Senin, 27 Juli 2026
Indospektrum
Advertisement
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Gagasan
  • Indeks
  • Galeri
    • Foto
    • Video
No Result
View All Result
Indospektrum
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Gagasan
  • Indeks
  • Galeri
    • Foto
    • Video
No Result
View All Result
Indospektrum
No Result
View All Result
Home Gagasan

Prof Suranto UMS: Technopreneurship Bukan Sekadar Bisnis, Tapi Solusi Bangsa

Indospektrum by Indospektrum
20 Januari 2026
in Gagasan, Indeks
0
Share on FacebookShare on Twitter
Guru Besar UMS, Prof. Dr. Ir. Suranto, S.T., M.M., M.Si. Foto: Ist.

SOLO – Technopreneurship dinilai menjadi salah satu kunci strategis dalam menjawab tantangan dunia pendidikan dan ketenagakerjaan di era transformasi digital. Hal tersebut disampaikan Guru Besar UMS, Prof. Dr. Ir. Suranto, S.T., M.M., M.Si., dalam Jumpa Pers dengan topik “Technopreneurship: Mengasah Bakat, Menumbuhkan Kemandirian”.

Menurut Suranto, technopreneurship memiliki peran penting dalam merespons pesatnya perkembangan teknologi, keterbatasan lapangan kerja, serta tuntutan inovasi berbasis digital dan kecerdasan buatan (AI).

“Lulusan SMK dan pendidikan vokasi tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi harus mampu menjadi pencipta solusi berbasis ilmu pengetahuan,” ujar Suranto, Senin (19/1/2026).

Ia menambahkan, technopreneurship mendorong lahirnya generasi muda yang mandiri secara ekonomi, berdaya saing, serta memiliki karakter kreatif, adaptif, dan beretika dalam menghadapi era industri 4.0 dan society 5.0.

Suranto menyoroti tingginya angka pengangguran terdidik yang disebabkan oleh ketidaksesuaian kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri (DUDI). Technopreneurship hadir sebagai jembatan antara dunia pendidikan dan dunia kerja melalui wirausaha berbasis teknologi.

“Lulusan harus berperan sebagai agen perubahan yang mampu menciptakan lapangan kerja baru, mempercepat hilirisasi riset, serta memperkuat ekonomi digital secara berkelanjutan,” tegasnya.

Dalam konteks pendidikan tinggi, kampus dipandang sebagai ruang strategis untuk mengembangkan potensi mahasiswa secara terintegrasi antara akademik, vokasi, dan kewirausahaan. Melalui inkubator bisnis berbasis teknologi, mahasiswa dapat bereksperimen, berinovasi, dan belajar langsung membangun usaha.

“Technopreneurship di kampus diharapkan membentuk mental mandiri, kepemimpinan, etos kerja, serta orientasi kemanfaatan sosial yang berlandaskan nilai-nilai moral,” jelas Guru Besar tersebut.

Menurutnya, hal ini sejalan dengan nilai Al-Qur’an yang menegaskan bahwa setiap manusia dianugerahi potensi dan akal sebagai amanah yang harus dikelola secara produktif (Q.S. Al-Lail: 4). Perguruan tinggi diarahkan tidak hanya mencetak pencari kerja, tetapi pencipta lapangan kerja yang berakhlak dan berdaya saing.

Suranto menekankan pentingnya kemandirian lulusan SMK dan perguruan tinggi vokasi melalui penguasaan keterampilan teknis, soft skills, hard skills, serta pengalaman kerja nyata. Kurikulum juga harus selaras dengan kebutuhan industri, didukung program magang, teaching factory, dan inkubator bisnis.

“Pembentukan karakter, literasi digital, kemampuan problem solving, serta jiwa wirausaha menjadi bekal utama agar lulusan siap kerja, adaptif, dan mandiri,” tuturnya.

Ia menjelaskan bahwa kebaruan technopreneurship terletak pada integrasi pembelajaran berbasis teknologi, inkubator bisnis, serta pendekatan experiential learning. Tidak hanya fokus pada teori, tetapi juga praktik, kolaborasi lintas disiplin, dan hilirisasi riset.

“Penguatan nilai etika, keberlanjutan, dan dampak sosial menjadi pembeda utama dengan kewirausahaan konvensional,” imbuhnya.

Ke depan, technopreneurship diharapkan mampu melahirkan lulusan mandiri, inovatif, dan berakhlak yang mampu membangun startup berkelanjutan. Dampaknya diharapkan mencakup penurunan angka pengangguran, peningkatan lapangan kerja, serta penguatan ekonomi digital nasional.

Selain itu, technopreneurship diyakini dapat membangun budaya inovasi di kampus dan mendorong kontribusi nyata pendidikan tinggi dalam pembangunan nasional, sejalan dengan Asta Cita, SDGs, serta Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional dan RPJP-UMS dengan konsep Triple Seven (777).

Meski memiliki potensi besar, Suranto mengakui adanya sejumlah tantangan dalam pengembangan technopreneurship, seperti keterbatasan sumber daya, kesiapan dosen, budaya akademik, serta keberlanjutan pendanaan.

Namun demikian, kontribusinya bagi dunia pendidikan sangat signifikan, mulai dari penguatan relevansi kurikulum, pembelajaran aplikatif, hingga kolaborasi dengan industri.

