Selasa, 13 Oktober 2026
Indospektrum
Advertisement
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Gagasan
  • Indeks
  • Galeri
    • Foto
    • Video
No Result
View All Result
Indospektrum
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Gagasan
  • Indeks
  • Galeri
    • Foto
    • Video
No Result
View All Result
Indospektrum
No Result
View All Result
Home Indeks

Prof Zakiyuddin Baedhawy: Akidah Islam Harus Menjadi Etos Peradaban yang Membumi

Indospektrum by Indospektrum
8 Maret 2026
in Indeks, Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

 

Narasumber Prof. Dr. H. Zakiyuddin Baedhawy, M.Ag., pada Pengajian Ramadan 1447 H Muhammadiyah & ‘Aisyiyah Jawa Tengah Regional Solo Raya di Graha 58 UMS. Foto: Ist.

SOLO – Konsep akidah dalam Islam tidak hanya berhenti pada keyakinan teologis, tetapi harus mampu melahirkan etos peradaban yang membumi dalam kehidupan sosial. Hal tersebut disampaikan oleh Guru Besar Studi Islam, Prof. Dr. H. Zakiyuddin Baedhawy, M.Ag., dalam kajian bertajuk Akidah Islam Berkemajuan.

Dalam pemaparannya, Zakiyuddin menjelaskan bahwa tema tersebut merupakan kelanjutan dari rangkaian Pengajian Ramadan 1447 H Muhammadiyah & ‘Aisyiyah Jawa Tengah Regional Solo Raya di Graha 58 Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

Ia menegaskan bahwa pembahasan akidah dalam perspektif Islam Berkemajuan tidak cukup dipahami sebagai doktrin keimanan semata, tetapi harus melahirkan nilai-nilai peradaban yang nyata.

“Saya memberi anak judul materi ini ‘Dari Ortodoksi Tauhid ke Etos Peradaban’. Artinya, tauhid bukan sekadar sesuatu yang kita imani, tetapi harus membumi menjadi etos peradaban dan gerakan peradaban,” ujarnya.

Menurutnya, tradisi pengajian yang dilakukan secara berulang merupakan bagian penting dalam memperkuat pemahaman umat. Ia mencontohkan banyaknya ayat Al-Qur’an yang diulang sebagai bentuk penguatan pesan. Dalam kaidah tafsir dikenal prinsip at-tikraru lit-taqrir, yaitu pengulangan yang bertujuan meneguhkan pemahaman.

Zakiyuddin menyebutkan bahwa akidah Islam perlu terus dikontekstualisasikan dengan tantangan zaman. Setidaknya terdapat beberapa persoalan global yang menuntut pemaknaan ulang terhadap akidah.

Pertama adalah krisis makna kehidupan. Ia menilai kemajuan peradaban tidak selalu berbanding lurus dengan kebahagiaan manusia. Ia mencontohkan pengalaman saat berkunjung ke Jepang pada 2005, di mana biaya hidup yang sangat tinggi membuat banyak orang enggan menikah atau membangun keluarga.

“Kadang peradaban sudah sangat maju, tetapi makna hidup justru semakin hilang,” jelasnya, Sabtu (7/3).

Kedua adalah disrupsi teknologi yang mengubah cara manusia berinteraksi. Teknologi membuat kehidupan menjadi serba cepat, tetapi di sisi lain juga berpotensi mengikis kohesi sosial. Ia mencontohkan fenomena masyarakat modern yang bahkan tidak mengenal tetangga sendiri meskipun tinggal bersebelahan.

Ketiga adalah ketimpangan global dan krisis ekologi. Ia mengaitkan fenomena pemanasan global dengan peringatan yang secara metaforis telah disebutkan dalam Al-Qur’an, seperti kerusakan alam akibat eksploitasi berlebihan. Menurutnya, manusia saat ini menghadapi tantangan besar akibat perubahan iklim yang semakin ekstrem.

