Jumat, 17 April 2026
Indospektrum
Advertisement
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Gagasan
  • Indeks
  • Galeri
    • Foto
    • Video
No Result
View All Result
Indospektrum
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Gagasan
  • Indeks
  • Galeri
    • Foto
    • Video
No Result
View All Result
Indospektrum
No Result
View All Result
Home Indeks

Prof Zakiyuddin Baedhawy: Akidah Islam Harus Menjadi Etos Peradaban yang Membumi

Indospektrum by Indospektrum
8 Maret 2026
in Indeks, Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

 

Narasumber Prof. Dr. H. Zakiyuddin Baedhawy, M.Ag., pada Pengajian Ramadan 1447 H Muhammadiyah & ‘Aisyiyah Jawa Tengah Regional Solo Raya di Graha 58 UMS. Foto: Ist.

SOLO – Konsep akidah dalam Islam tidak hanya berhenti pada keyakinan teologis, tetapi harus mampu melahirkan etos peradaban yang membumi dalam kehidupan sosial. Hal tersebut disampaikan oleh Guru Besar Studi Islam, Prof. Dr. H. Zakiyuddin Baedhawy, M.Ag., dalam kajian bertajuk Akidah Islam Berkemajuan.

Dalam pemaparannya, Zakiyuddin menjelaskan bahwa tema tersebut merupakan kelanjutan dari rangkaian Pengajian Ramadan 1447 H Muhammadiyah & ‘Aisyiyah Jawa Tengah Regional Solo Raya di Graha 58 Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

Ia menegaskan bahwa pembahasan akidah dalam perspektif Islam Berkemajuan tidak cukup dipahami sebagai doktrin keimanan semata, tetapi harus melahirkan nilai-nilai peradaban yang nyata.

“Saya memberi anak judul materi ini ‘Dari Ortodoksi Tauhid ke Etos Peradaban’. Artinya, tauhid bukan sekadar sesuatu yang kita imani, tetapi harus membumi menjadi etos peradaban dan gerakan peradaban,” ujarnya.

Menurutnya, tradisi pengajian yang dilakukan secara berulang merupakan bagian penting dalam memperkuat pemahaman umat. Ia mencontohkan banyaknya ayat Al-Qur’an yang diulang sebagai bentuk penguatan pesan. Dalam kaidah tafsir dikenal prinsip at-tikraru lit-taqrir, yaitu pengulangan yang bertujuan meneguhkan pemahaman.

Zakiyuddin menyebutkan bahwa akidah Islam perlu terus dikontekstualisasikan dengan tantangan zaman. Setidaknya terdapat beberapa persoalan global yang menuntut pemaknaan ulang terhadap akidah.

Pertama adalah krisis makna kehidupan. Ia menilai kemajuan peradaban tidak selalu berbanding lurus dengan kebahagiaan manusia. Ia mencontohkan pengalaman saat berkunjung ke Jepang pada 2005, di mana biaya hidup yang sangat tinggi membuat banyak orang enggan menikah atau membangun keluarga.

“Kadang peradaban sudah sangat maju, tetapi makna hidup justru semakin hilang,” jelasnya, Sabtu (7/3).

Kedua adalah disrupsi teknologi yang mengubah cara manusia berinteraksi. Teknologi membuat kehidupan menjadi serba cepat, tetapi di sisi lain juga berpotensi mengikis kohesi sosial. Ia mencontohkan fenomena masyarakat modern yang bahkan tidak mengenal tetangga sendiri meskipun tinggal bersebelahan.

Ketiga adalah ketimpangan global dan krisis ekologi. Ia mengaitkan fenomena pemanasan global dengan peringatan yang secara metaforis telah disebutkan dalam Al-Qur’an, seperti kerusakan alam akibat eksploitasi berlebihan. Menurutnya, manusia saat ini menghadapi tantangan besar akibat perubahan iklim yang semakin ekstrem.

Keempat adalah munculnya radikalisme agama di satu sisi dan sekularisme ekstrem di sisi lain. Zakiyuddin menilai fenomena tersebut membuat praktik beragama semakin dianggap sebagai urusan privat semata.