“Technopreneurship mendorong transformasi pendidikan dari pencetak pencari kerja menjadi pencipta solusi dan lapangan kerja,” pungkasnya.

Dengan fondasi nilai keislaman dan semangat inovasi, lanjutnya, technopreneurship di perguruan tinggi diharapkan menjadi instrumen strategis dalam membangun generasi unggul, mandiri, berakhlak mulia, serta mampu mencerahkan dan memakmurkan kehidupan bangsa.

Tags: UMSUniversitas Muhammadiyah Surakarta
Previous Post

Dispora Fokus Pembinaan Atlet, Wagub : Jateng Target Tiga Besar PON 2028

Next Post

Pemprov Jateng Siap Tindaklanjuti Tiga Catatan BPK Soal Kinerja Ketahanan Pangan

Indospektrum

Indospektrum

Related Posts

Guru Besar Ilmu Manajemen FEB UMS, Prof. Dr. Anton Agus Setyawan, S.E., M.Si. Foto: Ist.
Gagasan

Hilirisasi Dorong Investasi Semester I 2026 Tembus Rp1.010 Triliun, Pengamat UMS: Indonesia Masih Dilirik Investor

by Indospektrum
27 Juli 2026
Antrean calon mahasiswa baru UMS yang melakukan registrasi ulang. Foto: Ist.
Indeks

PMB UMS 2026: Pendaftar Meningkat, Calon Mahasiswa Diimbau Segera Amankan Kuota

by Indospektrum
27 Juli 2026
Gubernur Ahmad Luthfi menerima kunjubngan Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, di kantornya, Senin 27 Juli 2026. Foto: Ist.
Indeks

Terima Kunjungan Penasihat Khusus Presiden, Ahmad Luthfi Paparkan Jurus Pemprov Jateng Sejahterakan Buruh

by Indospektrum
27 Juli 2026
Gubernur Ahmad Luthfi membuka Munas XIX BEM SI di Politeknik Negeri Semarang (Polines), Senin (27/7/2026). Foto: Ist.
Indeks

Buka Munas XIX BEM SI, Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Mahasiswa Jadi Mitra Strategis Pembangunan

by Indospektrum
27 Juli 2026
Ilustrasi - Keseruan Masta PMB UMS Tahun 2025. Foto: Ist.
Indeks

UMS Siap Sambut Mahasiswa Baru lewat Masta PMB 2026 yang Edukatif dan Mengembirakan

by Indospektrum
27 Juli 2026
Next Post
Wagub Jateng menerima Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Kinerja Ketahanan Pangan Pemprov Jateng Tahun Anggaran 2023,hingga Semester I Tahun Anggaran 2025, di Auditorium BPK Perwakilan Provinsi Jawa Tengah, Selasa,(20/1/2026). Foto : Ist.

Pemprov Jateng Siap Tindaklanjuti Tiga Catatan BPK Soal Kinerja Ketahanan Pangan

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Currently Playing

Kategori

  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Indeks
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Uncategorized
  • Video

Rekomendasi

Guru Besar Ilmu Manajemen FEB UMS, Prof. Dr. Anton Agus Setyawan, S.E., M.Si. Foto: Ist.
Gagasan

Hilirisasi Dorong Investasi Semester I 2026 Tembus Rp1.010 Triliun, Pengamat UMS: Indonesia Masih Dilirik Investor

27 Juli 2026
Antrean calon mahasiswa baru UMS yang melakukan registrasi ulang. Foto: Ist.
Indeks

PMB UMS 2026: Pendaftar Meningkat, Calon Mahasiswa Diimbau Segera Amankan Kuota

27 Juli 2026
Gubernur Ahmad Luthfi menerima kunjubngan Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, di kantornya, Senin 27 Juli 2026. Foto: Ist.
Indeks

Terima Kunjungan Penasihat Khusus Presiden, Ahmad Luthfi Paparkan Jurus Pemprov Jateng Sejahterakan Buruh

27 Juli 2026
Gubernur Ahmad Luthfi membuka Munas XIX BEM SI di Politeknik Negeri Semarang (Polines), Senin (27/7/2026). Foto: Ist.
Indeks

Buka Munas XIX BEM SI, Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Mahasiswa Jadi Mitra Strategis Pembangunan

27 Juli 2026
Ilustrasi - Keseruan Masta PMB UMS Tahun 2025. Foto: Ist.
Indeks

UMS Siap Sambut Mahasiswa Baru lewat Masta PMB 2026 yang Edukatif dan Mengembirakan

27 Juli 2026
Dosen Program Studi PAI FAI UMS, Nurul Latifatul Inayati, S.Pd.I., M.Pd.I. Foto: Ist.
Indeks

Dosen PAI UMS Raih Penghargaan Top Lecturer in International PAI Publication di AICIRE 2026

27 Juli 2026
Facebook Instagram Twitter Youtube
Indospektrum

Indospektrum adalah portal berita yang mengonfirmasi data dan fakta dengan sumber informasi.

Kategori

  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Indeks
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Uncategorized
  • Video
  • Tentang Kami
  •  
  • Tim Redaksi
  •  
  • Kontak Kami

© 2026 - Indospektrum

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Gagasan
  • Indeks
  • Galeri
    • Foto
    • Video

© 2026 - Indospektrum