Keempat adalah munculnya radikalisme agama di satu sisi dan sekularisme ekstrem di sisi lain. Zakiyuddin menilai fenomena tersebut membuat praktik beragama semakin dianggap sebagai urusan privat semata.

“Padahal jika kita ingin menjadikan tauhid sebagai etos peradaban, maka nilai-nilai agama harus hadir di ruang publik, bukan hanya menjadi urusan pribadi,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa akidah dalam perspektif Islam Berkemajuan bukan doktrin pasif, tetapi fondasi etis dan praksis dalam kehidupan sosial. Akidah harus melahirkan tindakan sosial, pengembangan ilmu pengetahuan, serta kemajuan peradaban manusia.

Dalam konteks Muhammadiyah, pemahaman akidah memiliki landasan normatif yang kuat, di antaranya Al-Qur’an dan Sunnah, Muhammadiyah, serta berbagai dokumen organisasi seperti Mukadimah Anggaran Dasar Muhammadiyah, Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah, putusan Muktamar dan Tanwir, serta Manhaj Tarjih.

Ia juga menyinggung lahirnya Risalah Islam Berkemajuan yang ditetapkan dalam Muktamar Muhammadiyah ke-48 di Surakarta pada 2022 sebagai panduan penting dalam memahami Islam secara progresif.

Menurut Zakiyuddin, akidah dalam Muhammadiyah memiliki karakter transformatif, progresif, dan berorientasi pada pembangunan masyarakat utama yang adil dan makmur. Tauhid harus melahirkan amal saleh yang berdampak luas bagi masyarakat.

Ia mencontohkan bagaimana Ahmad Dahlan menanamkan etos amal melalui pengajian berulang terhadap Surah Al-Asr kepada murid-muridnya. Dari pemahaman tersebut lahir gerakan sosial yang kemudian berkembang menjadi berbagai amal usaha Muhammadiyah.

“Tauhid harus melahirkan etos amal, kesalehan sosial, dan tanggung jawab sejarah. Amal usaha yang dibangun Muhammadiyah adalah wujud nyata dari kesalehan sosial itu,” ujarnya.

Zakiyuddin juga menekankan pentingnya integrasi antara iman, ilmu pengetahuan, dan tanggung jawab kemanusiaan. Ia mengingatkan bahwa perkembangan teknologi tanpa landasan moral dapat berujung pada kerusakan.

Menurutnya, nilai tauhid harus menjadi fondasi dalam pengembangan sains dan teknologi agar kemajuan yang dicapai benar-benar membawa kemaslahatan bagi umat manusia.

Ia mencontohkan bagaimana ayat Al-Qur’an tentang pergerakan gunung pernah menginspirasi seorang astronom untuk melakukan penelitian ilmiah menggunakan teknologi satelit. Hasilnya menunjukkan bahwa gunung memang bergerak sangat lambat sebagai bagian dari dinamika bumi.

“Ini menunjukkan bahwa akidah tidak boleh dipahami secara literal semata, tetapi juga perlu berdialog dengan sains,” pungkasnya.

Tags: UMSUniversitas Muhammadiyah Surakarta
Previous Post

Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polda Jateng Gelar Tanam Jagung Serentak di Berbagai Daerah

Next Post

Serangan Hoaks Sasar Ahmad Luthfi: Isu OTT KPK hingga Penagihan Pajak Dipastikan Palsu

Indospektrum

Indospektrum

Related Posts

Kontingen Indonesia mengikuti rangkaian acara pengukuhan dan pelepasan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir di Pendopo Balaikota Surakarta, Senin (12/10/2026). Foto : Ist.
Indeks

Indonesia Ditarget Masuk Sepuluh Besar Asian Para Games di Nagoya

by Indospektrum
12 Oktober 2026
UMS mendorong peningkatan kepedulian lingkungan sejak dini melalui edukasi pemilahan sampah bagi siswa MI Muhammadiyah Gedongan, Karanganyar. Foto : Ist.
Indeks

