Categories: Gaya HidupIndeks

Rancang Layanan Daycare, Pemkot Solo Pertimbangkan Kebutuhan Pekerja dan Industri

Wakil Wali Kota Solo, Astrid Widayani. Foto: Ist.

SOLO – Pemkot Surakarta (Solo) tengah mematangkan konsep pengembangan layanan daycare melalui koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD). Sejumlah aspek yang dipertimbangkan antara lain pengasuhan, pendidikan anak usia dini, serta kondisi dan kebutuhan di masing-masing wilayah.

Wakil Wali Kota Solo, Astrid Widayani mengemukakan, saat ini telah dilaksanakan rapat koordinasi yang melibatkan OPD-OPD terkait guna membahas progres dan arah kebijakan pengembangan daycare. Pembahasan masih berada pada tahap pematangan konsep, khususnya terkait penentuan fokus utama layanan, apakah akan lebih diarahkan pada sisi pengasuhan anak atau pendidikan anak usia dini.

Apabila fokus diarahkan pada aspek pengasuhan, maka leading sector berada di bawah DP3P2KP. Sementara itu, apabila diarahkan pada pendidikan anak usia dini, khususnya untuk anak usia di bawah tiga tahun, maka leading sector berada di dinas yang membidangi pendidikan.

Penentuan arah masih disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi landscape di Kota Solo. Kebijakan pengembangan daycare harus disusun secara matang dan disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan.

“Kami tidak ingin kebijakan ini diterapkan secara terburu-buru. Pemerintah perlu melihat kebutuhan masyarakat, kondisi wilayah, serta kesiapan lingkungan kerja sebelum layanan daycare diterapkan,” kata Astrid Widayani, Senin (12/1/2026).

Selain itu, Pemkot Solo juga akan mempertimbangkan penerapan layanan daycare di pusat-pusat kegiatan, termasuk lingkungan kerja. Pemerintah akan terlebih dahulu berdiskusi dengan berbagai pihak dan asosiasi terkait untuk mendapatkan formulasi kebijakan yang tepat.

Asosiasi Pengusaha Sahabat Anak Indonesia (APSAI) disebut sebagai salah satu pihak yang selama ini telah menggagas pentingnya penyediaan daycare di lingkungan kerja. Namun demikian, asosiasi lain yang berkaitan dengan dunia industri dan ketenagakerjaan, seperti ABINYU, tetap akan diajak berdiskusi sebelum kebijakan diterapkan.

Ditegaskannya, penerapan layanan daycare akan dilakukan secara bertahap dan tidak serta-merta diterapkan di seluruh perusahaan. Pelaksanaannya akan mempertimbangkan unsur wilayah, tingkat kebutuhan, jumlah karyawan, serta kondisi masing-masing lingkungan kerja.

Indospektrum

Recent Posts

Penggeledahan di Sukoharjo, Gubernur Ahmad Luthfi Minta Masyarakat Jaga Kondusivitas

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengingatkan masyarakat agar tidak gegabah oleh informasi yang…

53 menit ago

Blibli Histeria 11.11 Hadir 3–13 November 2026, Tawarkan Best Deal dan Promo Tiap Hari

Tanggal transaksi: 3–13 November 2026 Selamat! Transaksi Berhasil Barang incaran: Dapat. Harga impian: Dapat. Diskon…

5 jam ago

Inovasi Mahasiswa UMS Kembangkan ‘REVIVEE’, Platform AI dan Blockchain untuk Solusi Limbah Pangan di Solo Raya

SOLO - Limbah pangan dan sampah organik maupun anorganik yang terus meningkat menjadi tantangan bagi…

9 jam ago

Gubernur Ahmad Luthfi: Jateng Kantongi Komitmen Investasi Rp9,7 Triliun dari Hasil Promosi di Vietnam

SEMARANG - Jawa Tengah bersiap menerima gelombang investasi sekitar Rp9,7 triliun dari sejumlah perusahaan asing.…

22 jam ago

Inovasi Mahasiswa UMS, MoveWall-AI Sabet Medali Perunggu di ISIF 2026 Berkat Terapi Bahu Berbasis Game Interaktif

SOLO - Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id mengembangkan inovasi rehabilitasi bahu berbasis kecerdasan buatan…

23 jam ago

Persiapan Dhaup Ageng Mangkunegaran: Rangkaian Prosesi Adat Siap Digelar 3–8 November 2026

SOLO - Suasana Pura Mangkunegaran di Kota Solo tampak mulai sibuk menjelang acara Dhaup Ageng…

24 jam ago

This website uses cookies.