“Padahal jika kita ingin menjadikan tauhid sebagai etos peradaban, maka nilai-nilai agama harus hadir di ruang publik, bukan hanya menjadi urusan pribadi,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa akidah dalam perspektif Islam Berkemajuan bukan doktrin pasif, tetapi fondasi etis dan praksis dalam kehidupan sosial. Akidah harus melahirkan tindakan sosial, pengembangan ilmu pengetahuan, serta kemajuan peradaban manusia.

Dalam konteks Muhammadiyah, pemahaman akidah memiliki landasan normatif yang kuat, di antaranya Al-Qur’an dan Sunnah, Muhammadiyah, serta berbagai dokumen organisasi seperti Mukadimah Anggaran Dasar Muhammadiyah, Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah, putusan Muktamar dan Tanwir, serta Manhaj Tarjih.

Ia juga menyinggung lahirnya Risalah Islam Berkemajuan yang ditetapkan dalam Muktamar Muhammadiyah ke-48 di Surakarta pada 2022 sebagai panduan penting dalam memahami Islam secara progresif.

Menurut Zakiyuddin, akidah dalam Muhammadiyah memiliki karakter transformatif, progresif, dan berorientasi pada pembangunan masyarakat utama yang adil dan makmur. Tauhid harus melahirkan amal saleh yang berdampak luas bagi masyarakat.

Ia mencontohkan bagaimana Ahmad Dahlan menanamkan etos amal melalui pengajian berulang terhadap Surah Al-Asr kepada murid-muridnya. Dari pemahaman tersebut lahir gerakan sosial yang kemudian berkembang menjadi berbagai amal usaha Muhammadiyah.

“Tauhid harus melahirkan etos amal, kesalehan sosial, dan tanggung jawab sejarah. Amal usaha yang dibangun Muhammadiyah adalah wujud nyata dari kesalehan sosial itu,” ujarnya.

Zakiyuddin juga menekankan pentingnya integrasi antara iman, ilmu pengetahuan, dan tanggung jawab kemanusiaan. Ia mengingatkan bahwa perkembangan teknologi tanpa landasan moral dapat berujung pada kerusakan.

Menurutnya, nilai tauhid harus menjadi fondasi dalam pengembangan sains dan teknologi agar kemajuan yang dicapai benar-benar membawa kemaslahatan bagi umat manusia.

Ia mencontohkan bagaimana ayat Al-Qur’an tentang pergerakan gunung pernah menginspirasi seorang astronom untuk melakukan penelitian ilmiah menggunakan teknologi satelit. Hasilnya menunjukkan bahwa gunung memang bergerak sangat lambat sebagai bagian dari dinamika bumi.

“Ini menunjukkan bahwa akidah tidak boleh dipahami secara literal semata, tetapi juga perlu berdialog dengan sains,” pungkasnya.

Tags: UMSUniversitas Muhammadiyah Surakarta
Previous Post

Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polda Jateng Gelar Tanam Jagung Serentak di Berbagai Daerah

Next Post

Serangan Hoaks Sasar Ahmad Luthfi: Isu OTT KPK hingga Penagihan Pajak Dipastikan Palsu

Indospektrum

Indospektrum

Related Posts

Komandan Korem 074/Warastratama Kolonel Inf M. Arry Yudistira, S.I.P., M.I.Pol., M.Han.,  saat silaturahmi bersama insan pers di Kota Solo, Jumat (17/4/2026). Foto: Ist.
Indeks

Dukung Asta Cita, Korem 074/Warastratama Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Makan Bergizi Gratis

by Indospektrum
17 April 2026
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menghadiri halalbihalal dan tasyakuran Hari Lahir ke-66 PMII di gedung Gradhika Bhakti Praja Semarang, Jumat, 17 April 2026. Foto: Ist.
Indeks

