk mengatasi karhutla Gunung Lawu dan Sumbing. Termasuk operasikan dua helikopter untuk pemadaman melalui udara atau water bombing. Foto : Ist.
Indeks

BNPB Kerahkan Dua Helikopter Padamkan Karhutla Gunung Lawu dan Sumbing

by Indospektrum
20 Oktober 2026
Next Post
Launching SPMB SD UMS Global Citizen Tahun Ajaran 2027/2028. Foto: Ist.

UMS Resmi Luncurkan SPMB SD UMS Global Citizen TA 2027/2028 di Kartasura

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Currently Playing

Kategori

  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Indeks
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Uncategorized
  • Video

Rekomendasi

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau operasional Koperasi Desa Meraih Putih (KDMP) Banyudono, Kabupaten Boyolali. Foto : Ist.
Ekonomi

Pengelola KDMP Harus Promosi ke Warga Sediakan Segala Kebutuhan

20 Oktober 2026
Acara fashion show digelar di Museum Radya Pustaka di kawasan Sriwedari menyambut ajang Solo Batik Fashion (SBF) 2026. Foto: Indospektrum.com
Gaya Hidup

Catat Tanggalnya, Solo Batik Fashion 2026 Hadirkan Puluhan Desainer dan Brand Terkenal

20 Oktober 2026
Pelajar berebut jabat tangan dengan Taj Yasin saat peresmian hasil kegiatan desa dampingan Biro Kesejahteraan Rakyat dan Pengentasan Kemiskinan (Kesra Taskin) Setda Jateng di Desa Kendalrejo. Foto : Ist.
Indeks

Program Desa Dampingan Pemprov Jateng Kejar Peningkatan Kualitas Hidup Warga Miskin

20 Oktober 2026
Kegiatan bersih-bersih atau roan sambut Hari Santri Nasional tingkat provinsi dipusatkan di Pondok Pesantren Roudhotul Mubtadiin, Desa Pesantren, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang, Selasa (20/10/2026). Foto : Ist.
Indeks

Sambut Hari Santri Nasional, Sebanyak 117 Ponpes di Jateng Mulai Biasakan Kelola Sampah

20 Oktober 2026
Pemprov Jateng siagakan personel dan peralatan pemadaman untuk mengatasi karhutla Gunung Lawu dan Sumbing. Termasuk operasikan dua helikopter untuk pemadaman melalui udara atau water bombing. Foto : Ist.
Indeks

BNPB Kerahkan Dua Helikopter Padamkan Karhutla Gunung Lawu dan Sumbing

20 Oktober 2026
Rapat bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan pengurus Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), di Kantor Gubernur Jateng, Selasa (20/10/2026). Foto : Ist.
Indeks

Puluhan Tahun jadi Agunan, Ribuan Sertifikat Tanah Petani Mitra Dikembalikan Secara Grastis

20 Oktober 2026
Facebook Instagram Twitter Youtube
Indospektrum

Indospektrum adalah portal berita yang mengonfirmasi data dan fakta dengan sumber informasi.

Kategori

  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Indeks
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Uncategorized
  • Video
  • Tentang Kami
  •  
  • Tim Redaksi
  •  
  • Kontak Kami

© 2026 - Indospektrum

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Gagasan
  • Indeks
  • Galeri
    • Foto
    • Video

© 2026 - Indospektrum