UMS Edukasi Siswa MI Muhammadiyah Gedongan agar Peduli Lingkungan

by Indospektrum
12 Oktober 2026
Zahin Snack memproduksi aneka makanan ringan seperti keripik singkong, keripik tempe, keripik usus, hingga balung kethek (balket) yang memanfaatkan bahan baku lokal. Foto : Ist.
Ekonomi

UMS Dampingi Pelaku Usaha Kecil Dukung Akselerasi Kemandirian Ekonomi

by Indospektrum
12 Oktober 2026
Mahasiswa FHIP UMS, Jody Julian Putra Caesar raih Most Inspiring Participant Future Leader Summit 2026. Foto : Ist.
Indeks

Mahasiswa UMS Raih Most Inspiring Participant Future Leader Summit 2026

by Indospektrum
12 Oktober 2026
Tim BATIKALIVE meraih tiga penghargaan yakni juara umum 2, medali emas dan juara favorit poster dalam ajang PENA Essay Nasional 3 di Politeknik TEDC, Bandung. Foto : Ist.
Indeks

Aplikasi BATIKALIVE Hantar Mahasiswa UMS Raih Tiga Penghargaan Nasional

by Indospektrum
12 Oktober 2026
Next Post
Kepala Kantor Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo), Farid Zamroni M. Foto: Ist.

Serangan Hoaks Sasar Ahmad Luthfi: Isu OTT KPK hingga Penagihan Pajak Dipastikan Palsu

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Currently Playing

Kategori

  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Indeks
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Uncategorized
  • Video

Rekomendasi

Kontingen Indonesia mengikuti rangkaian acara pengukuhan dan pelepasan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir di Pendopo Balaikota Surakarta, Senin (12/10/2026). Foto : Ist.
Indeks

Indonesia Ditarget Masuk Sepuluh Besar Asian Para Games di Nagoya

12 Oktober 2026
UMS mendorong peningkatan kepedulian lingkungan sejak dini melalui edukasi pemilahan sampah bagi siswa MI Muhammadiyah Gedongan, Karanganyar. Foto : Ist.
Indeks

UMS Edukasi Siswa MI Muhammadiyah Gedongan agar Peduli Lingkungan

12 Oktober 2026
Zahin Snack memproduksi aneka makanan ringan seperti keripik singkong, keripik tempe, keripik usus, hingga balung kethek (balket) yang memanfaatkan bahan baku lokal. Foto : Ist.
Ekonomi

UMS Dampingi Pelaku Usaha Kecil Dukung Akselerasi Kemandirian Ekonomi

12 Oktober 2026
Mahasiswa FHIP UMS, Jody Julian Putra Caesar raih Most Inspiring Participant Future Leader Summit 2026. Foto : Ist.
Indeks

Mahasiswa UMS Raih Most Inspiring Participant Future Leader Summit 2026

12 Oktober 2026
Tim BATIKALIVE meraih tiga penghargaan yakni juara umum 2, medali emas dan juara favorit poster dalam ajang PENA Essay Nasional 3 di Politeknik TEDC, Bandung. Foto : Ist.
Indeks

Aplikasi BATIKALIVE Hantar Mahasiswa UMS Raih Tiga Penghargaan Nasional

12 Oktober 2026
UMS memperkuat tata kelola kelembagaan dan kapasitas kewirausahaan digital Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kartasura. Foto : Ist.
Indeks

UMS Dorong Digitalisasi Tata Kelola dan Kewirausahaan Majelis Dikdasmen PCM Kartasura

12 Oktober 2026
Facebook Instagram Twitter Youtube
Indospektrum

Indospektrum adalah portal berita yang mengonfirmasi data dan fakta dengan sumber informasi.

Kategori

  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Indeks
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Uncategorized
  • Video
  • Tentang Kami
  •  
  • Tim Redaksi
  •  
  • Kontak Kami

© 2026 - Indospektrum

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Gagasan
  • Indeks
  • Galeri
    • Foto
    • Video

© 2026 - Indospektrum