Bukan Superman Tapi Super Team, Pesan Ahmad Luthfi untuk Kader PMII Jawa Tengah

by Indospektrum
17 April 2026
UNS menggelar webinar internasional Meet the Mind: Nobel Laureate Series dengan menghadirkan ekonom terkemuka dunia, sekaligus Peraih Nobel Ekonomi 2024, Prof. Daron Acemoglu. Foto: Ist.
Ekonomi

Rayakan Dies Natalis ke-50, UNS Hadirkan Peraih Nobel Ekonomi 2024 Daron Acemoglu

by Indospektrum
17 April 2026
Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi UMS, Salwa Talitha Zahra meraih predikat 2nd Best Presenter pada ajang JCC International Conference. Foto: Ist.
Indeks

Mahasiswa UMS Sabet Juara di JCC International Conference Usai Teliti Program CSR di Kudus

by Indospektrum
17 April 2026
Gubernur Ahmad Luthfi menghadiri silaturahmi dan halal bihalal Apmiso Jawa Tengah di Wisma Perdamaian Semarang pada Jumat, 17 April 2026. Foto: Ist.
Ekonomi

Ahmad Luthfi Dorong Sertifikasi Halal bagi 17.500 Pedagang Bakso di Jawa Tengah

by Indospektrum
17 April 2026
Next Post
Kepala Kantor Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo), Farid Zamroni M. Foto: Ist.

Serangan Hoaks Sasar Ahmad Luthfi: Isu OTT KPK hingga Penagihan Pajak Dipastikan Palsu

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Currently Playing

Kategori

  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Indeks
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Uncategorized
  • Video

Rekomendasi

Komandan Korem 074/Warastratama Kolonel Inf M. Arry Yudistira, S.I.P., M.I.Pol., M.Han.,  saat silaturahmi bersama insan pers di Kota Solo, Jumat (17/4/2026). Foto: Ist.
Indeks

Dukung Asta Cita, Korem 074/Warastratama Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Makan Bergizi Gratis

17 April 2026
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menghadiri halalbihalal dan tasyakuran Hari Lahir ke-66 PMII di gedung Gradhika Bhakti Praja Semarang, Jumat, 17 April 2026. Foto: Ist.
Indeks

Bukan Superman Tapi Super Team, Pesan Ahmad Luthfi untuk Kader PMII Jawa Tengah

17 April 2026
UNS menggelar webinar internasional Meet the Mind: Nobel Laureate Series dengan menghadirkan ekonom terkemuka dunia, sekaligus Peraih Nobel Ekonomi 2024, Prof. Daron Acemoglu. Foto: Ist.
Ekonomi

Rayakan Dies Natalis ke-50, UNS Hadirkan Peraih Nobel Ekonomi 2024 Daron Acemoglu

17 April 2026
Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi UMS, Salwa Talitha Zahra meraih predikat 2nd Best Presenter pada ajang JCC International Conference. Foto: Ist.
Indeks

Mahasiswa UMS Sabet Juara di JCC International Conference Usai Teliti Program CSR di Kudus

17 April 2026
Gubernur Ahmad Luthfi menghadiri silaturahmi dan halal bihalal Apmiso Jawa Tengah di Wisma Perdamaian Semarang pada Jumat, 17 April 2026. Foto: Ist.
Ekonomi

Ahmad Luthfi Dorong Sertifikasi Halal bagi 17.500 Pedagang Bakso di Jawa Tengah

17 April 2026
Dosen FAI UMS, Yayuli, S.Ag., M.P.I. Foto: Ist.
Gagasan

Dosen FAI UMS Kupas Tuntas Perbedaan Makna Infak dan Sedekah dalam Islam

17 April 2026
Facebook Instagram Twitter Youtube
Indospektrum

Indospektrum adalah portal berita yang mengonfirmasi data dan fakta dengan sumber informasi.

Kategori

  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Indeks
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Uncategorized
  • Video
  • Tentang Kami
  •  
  • Tim Redaksi
  •  
  • Kontak Kami

© 2026 - Indospektrum

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Gagasan
  • Indeks
  • Galeri
    • Foto
    • Video

© 2026 - Indospektrum